
"Hah? Aurel gak salah dengar kan kek? Kakek ngenbentak Aurel karena ngebela dia?" Tanya Aurel gak terima dan menujuk Yura dengan tangannya.
"Aurel maafin kakek, kamu duduk dulu" Ucap Afnan, karena dia tahu betul Aurel. Aurel harus di lembutin dulu baru menurut, sama seperti Mama nya.
"Aurel... sayang kamu diem dulu ya? Kita dengar dulu dari kakek sama Leon, jangan emosian gitu ah gak baik. Kita dengar dulu apa kata Kakek, alasan Kakek buat ngajak kita kumpul kayak gini oke?" Ucap Mama nya menenangkan Aurel.
"Maaa tapi" Rengek Aurel.
"Gak boleh gitu, mana sikap sopan santun kamu hm? Gak mau sama anak kecil yang lihatin kamu?" Tanya Mama Aurel mengecilkan suaranya.
Aurel pun menghela nafasnya kasar, " Aurel udah gak selera buat makan..." Ucap Aurel mengeser kursinya dan hendak meninggalkan meja makan.
"Sebenci itu kamu sama aku Aurel? Hahahaha... lihat aja nanti, tunggu pembalasan aku. Makasih udah buat aku merasa gak di inginkan sama sekali di keluarga kamu ini," Ucap Yura dalam hati.
"Aurel duduk!" Titah Afnan berteriak.
Aurel pun tidak menghiraukannya sama sekali, hingga membuat Kakeknya pun terpaksa mengatakan yang sebenarnya begitu saja.
"Yura istri Leon, dan Tara anaknya" Ucap Afnan membuat Aurel sontak membalikkan badannya menatap kakeknya tak percaya.
Begitu pun juga Nama Aurel, yang tak kalah terkejutnya dari Aurel.
__ADS_1
Leon pun mengangukkan kepalanya saat Aurel menatapnya, membenarkan perkataan Kakeknya. "Maaf Rel, Tante Lin gak bilang apa-apa soal ini. Rel Maafin aku..." Ucap Leon merasa bersalah pada Aurel melihat kekecewaan di mata adik nya itu.
"Kakek lagi bercanda kan? Gak mungkin dan... itu anak mereka? hahaha Kakek bohong," Ucap Aurel tak percaya.
"Kakek serius, untuk apa Kakek bohong" Ucap Afnan dengan nada bicara yang terdengar serius.
"Rel Kakek lagi gak bercanda kok, Maaf kami Uda sembyiin ini dari kamu Dek" Ucap Papa Leon menatap Mama Aurel.
"Kamu juga Rel, kalian tahu sendiri. Dulu keadaan kita lagi jauh, karena Papa kamu sendiri. Jadi kita gak ada celah untuk ngehubungi kalian, ornag tua Yura juga masih belum tahu soal kalau Yura udah nikah sama Leon" Jelas Papa Leon.
"Wah ini Aurel lagi di puncak komedi banget gak sih! Iya kan Ma? Kita... OMG Aurel gak bisa ngomong lagi deh Kek," Ucap Aurel langsung meninggalkan meja makan begitu pun juga dengan Mama Aurel yang ikut kecewa pada keluarganya sendiri, dan pergi meninggalkan meja makan.
"Aurel!" Panggil Leon namun gak di ubris oleh gadis itu.
"Ah iya... Yura maafkan saya ya, kamu sudah melihat pertengkaran di keluarga ini. Saya dengan kamu dulu cukup dekat ya sama cucu perempuan saya Aurel?" Tanya Afnan.
Deg!
"Aku gak bisa main-main sama mereka," Batin Yura.
"I... iya kek, lumayan" Jawab Yura.
__ADS_1
"Leon lapar," Ucap Leon sengaja mengalihkan pembicaraan dan mengambil makanan.
"Kebiasaan, tidak baik mendahului orang tua" Peringat Papa Leon.
"Iya Paaaaa" Jawabnya.
Setelah makan Mein pun dengan segera menuju kamar Aurel, dengan membawa nampan yang berisi makanan. Begitu pun juga dengan Papa Leon, yang menuju kamar Mama Aurel untuk membujuk adiknya.
Leon sangat merasa bersalah pada Aurel, karena tidak pernah mengatakan sepatah kata pun mengenai dirinya dengan Yura.
Sedangkan Aurel? Apa yang tidak di kethayinya tentang Aurel bahkan sampai hubungan asrama Aurel sekali pun Leon tahu semuanya, karena Leon lah tempat bersandar Aurel.
Tok tok tok tok
"Siapa sih?! Ck!" Omel Aurel lalu berjalan menuju pintu dan membukakan pintu kamarnya.
Ceklek
****!
"Ngapain kesini? Gak butuh maaf kamu," Ucap Aurel hendak menutup pintu, namun dengan gerak cepat Leon pun menahan pintu kamar Aurel dengan kakinya.
__ADS_1
"ishhh! Awas! Aku jepit nih ya Lin kaki kamu!" Omel Aurel kesal dan berapi-api.