How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
120


__ADS_3

"Udah dongg, kan satu angkatan di undang"


"Wah tapi kali ini sama aja, Jevano kan udah ada gandengannya"


"Iya kan? Cantikan aku juga daripada Carisa, ck! Kenapa harus dia sih yang jadi pacar Jevano. Cuma modal bokapnya temenan sama bokap Jevano jadi dekat eh terus Jadian."


"Aku yakin banget deh, Carisa Carisa itu pasti mikat Jevano pake badan dia. Dih amit-amit!"


"Ih iya bener-benr, gak mungkin Jevano suka modelan perempuan kayak Carisa."


"Masih modisan juga Yura iya gak?"


Ceklek


"*Kenapa? Mau coba ini? Supaya Jevano suka sama kalian, pakai ini cium dia."


"what?"


"Gak usah bercanda deh!"


"Aku gak lagi bercanda kok, nih pake aja"


Tuk!

__ADS_1


"Mulutnya di jaga, jangan sembarangan ngomong kalo gak tahu apa-apa. Kalo iri ya bilang aja sekarang di depan aku,"


"Apa kamu bilang?!"


"Kenapa? Memang iya kan? Berharap banget Jevano mau sama cabe kayak kamu?"


"Oh ya, lain kali kalo mau gosipin orang di tempat rame ya? Biar yang lain juga bisa ikutan dengar, jadi aku bisa berterima kasih ke kalian. Karena udah buat aku terkanak sama isu gak bener, tapi lumayan juga bisa terkenal."


Byur!


"Rasain!"


"Mau kamu apa sih?!"


"Aaaaaaaaaaaa*"


"Gimana Bu? Menurut Ibu disini siapa yang salah? Saya atau mereka, saya sampai kena cakar sama mereka bertiga gini lo Bu" Ucap Carisa menujukkan beberapa luka cakaran yang ada pada wajahnya dan juga leher mulus miliknya.


"Ya udah Carisa kamu ke UKS dulu ya, obatin dulu luka kamu. Reno tolong antar Carisa ke UKS," Perintah Bu Tika.


"Oke Bu, ayo Ca" Ajak Reno.


Carisa pun bangkit dari duduknya, "Makasih Bu" Ucap Carisa mengambil alih ponselnya, sebelum pergi tidak lupa Carisa menetap meledek pada ketiganya.

__ADS_1


"Sekarang Naura, Zora, Tia kalian bersihkan gudang belakang. Ibu bakal awasi kalian di sana ayo!" Ajak Tika.


"Mampus!" Umpat Carisa kesal dalam hati, lalu segera bergegas ke ruang UKS untuk mengobati luka pada wajahnya.


Carisa pun mendengus kesal, karena wajahnya akan jelek. Padahal besok adalah hari yang sangat penting untuknya, dan juga Jevano.


"Kesel banget deh! Mana besok lagi acaranya," Gerutu Carisa pada Reno.


"Tutup pake make up aja sih Ca, gak papa lah perih-perih enak dikit. Tapi takut infeksi juga sih," Ucap Reno menggaruk tengkuk lehernya.


"Nahkan! Aku juga mikirnya gitu, banyak gak sih?" Tanya Carisa.


"Di leher sih yang banyak, di wajah kamu cuma di sudut-sudut pipi gitu aja sama hidung satu garis Ca" Ical Reno memperhatikan wajah Carisa.


"Eh Carisa?!" Pangg Jino saat melihat wajah Carisa yang berantakan.


"E... eh? Jino?" Kaget Carisa dan tak menduga akan bertemu dengan Jino dengan keadaan seperti ini.


"Muka kamu kenapa? Leher kamu juga ini kenapa?" Tanya Jino memegangi pipi Carisa dan memperhatikan setiap sudut pipi Carisa.


"Eh buset!" Batin Reno. "Nyesel gak kasih tahu Jevano, bakal jadi korbannya nih aku pasti," Pikir Reno.


Carisa pun melirik Reno dari ekor matanya, dan melepaskan tangan Jino dari wajahnya. "Gak papa kok, ribut dikit aja" Jawab Carisa seadanya.

__ADS_1


Jino pun menghela nafasnya kasar, dengan raut wajah yang sangat khawatir pada Carisa. "Ya udah ayo kita ke UKS," Ajak Jino langsung menarik Carisa meninggalkan Reno yang hanya menatap keduanya.


__ADS_2