
"Kamu harus ngomong ke Rina dia juga pasti gak bodoh, dia tahu kan kita balikan" Jelas Aurel
"Aku udah ngomong ke dia sayang... tapi dia gak bisa ngertiin aku, dia anggap aku temannya. Dia" Ucap Naufal terhenti karena Aurel meletakkan Aurel secara kasar di mangkok bubur itu.
"Temen? Buka mata kamu! Dia suka sama kamu Naufal!" Ucap Aurel meninggikan suaranya.
"Gak Rel, dia anggap aku temannya kok" Jawab Naufal.
"Gak tau deh, mau percaya atau engga. Aku mau dia kesini ngomong" Jelas Aurel.
"Ngomong apa sayang?" Tanya Naufal.
"Ya kalian berdua ngomong, kamu masih gak percaya kan dia suka sama kamu?" Tanya Aurel membuat Naufal menatap Aurel lekat lalu menggelengkan kepalanya.
"Aku janji," Ucap Naufal terpotong.
"Aku percaya janji kamu, tapi aku gak percaya sama Rina. Apa aku bisa minta kamu buat gak ketemu sama dia sama sekali? Gak enakkan lagi sama dia, gak ada respek sedikit pun lagi sama dia. Meski itu masalah soal keluarga dia, bisa?" Tanya Aurel membuat Naufal terdiam.
"Kenapa kamu diam? Kalo kamu gak bisa, aku mundur Fal. Aku capek batin kalo gini terus. Dia sama kamu, berapa kali harus aku bilang kalo dia suka sama kamu hiks..." Isam Aurel tanpa babibubebo Naufal pun langsung menarik Aurel ke dalam pelukannya.
"Maaf Rel, aku bisa kok. Aku sanggup, aku usaha in ya? Pelan-pelan kamu ngerti ya?" Ucap Naufal mengusap punggung kekasihnya yang terisak di pelukannya itu membuat Aurel menganggukkan kepalanya
...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
Ting!
...Room Chat ...
Yura :
__ADS_1
2 Minggu lagi aku balik Jev
Bisa tolong jemput aku di bandara?
Tak sengaja Carisa mengintip layar ponsel Jevano, sedangkan si pemilik ponsel sedang pamit ke toilet. Carisa pun mengabaikan pesan itu, dan ingin melihat bagaimana reaksi Jevano. Namun di pikirannya, Carisa sedang berkecamuk saat ini.
Bukannya Jevano belum ingat apa-apa? Dia juga hp baru, kenapa bisa simpan nomornya Yura? Mereka kok bisa ada chat-chat an gini? Tapi Jevano kan belum ingat apa-apa? Gak mungkin kan dia bohongi aku? Pikir Carisa.
"Lama ya?" Tanya Jevano mematahkan pikiran negatif Carisa.
"Eh? Gak kok, udah? Yuk 10 menit lagi kelasnya mulai kan?" Ajak Carisa.
"Yaudah yuk," Ajak Jevano mengambil ponselnya tanpa membukanya terlebih dahulu.
keduanya pun langsung bergegas ke tempat kursus, "Jev" Panggil Carisa.
"Hmmm" Jawab Jevano.
"Ingat kok, kamu suka rasa redvelvet kan?" Tanya Jevano.
"I...iya aku suka redvelvet," Ucap Carisa terkesima.
"Dia udah ingat semuanya kan? Kenapa gak bilang?" Batin Carisa.
"Dia beneran udah ingat gak sih?" Batin Carisa lagi.
"Motor kamu gimana?" Tanya Carisa.
Jevano pun mengerutkan dahinya, "Random banget sih hm?" Tanya Jevano menatap Carisa lembut sembari menyetir.
__ADS_1
"Maksud kamu motor waktu kecelakaan kemarin?" Tanya Jevano membuat Carisa menganggukkan kepalanya.
"Kata Papa udah gak layak di pake lagi Ca, gak di kasih bawa motor. Kan kamu tau," Ucap Jevano melirik Carisa sekilas.
...Room Chat...
Rina :
Fal piginya bareng?
^^^Naufal:^^^
^^^Yah aku udah disini Rin, maaf ^^^
Rina :
Yah oke deh
Aku baru mau otw nih
Maaf ya kalo agak lama
^^^Naufal :^^^
^^^Iya gak papa kok^^^
Rina :
Okey, sebentar ya
__ADS_1
read