How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
47


__ADS_3

"Ngapain sih dia kemari? Carisa gak ada suruh tuh dia bawa-bawa kayak gitu, Carisa malas ketemu orang. Lagi gak pengen ketemu sama siapa-siapa Ma," Jawab Carisa kesal dengan dahi yang menggerut.


"Kamu kenapa sih? Gak mau sekolah, orang datang nge jenguk kamu juga gak mau turun. Aurel datang gitu juga, kamu kenapa? Coba sini cerita sama Mama," Bujuk Ayu mengomel.


"Ihh Mama gak ngerti! Carisa gak mau Ma!" Ucap Carisa meninggikan suaranya dan mulai terisak.


"Loh kok kamu malah nangis sih Ca? Mama kan gak ngapa-ngapain kamu!" Kesal Ayu.


"Habis Mama sih! Hiks..." Isak Carisa menutup wajahnya.


"Hishh entah Ca, gak tau Mama" Ucap Ayu malas lalu keluar dari kamar Carisa dan turun dari lantai atas untuk menghampiri Jevano.


Jevano sedikit merasa kecewa, saat melihat Ayu turun dari kamar Carisa sendirian. Sudah di pastikan Carisa tidak akan mau bertemu dengannya, dan ini adalah ketiga kalinya Carisa tidak mau menemui dirinya.


"Aduh Vano... maaf ya Carisanya masih gak mau, batu banget. Capek Tante, kemarin juga Aurel kemari dia gak mau ketemu sama Aurel," Jelas Ayu benar adanya.


"Iya Tante gak papa kok, kalo gitu Jevano pulang aja deh Tante. Maaf ganggu waktu luangnya," Pamit Jevano hendak bangkit dari duduknya.


"Aduh jangan dulu deh, kalian berantam ini gara-gara apa sih? Biar Tante sama Mana kamu bisa bantuin gitu lo Vano. Ini kalian berdua juga diam-diam aja aduh... anak muda zaman sekarang bikin pusing aja" Gerutu Ayu mengomel.


"Maaf Tante," Ucap Jevano tertunduk.


"Udah udah gak papa, kamu masuk aja ke kamar Carisa sekarang. Biar kalian cepat baikan, kalo mau nunggu Carisa berhenti ngambeknya itu gak bakal selesai-selesai" Suruh Ayu.


"Eh?" Kaget Jevano. "Gak papa Tante, makasih. Lain kali aja, Jevano segan berdua di kamar sama Carisa"Jelas.


"Loh kenapa segan? Kan udah pernah?" Tanya Ayu mengingat saat Jevano sering memasuki kamar Carisa, dan hal itu terdengar ambigu bagi Jevano.


Jevano pun terdiam, "Ya... yaudah deh Tante. Serius gak papa kan Tante?" Tanya Jevano.


"Iya tapi awas ya kalau macam-macam!" Peringat Jevano.

__ADS_1


"Iya Tante," Sahut Jevano.


"Udah macam-macam deluan Tante, di hotel lagi" Ucap Jevano dalam hati.


"Ya udah Tante tinggal dulu ya Vano, Tante banyak kerjaan di ruang kerja" Jelas Ayu langsung meninggalkan Jevano.


Jevano pun mengatur deru nafasnya, dan memberanikan diri untuk bertemu dengan Carisa. Jevano pun perlahan-lahan melangkahkan kakinya, menaiki satu-persatu anak tangga rumah Carisa.


Dan berakhirlah kini, Jevano berada di depan pintu kamar Carisa.


Tok tok tok


"Makanannya letakkan di depan kamar aja Bi!" Pekik Carisa.


Tok tok tok


Carisa pun memutar bola matanya malas, "Masuk aja!" Pekik Carisa lagi.


"Sore Ca," Sapa Jevano membuat tubuh Carisa menegang seketika.


"Ca... aku mau ngomong serius sama kamu" Ucap Jevano di depan pintu. "Boleh aku masuk? Atau kita bicara di luar aja?" Tanya Jevano.


"Pi... pintunya dibuka aja," Ucap Carisa.


Jevano pun menoleh pada pintu itu dan mengerti apa maksud dari gadis itu, "O...oohh oke" Ucap Jevano lalu berjalan mendekat pada kasur Carisa dan duduk di tepi kasur Carisa.


Jevano terdiam, binggung harus memulai dari mana. Begitupun Carisa yang takut dengan Jevano, takut kalau Jevano kembali mengulang hal yang tidak diinginkannya itu kembali.


Jevano pun menelan air liurnya dalam-dalam, dan sedang mengatur tutur katanya agar tak salah berucap.


"Ca soal kemarin... aku tahu ini terlambat banget, maaf Ca aku gak maksud. Aku gak bisa tahan nafsu aku Ca, maaf. Aku siap bertanggung jawab," Ucap Jevano menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Carisa pun bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan mendekat pada pintu, lalu membanting pintu kamarnya membuat Jevano tersentak dan terkejut atas perlakuan Carisa yang kasar.


"Apa? Tanggung jawab kamu bilang Jev? Apa tanggung jawab kamu itu bisa ngembaliin mimpi aku? Masa depan aku? Harga diri aku? Kesucian aku? Bisa?! Bisa Jevano?! Kamu gak bisa!!!!" Pekik Carisa meledak-ledak hingga membuat hati Jevano saat Carisa berucap seperti itu padanya.


"Ca..." Lirih Jevano.


"Jev... aku... aku ngejaga itu... but why... why you do like that to me... hiks..." Isak Carisa teruduk di lantai kamarnya dengan kedua tangannya yang menutupi wajah sembabnya itu.


Jevano pun pusing bukan main, dan hendak meraih tangan Carisa. Namun Carisa menolaknya, "Jangan! Jangan sentuh aku Jev!" Pinta Carisa menjauh dari Jevano.


Pada detik itu juga, Jevano merasa dirinya adalah pria yang paling brengsek yang ada di dunia ini. Sungguh ini sangat menyayat hatinya, bahkan rasanya saat ini Jevano ingin sekali menangis, namun di tahannya.


"Tau gak sih? Aku binggung! Mimpi aku hancur Jevano! Gimana nanti kalo aku hamil? Mimpi aku bakal beneran hancur! Hancur Jevano! Dan kamu penyebabnya! Kamu! Seharusnya kamu gak jemput aku kemarin itu!" Teriak Carisa pada Jevano dan memukul-mukul bahu Jevano.


"Ca... maaf hiks..." Ucap Jevano merasa bersalah dan meneteskan air matanya untuk pertama kalinya di depan Carisa.


"Aku... aku gak maksud Ca maaf. Aku bakal tanggung jawab apapun yang terjadi sama kamu Ca, bahkan kalau sekarang kamu minta aku nikahin kamu, aku siap Ca aku sanggup. Aku siap nerima konsekuensinya, aku mau tanggung jawab Ca" Ucap Jevano meneteskan air matanya untuk kesekian kalinya.


"Aku mau kamu jauhin aku Jev, aku gak mau lihat muka kamu Jev. Aku benci sama kamu Jev..." Lirih Carisa pelan.


"Ca tapi..." Ucap Jevano.


"Di depan orang tua kita, karena orang tua kita saling temenan kita harus kelihatan baik-baik saja. Beda kalau di luar, aku gak mau berhubungan sama kamu lagi Jev. Hubungan pertemanan kita selsai, aku gak mau kenal dekat sama kamu lagi" Ucap Carisa menusuk.


"Ca... please... jangan kayak gini... kasih aku kesempatan sekali lagi..." Ucap Jevano hendak menggenggam tangan Carisa, namun dengan cekatannya Carisa menarik tangannya dari Jevano.


"Kesempatan kamu bilang? Kesempatan apa? Kesempatan buat pakai aku lagi iya? Gak akan kita berakhir, sekarang kamu pulang Jev. Mulai besok kita memang tetap berhubungan baik, tapi bukan di hadapan Mama Papa kamu dan Mama Papa aku" Jelas Carisa final.


"Ca aku gak bisa, aku gak ada maksud buat bilang gitu ke kamu Ca. Aku gak bisa Ca, ayo kita balik kayak dulu lagi .." Ucap Jevano yang tidak menyetujui permintaan Carisa.


"Gak, aku gak mau Jevano!" Bentak Carisa.

__ADS_1


__ADS_2