How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
65


__ADS_3

Ting!


Pertandingan bola basket pun di menangkan oleh sekolah kenangan 1 sekolah Carisa dan Aurel, hingga membuat keduanya langsung berdiri dan bersorak gembira.


"Caa! Kita menang! OMG sekolah kitaa!" Seru Aurel heboh.


"Ayo kita susul Leon sama Naufal!", Semangat Aurel langsung menarik Carisa untuk segera menuju ruang istirahat anak basket.


Carisa pun hanya menurut saja, dan mengikuti kemauan temannya itu. Sesampainya di sana, gak sengaja mata Carisa menatap sosok yang paling sangat ingin di hindarinya. Siapa lagi kalau bukan Jevano? Carisa pun membuang wajahnya ke asal arah, asal itu tidak melihat Jevano.


Jevano tak bergeming sama sekali, dan hanya melongos begitu saja. Tidak begitu memperdulikan kehadiran Carisa, yang masih sangat membenci dirinya.


Awalnya Carisa pikir Jevano akan menghampirinya, ternyata dugaannya salah. Jevano malah pergi begitu saja tanpa menyapanya, hingga membuat Carisa pun mendengus kesal.


"Kenapa sih? Belum baikan ya kalian?" Tanya Naufal pada Carisa.


"Loh? Kamu sama Jevano masih gak omongan?" Tanya Leon tak percaya.


"Hah? Oh.. gak kok kita udah baikan, cuma tadi agak ceokcok dikit aja. Eh congrats ya buat kalian berdua!" Ucap Carisa mengalihkan topik dan tersenyum manis pada Leon dan juga Naufal.


"Nih! Hadiah untuk kamu!" Ucap Aurel memberikan bingkisan paper bag kecil pada Naufal.


"Eh?" Kaget Naufal. "Serius ini buat aku? Repot-repot banget sih Rel, maksih ya?" Ucap Naufal sambil menepuk-nepuk kepala Aurel.


"Buat aku gak ada?" Tanya Leon cemburu pada Naufal.


"Ck, gak ada!" Jawab Aurel ketus.


Carisa pun terkekeh pelan, "Nanti pulang dari sini makan-nakan yuk? Hitung-hitung buat ngerayain kemenangan kalian hari ini" Ajak Carisa. "Aku yang traktir deh," Lanjutnya.


"Eh? Serius kamu Ca? Gak gentle banget dong kita ya gak Fal?" Tanya Leon menggoda Naufal.


"Gini aja deh Ca, aku bayarin punya Aurel. Leon bayarin punya kamu, gimana? Yakali kita biarin cewe ngebayar makan kita?" Jelas Naufal.


"Aku sih oke oke aja, hehehe lumayan gakk jadi keluar duit" Ucap Carisa cengar-cengir.


"Hahaha ya udah ayo, kita ganti bajuu dulu ya? Kalian tunggu di situ aja," Tunjuk Leon pada kursi yang terdapat di sana.

__ADS_1


"Okee!" Seru keduanya semangat, lalu segera menuju kursi yang di tunjuk oleh Leon tadi.


drtt drtt drtt


...Mama is calling you...


Jevano yang hendak menaiki motor kesayangan dan kebangaannya itu pun, menghentikan aktivitasnya. Hendak menjawab telepon dari Tiara, "Halo Ma?" Jawab Jevano.


"Jangan pulang malam-malam ya? Carisa sama kamu kan?" Tanya Tiara.


"Iya Ma, jam 10 Jevano usaha in udah di rumah. Carisa katanya tadi balik sama Aurel, mau main katanya" Jawab Jevano bohong walaupun nayatanya benar adanya kalau Carisa akan pergi bersama Aurel.


"Tunggu, Mama kok tau Carisa ada disini?" Tanya Jevano.


"Ya tau lah, apa sih yang gak Mama tahu?" Tanya Tiara balik.


"Iya deh terserah Mama, Ma Jevano pulangnya malam dikit gak papa kan? See you, I love you Ma" Ucap Jevano langsung mematikan sambungan teleponnya.


"Ih kebiasan banget!" Kesal Taira.


"Gimana Ra?" Tanya Ayu.


Sekarang bahkan Tiara dan Ayu, sedang berjalan-jalan bersama. Menghabiskan waktu, dan uang mereka untuk makan dan berbelanja ria.


"Katanya Vano Carisa baliknya sama Aurel Yu, duh bisa gak ya kita buat mereka dekat lagi?" Ucap Tiara gundah.


"Loh tadinya sih katanya menang pergi sama Aurel, aku kira Carisa pulang sama Jevano juga. Duh maaf ya Ra, mungkin Carisa butuh waktu. Mereka pasti bakal dekat lagi kok itu kayak dulu, kamu gak usah khawatir " Jelas Ayu tak enak hati.


"Eh? Gak papa kok Yu, itu bagus buat Jevano supaya dia gak kurang ajar lagi. Biar Jevano juga bisa belajar dari kesalahannya," Ucap Tiara dan Ayu pun mengiyakan serta membenarkan ucapan Tiara barusan.


...🐈‍⬛🐈‍⬛🐈‍⬛...


"Kalian mau makan dimana?" Tanya Leon dan Naufal yang baru saja keluar dari ruang ganti pakaian.


"Kemana aja deh, kan yang traktir kalian berdua" Jawab Carisa.


"Eh ehibat deh tuh, murahan banget sasimo. Sana sini mau, kemarin aja dekat-dekat nya sama Jevano. Eh? Sekarang malah ke Leon," Cibir salah satu gadis satu sekolah mereka yang juga menonton pertandingan bola basket tadi.

__ADS_1


Carisa memulikan pendengarannya, dan memilih untuk diam saja. Walaupun rasanya Carisa ingin sekali rasanya marah pada gadis itu. Hanya saja, menurutnya itu akan hanya membuang-buang waktunya saja.


Lantas Carisa pun lebih memilih untuk memanas-manasi mereka, dengan merangkul tangan Leon untuk segera menuju ke parkiran.


"Ayo Leon!" Ajak Carisa menarik Leon dengan merangkul lengan pria itu.


Naufal dan Aurel yang melihat tingkah Carisa pun hanya terkekeh geli saja, sedangkan para gadis yang bergosip tadi mendengus kesal.


Leon yang di gandeng Carisa seperti itu, terlihat seperti orang salah tingkah.


"Rel mau berangkat bareng aku aja gak?" Tawar Naufal.


"Boleh, kamu naik apa?" Tanya Aurel.


"Naik mobil, karena aku emang rencananya mau balik sama kamu. Takut kamu kedinginan kalo naik kereta," Ucap Naufal tersenyum manis pada Aurel.


"Aaa sweet banget sih mas mantan? Ya udah deh, ayo! Dimana mobilnya?" Tanya Aurel.


"Yuk ikut aku," Ajak Naufal menarik tangan Aurel untuk di genggamnya dan membawa gadis itu ke parkiran di mana mobilnya berada.


"Eh Jev? mau kemana? jadi ikut balap ya?" Tanya Haris yang kebetulan hendak menyusul Naufal dan yang lainnya menuju ke resto untuk makan malam.


"Iya nih, temenin yuk?" Ajak Jevano.


"Dih apaan! Geli aku dengarnya, tapi ayo aja sih emang kamu sendirian aja nih?" Tanya Haris.


Jevano pun menganggukkan kepalanya, "Reno sama Nuadam mana mau, kan kamu tahu sendiri juga kan? Mereka yang ngelarang aku tadi malam," Jawab Jevano.


Haris pun menggaruk tenguk lehernya bimbang, "Sebenarnya aku juga gak setuju sih, tapi ya udah deh. Aku nebeng sama kamu aja ya, aku bawa mobil soalnya" Ucap Haris.


"Lah terus itu mobil kamu gimana?" Tanya Jevano.


"Aku titipin ke Reno, tadi kita barengan. Nebeng dia," Jelas Haris.


"Sekarang Reno nya mana?" Tanya Jevano.


"Lagi di dalam dia, kunci mobilnya sama dia kok. Reno yang bawa tadi, kuliah boncengan" Ucap Haris.

__ADS_1


"Ya udah, ayo" Ajak Jevano yang langsung naik ke motornya.


"Eh bokap nyokap tahu gak kamu ikutan balapan liar?" Tanya Haris di perjalanan, dan berteriak.


__ADS_2