How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
51


__ADS_3

"H... Hah? Ke... rumah sakit? Ngapain?" Tanya Carisa.


Rina pun mengernyitkan dahinya binggung, "Loh kamu gak tahu?" Tanya Rina.


"Tau? Apa? Maksud kamu apa sih?" Tanya Carisa balik.


"Jevano," Ucap Rina.


"Jevano? Maksudnya?" Tanya Carisa.


"Kamu serius belum tahu kalo Jevano masuk rumah sakit tadi pagi??" Tanya Rina tak percaya.


"Je... Jevano masuk rumah sakit?" Tanya Carisa memastikan sekali lagi.


"Kamu beneran gak tahu? Kamu lagi pura-pura gak tahu gitu kan?" Tanya Rina lagi yang tak percaya.


Carisa pun menggelengkan kepalanya cepat, "Emang Jevano sakit apa?" Tanya Carisa.


"Tipesnya kambuh, dia ada riwayat tipes" Ucap Rina langsung pergi meninggalkan Carisa.


...🐈‍⬛🐈‍⬛🐈‍⬛...


"Pa Vano masuk rumah sakit, Mama harus gimana dong? Besok kita ada perjalanan bisnis penting juga kan ke Jepang," Ucap Tiara yang pusing bukan main.


"Papa juga binggung Ma... Ayu sama Saka juga lagi du luar kota ya sekarang?" Tanya Deri membuat Tiara menganggukkan kepalanya pusing, dan menopang kepalanya dengan mata yang terpejam.


"Carisa?" Tanya Deri.


"Pa... gak mungkin kan Mama tinggalin Jevano sama anak gadis?"


"Iya juga sih, tapi kan ada si Naufal, Haris, sama Reno Ma. Jevano kan juga udah besar, sekarang juga kalo Mama mau ngelihat gimana kondisi Vano kan udah bisa Video call gitu loh Ma. Gak kayak dulu lagi," Jelas Deri.


"Tapi Pa... Papa tahu sendiri kan anak kamu itu gimana, atau Mama gak usah ikut?" Tanya Tiara.


"Mama yakin?"


"Duh Papa ih, Mama jadi pusing nih!"


Drtt drtt drtt


"Nahkan panjang umur anaknya," Ucap Deri saat melihat layar ponsel istirnya menyala dan menampilkan nama putra semata wayangnya.


"Halo Jevano? Sayang?" Jawab Tiara saat mengangkat tombol hijau di layar ponsel miliknya.

__ADS_1


"Halo Ma... Maa maaf baru telepon Mama sekarang, Mama sama Papa pasti udah dengar ya tadi dari dokter?" Tanya Jevano lemas di balik telepon, membuat Tiara menganggukkan kecil kepalanya.


"Speaker Ma Speaker," Pinta Deri.


"Iya sayang, Mama udah dengar. Nanti Mama sama Papa pulang dari kantor langsung susul kamu ya? Gak papa kan Mama agak sore an datangnya?" Tanya Tiara.


"Iya Ma gak papa kok, Mama kalo lagi sibuk gak papa kok Ma. Jevano nanti di temenin sama Reno, Haris sama Naufal juga. Lagian udah biasa juga kan tipes kumat kayak gini Ma," Jelas Jevano lembut.


"Astaga... Vano... mana bisa Mama kayak gitu, yang iyanya Mama jadi khawatir berlebih ke kamu kalo Mama gak lihat sama jagain kamu," Omel Tiara.


"Mama sama Papa besok mau ke luar negeri kan?" Tanya Jevano.


Kenapa jegano tahu? Karena dari jauh hari, ah tidak. Dari seminggu yang lalu Tiara dan Deri memberi tahu Jevano, untuk kepergian mereka ke Jepang selama 3 Minggu.


"Iya tapi Mama gak bisa ninggalin kamu sendirian dengan kondisi kayak gini Jevano," Ucap Tiara.


"Ma... Jevano udah besar kok, Mama gak usah khawatir. Kan Jevano gak sendirian, ada Carisa, ada sekretaris Papa juga kan?" Ucap Jevano sengaja menyangkut pautkan Carisa di dalamnya.


"Gak tau deh Vano, Mama masih binggung. Nanti sepulang dari kantor Mama bicarakan lagi sama Papa kamu,"


"Oh yaudah deh Ma, senyaman Mama sama Papa aja. Jangan di paksa ya Ma kalo gak bisa, Jevano beneran gak papa kok" Ucap Jevano.


"Hmm, ya udah kalo gitu Mama tutup dulu ya" Ucap Tiara menutup panggilan Jevano.


Bersamaan dengan berakhirnya panggilan Jevano dan Tiara, pintu kamar inapnya pun terbuka dan menunjukkan batang hidung Haris dan juga Naufal.


"Kalian bolos?" Tanya Jevano.


"Jep kok bisa hah?" Tanya Haris heboh menghampiri brangkar Jevano.


"Kecapekan mikirin Carisa dia tuh," Sindir Naufal.


"Ck! Apasih," Malas Jevano yang terdengar lemas.


"Kamu sebenarnya udah mulai sukanya Jev sama Carisa?" tanya Haris tanpa aba-aba.


"Orang sakit tu bukan di tanya-tanya, tapi di temenin, dibawain makanan, atau apa kek gitu" Gerutu Jevano kesal dan menggelakkan rasa sukanya pada Carisa.


"Suka kan?" Tanya Naufal dengan tatapan penuh selidik, dan dengan tangan yang diletakkannya di depan dadanya.


"Mungkin, Carisa bisa bikin aku lupa sama semuanya" Jam Jevano pelan.


"Dia juga bisa bikin kamu jadi anak baik dadakan tuh, selama dekat Carisa. Kamu juga udah gak pernah lagi ngerokok di sekolah, balap liar, jajan di kantin belakang" Jelas Haris benar adanya.

__ADS_1


"Carisa tadi sekolah gak?" Tanya Jevano.


"Gak tahu, gak ada lihat" Jawab Naufal.


"Ada kok, tadi aku jumpa di parkiran sama Carisa. Dia berangkat sama Leon, Cadiaa emang serius ya buat gakbmau berhubungan apapun lagi sama kamu Jev? Setelah apa yang udah kalian berdua lakuin?" Tanya Haris.


"I think so...," Sahut Jevano lemas.


...🐈‍⬛🐈‍⬛🐈‍⬛...


"Paket!" Teriak kurir di depan pintu gerbang kediaman Keluarga Leonarka.


"Atas nama siapa Pak?" Tanya satpam penjaga rumah Carisa.


"Atas nama ibu Ayu Pak," Jam tukang pamer itu membacakan nama yang tertera di pesanan paket itu.


"Tapi ibu lagi pergi, saya wakilkan gak papa mas?" Tanya satpam itu.


"Boleh kok Pak ucap kurir itu memberikan pulpen agar satpam otu menadatangani paket itu sudah serah terima.


"Makasih Pak," Ucap kurir itu lalu pergi meninggalkan kediaman Leonarka.


Baru saja satpam itu hendak menelepon Ayu, Carisa sudah terlebih dahulu berteriak memanggil satpam itu heboh, agar satpam itu tidak menelepon Mama nya.


"Eh Non Carisa? Kenapa Non?" Tanya satpam itu binggung karwna tidak pernah-pednahnya anak majikannya ini berteriak memanggil dirinya.


Carisa pun mengatur nafasnya Karana berlari terlalu kencang sambil berteriak memanggil satpam, "Hah... hah... hah .. Pak... ini, ah itu paket Mama kan ya?" Tanya Carisa.


"Iya Non," Jawab Satpam itu jujur.


"Siniin, Mama titip ke Carisa kemarin" Ucap Carisa.


"Oh begitu... saya kira apaan tadi Non," Kekeh satpam itu memberikan kotak paket itu pada Carisa.


Namun tanpa di sadari, saat satpam itu memberikan kita paket pada Carisa. Sekilas satpam itu membaca "test pack' pada paket itu, hingga membuatnya tertawa geli dalam hati.


"Makasih Pak," Ucap Carisa ramah.


"Hehe iya Non," Cengar-cengir satpam itu. "Non Carisa bentar lagi mau punya dedek ya?" Tanya satpam itu random.


"H... huh?" Kaget Carisa.


"Itu," tunjuk satpam itu pada kotak paket, hingga membuat Carisa membelalakan matanya tekejut. Tapi sebisa mungkin gadis itu menetrslkan wajahnya agar satpam tidak memiliki kecurigaan padanya.

__ADS_1


"Gak juga tahu sih Pak, mungkin? Mama juga gak ada bilang, tapi ini ada buktinya" Ucap Carisa berpura-pura.


__ADS_2