
"Oh iya Ma Pa, besok kan Jevano ulang tahun kan ya. Carisa nanti malam boleh gak tidur di rumah Mama Tiara?" Tanya Carisa membuat Ayu dan Saka saling bertukar tatap.
Saka pun menganggukkan kepalanya, "Jangan tidur sekamar" Ucap Saka.
"Ih Papa!" Pekik Carisa.
"Kenapa? Kan Papa cuma kasih peringatan, kalo Jevano berani macam-macam sama kamu lagi. Bilang sama Papa," Peringat Saka.
"Iya Pa, dengar kok" Jawab Carisa.
"Mau buat suprise Ca?" Tanya Ayu.
"Iya Ma, hehehe" Jawab Carisa.
"Eh itu Jevano tuh," Ucap Ayu.
"Pagi Ma Pa," Sapa Jevano sopan lalu menyalami keduanya.
"Pagi ganteng," Ucap Ayu.
"Pagi Jev," Jawab Saka.
"Belum sarapan?" Tanya Jevano saat melihat Carisa memegang kotak bekal.
__ADS_1
"Belum itu Jev, buru-buru banget dari tadi itu. Sampai nyiapin bekal nasi," Jelas Saka.
"Loh? Kok belum Ca?" Tanya Jevano lalu melirik jam tangan miliknya. "Masih sempat makan, ayo makan dulu. Aku temenin," Ucap Jevano.
"Nah sini Jev, duduk dulu kita sarapan bareng. Kalo Acrisa gak mau ya udah," Ucap Ayu.
"Sini Jev duduk," Suruh Saka.
"Hih ayo ke sekolahhhh" Rengek Carisa.
"Makan dulu," Titah Jevano.
"Di mobil," Ucap Carisa sambil menunjukkan kotak bekal miliknya.
Jevano pun menghela nafasnya kasar, "Yaudah deh kalo gitu Om eh Pa" Jawab Jevano membuat Saka tersenyum tipis.
"Iya, Ih iya Carisa nanti malam Papa titip ke rumah kamu ya? Dia sendirian nanti malam, takut nanti malam tiba-tiba hujan. Udah dua hari inii hujan terus soalnya, kamu paham kan?" Tanya Saka membuat Jevano menganggukkan kepalanya mengerti.
"Paham Pa, yaudah Pa Ma Jevano sama Carisa pamit dulu ya" Ucap Jevano menyalami keduanya di ekori oleh Carisa.
"Emang Jevano tahu aku takut sama hujan?" Batin Carisa.
Di mobil.
__ADS_1
"Kamu sarapan dulu Ca, masih sempat ini. Jangan gak sarapan, kalo gak sarapan sekarang gak aku kasih turun. Lagian ngapain juga sih ngajak pigi pagi-pagi kalo belum sarapan sama sekali,"Ucap Jevano.
"Iya sayangggg, ini aku makann" Ucap Carisa membuat pipi Jevano memerah tanpa di sadari eh Carisa sendiri.
"Em Jev? Kamu udah ingat ya?" Tanya Cajdaa hati-hati.
"H..huh? Ingat? Ingat apa?" tanya Jevano pura-pura tidak tahu kemana arah topik pembicaraan ini.
"O..oh gak ada, gak papa" Ucap Carisa menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kamu tahu kan aku gak bisa lihat atau kena hujan yang deres banget sama ada petirnya?" Tanya Carisa membuat Jevano menganggukkan kepalanya.
"Kamu kalo kenak hujan pasti demam kan?Juga... takut?" Jawab Jevano berbohong padahal Jevano sendiri tahu kalo Carisa memiliki phobia terhadap hujan, dan ingatannya pun memang sudah pulih sepenuhnya.
Carisa pun bernafas lega, "I.. iya betul. Kamu juga, kalo hujan pasti demam tinggi cuma sebentar aja" Ucap Carisa benar adanya.
Jevano pun sedikit merasa Dejavu, mengingat soal masa lalu di hari hujan di hotel bersama Carisa. Seandainya dia tidak demam, dan Carisa tidak mengelap serta mengompres tubuhnya. Mungkin hubungan keduanya tidak akan menjadi serumit ini, pikir Jevano.
Pasti akan menjadi lebih baik, dari pada ini.
"Ya udah kamu makan," Suruh Jevano.
"Hm," Jawab Carisa.
__ADS_1