How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
170


__ADS_3

"Yura," Panggil Ayah Leon.


"I... iya Pa?" Jawab Yura gugup.


"Orang tua kamu di bawah, di ruang keluarga 4" Ucap Ayah Leon langsung meninggalkan balkon yang sejak tadi pagi di diami oleh Yura bersama dengan Nara.


Deg!


"Aku harus jelasin gimana Mama sama Papa," Batin Yura.


Karena Yura sama sekali belum bicara apapun kepada orang tuanya, dengan perasaan penuh ketakutan dan khawatir itu pun Yura memberanikan dirinya untuk menemui orang tuanya.


Yura pun menuruni anak tangga masion mewah milik keluarga Afnan, butuh waktu 10 menit dirinya berjalan menuju ruang keluarga 4. Dan Yura pun langsung terpaku di depan saat melihat kedua orang tuanya, yang sudah duduk di bawah.


"Mama... Papa...." Lirihnya.


"Duduk Yura," Titah Papa Yura.


Yura pun mengigit bibirnya, dan duduk dengan perlahan di hadapan kedua orang tuanya.


Yura pun menundukkan kepalanya, "Pa Ma... Maaf" Ucap Yura merasa bersalah, dan malu kepada orang tuanya dan sudah berbohong selama 2 tahun terakhir ini.

__ADS_1


Ayah Yura pun bangkit dari duduknya, dan sudah tidak tahan lagi untuk menahan emosinya.


Plak!


"Papa tidak pernah mengajarkan kamu hal-hal seperti itu Yura! Kenapa kamu berbohong soal ini? Kamu bilang dengan kami untuk melanjutkan studi pertukaran pelajar di luar negeri? Nyatanya apa?! Kamu hamil?! Punya anak?!" Ucap ayah Yura meninggikan suaranya.


"Pa...." Ucap Mama Yura membujuk suaminya agar menahan emosinya.


"Hiks... maaf... Yura gak sengaja... maafin Yura..." Idaknya memegangi pipinya yang memanas karena di tampar oleh ayahnya sendiri.


"Papa sama Mama malu punya anak seperti kamu ini! Jangan sampai kamu pulang dan menginjakkan kaki kotor kamu itu ke rumah! Mulai sekarang kamu bukan anak Papa sama Mama lagi! Ayo Ma," Ical Ayah Yura menarik istrinya untuk segera meninggalkan kediaman keluarga Afanan.


"Mama! Papa!" Ucap Yura mengejar orang tuanya.


Namun keduanya menghempaskannya begitu saja, hingga Yura pun terjatuh.


Bohong sekali rasanya, kalau Afnan Kakek Leon dan Ayah Leon tidak melihatnya. Kakeknya bahkan yerngun senang, saat melihat kejadian barusan yang terjadi di kediamannya.


"Ini balasan karena kamu udah main-main dengan anak saya Yura, berani-beraninya kamu bertemu dengan Jevano" Ucap Ayah Leon membatin.


...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...

__ADS_1


"Rel," Bisik Naufal saat melihat Jevano dan Carisa yang sedang asik berdua di meja yang berada di depan mereka.


"Hmm," Sahut Aurel sambil menatap layar ponsel miliknya.


"Kenapa?" Tanya Aurel melirik Naufal dan mematikan layar ponselnya.


"Hehe," Cengir Naufal.


"Kok nyengir sih? Kenapa?" Tanya Aurel terkekeh.


Naufal pun melirik pada Jevano sekilas, lalu kembali menatap sang kekasih yang duduk di hadapannya.


"Aku tadi gak salah lihat kan sayang?" Tanya Naufal.


"Salah lihat apa? Yura?" Tanya Aurel mengecilkan suaranya.


Naufal pun mengangukkan kepalanya, "Gak mungkin kan aku halusinasinya bayang-bayang modelan Yura?" Tanya Naufal menerka-nerka.


Aurel pun kembali terkekeh pelan, "Gak kok sayang. Kamu lagi gak halusinasi, iya emang bener itu Yura. Yura ada hubungan spesial tuh sama Leon, sampe punya anak" Ucap Aurel frontal membuat Naufal melongo tak percaya.


"Hah? Yang? Kamu lagi gak bercanda kan?" Tanya Naufal tak percaya.

__ADS_1


"Kaget ya? Mereka udah punya anak, aku juga kaget banget tadi malam. Stttt... kamu jangan bilang siapa-siapa dulu oke? Cuma kamu yang aku kasih tahu ini," Ucap Aurel berbisik pelan di telinga Naufal.


"Heh kalian ngapain?!" Tanya Haris saat melihat Aurel dan Naufal dalam posisi yang ambigu.


__ADS_2