How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
124


__ADS_3

"Kata Tante... eh Mama!" Ucap Deri berbisik dan tak sengaja melihat Carisa yang tekekeh kecil. "Jadi binggung kan Om Papanya," Kekeh Deri lagi membuat keempatnya menahan gelak tawa mereka.


"Kita ubah rencananya, Jevano gak mau masuk kamar sekarang. Kita kasih surprise nya di meja makan aja gimana?" Tanya Deri.


"Yaudah deh Om, ayo lah" Jawab Reno.


"Haris nanti kamu jangan lupa buat rekam video ya! Om mau buat status" Ucap Deri.


"Oke Om aman siap," Sahut Haris yang sudah siap siaga untuk menyalakan kamera ponselnya.


"Eh jangan pake flash lah!" Ucap Carisa kaget saat Hariis merekam video pada ponselnya yang ternyata flash nya menyala.


"Aduhhh..." Panic Haris buru-buru mematikan videonya.


Jevano yang merasa seperti ada kilatan lampu itu pun menolehkan kepalanya ke belakang, karena posisi taman belakang rumahnya berada di belakang tubuhnya. "Aduh itu mereka kenapa lagi sihh" Gerutu Tiara dalam hati.


Jevano dapat merasakan ada kilatan lampu seperti orang yang sedang mengambil foto, apalagi lampu ruang makan memang sengaja di matikan dan lumayan gelap. Sehingga kilatan itu terasa.


"Mama tadi lihat gak?" Tanya Jevano.

__ADS_1


"Lihat? Lihat apa?" Tanya Tiara kikuk.


"Lampu kilat gitu Ma, tadi kayak ada kilatan gitu. Dari sana," Ucap Jevano menunjukkan arah taman. "Apa ada yang fotoin kita ya?" Tanya Jevano curiga hendak bangkit dan menuju taman.


"Hah? Gak lah, perasaan kamu aja kali. Udah disini aja temenin Mama," Ucak Tiara berusaha bersikap tenang dan kembali membuat Jevano untuk duduk di hadapannya.


Kita keluar sekarang aja apa ya Om?" Tanya Naufal saat melihat jam sudah menujukkan pukul 00.05 WIB.


"Jangan dulu, kamu gak dengar itu Jevano nanyain apa?" tanya Deri.


"Dengar Om," Jawab Naufal.


"Aghh!" Ringis Naufal keras membuat Jevano kembali menoleh ke belakang.


"Tuh kan Ma! Mama dengar gak? Ada suara gitu tadi, itu pintu belakang taman juga ke buka Ma. Apa jangan-jangan ada yang nyelinap masuk?" Tebak Jevano menduga-duga.


"Ah masa sih? Mama gak dengar tuh? Kamu kayaknya beneran ngantuk deh, udah deh biarin aja. Kamu sana tidur aja, jangan ganggu Mama"Suruh Tiara.


"Aduh... kalian ih" Gerutu Carisa kesal.

__ADS_1


Jevano pun bangkit dari duduknya, membuat Tiara bernafas dengan lega. Namun matanya kian membola, saat melihat Jevano yang sedang menuju ke taman belakang.


"Eh kamu mau ngapain? Mama kan suruh kamu tidur," Ucap Tiara membuat langkah kaki Jevano berhenti untuk melangkah.


"Mau tutup pintu aja kok Ma, sekalian mau cek juga. Takut ada orang jahat," Ucap Jevano.


"Ih udah gak usah di tutup, itu Mama yang buka sengaja. Mama lagi cari angin ini gerah banget," Ucap Tiara bohong.


"Hah? Masa sih Ma? Kenapa gak hidupin AC aja sih?" Omel Jevano.


"Ya Mama pengennya angin malam Vano, udah kamu jangan banyak tanya deh. Ini kerjaan Mama gak selesai-selesai jadinya, sana tidur masuk kamar" Suruh Tiara.


"Jadi ini Ma, serius mauu di biarin terbuka kek gini aja?" Tanya Jevano.


"Iya biarin aja," Jawab Tiara.


"Happy birthday to you"


Jevano pun menoleh ke belakang dan menemukan Carisa, dan juga teman-temannya serta Papanya yang keluar dari pintu luar taman. Sehingga, membuat Jevano mengangga tak percaya.

__ADS_1


__ADS_2