
"Eh.. ehh Reno!" Panggil Carisa namun pria itu tak bergeming dan hanya menatap kepergian keduanya.
Saat keduanya sudah tidak berada di hadapannya lagi, Reno pun tersadar. Dengan cekatan, Reno pun langsung menghubungi Jevano agar Jevano segera menyusul Carisa ke UKS.
...Room Chat...
Reno:
Jev Carisa di UKS
Buru ke UKS
Parah
^^^Jevano:^^^
^^^Hah ngapain cewe aku disana?^^^
^^^Serius kamu?^^^
^^^Kok bisa?^^^
Reno:
Udah sana buru
^^^Jevano:^^^
__ADS_1
^^^Oke thanks^^^
^^^read^^^
...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
Aurel dan Naufal baru saja turun dari atas rooftop sekolah, dan hendak menuju ke kelas mereka masing-masing. Namun perhatian keduanya beralih pada saat Jevano yang sedang berlari entah kemana, bahkan mengabaikan keduanya begitu saja.
"Lah? Jevano kenapa?" Tanya Aurel.
"Kalian lagi bernatam?" Tanya Aurel lagi karena Jevano berlalu begitu saja, tanpa menyapa Naufal dan juga dirinya.
"Gak kok, aku juga gak tau. Ada urusan mungkin, ikutin yuk?" Ajak Naufal.
"Ya udah ayuk," Ajak Aurel dan keduanya pun berlari mengikuti Jevano.
"Iya sama... Aku juga capek" Jawab Naufal memegangi kedua lutunya lelah begitupun juga dengan Aurel.
"Kemana sih???" Tanya Aurel penasaran.
"Eh itu Reno!" Seru Naufal menujuk Reno heboh. "Reno!" Panggil Naufal membuat si empu nama pun menoleh.
Reno pun menghampiri sepasang kekasih yang sedang di mabuk asmara itu, "Kenapa? ke UKS yuk," Ajak Reno.
"Hah ngapain?" Tanya Aurel.
"Carisa masuk UKS, yuk!" Ajak Reno berjalan terlebih dahulu.
__ADS_1
"Eh serius?!" Kaget Aurel. "Kok bisa? Carisa kenapa?" Tanya Aurel khawatir.
"Udah ikut aja ayo!" Ajak Reno sekali lagi.
"Ayo Rel," Ajak Naufal menarik tangan Aurel.
"Carisa!" Panggil Jevano membuka pintu UKS dengan buru-buru.
Carisa dan Jino pun tersentak kaget, saat pintu UKS di banting dengan tidak sengaja. Keterkejutan keduanya semakin bertambah, saat Jevano lah yang muncul di balik pintu itu. Dengan deru nafas yang tergesa-gesa, seperti orang yang sedang terlilit hutang.
"Je... Jevano..." Lirih Carisa.
Jevano pun melihat Carisa dan Jino bergantian, meminta penjelasan dari Carisa. Namun Carisa tidak mengatakan sepatah kata apapun, hingga membuat pikiran Jevano pun menjadi kalut.
Jevano yang terbakar api cemburu itu pun, hendak pergi namun dengan segera Jino menahan Jevano dengan perkataannya. "Jevano! Jevano kan nama kamu?" Tanya Jino membuat langkah Jevano terhenti lalu menatap kedua insan itu.
Dengan Jino yang sedang memegangi kapas, untuk membersihkan luka Carisa dengan alkohol agar tidak terjadi infeksi.
"Jangan salah paham, aku cuma mau bantuin Carisa aja. Mau gantian aja gak? Aku harus masuk kelas," Ucap Jino.
Jevano pun membalikkan badannya, dan berjalan mendekat kepada keduanya. "Udah aku aja," Ucap ekgank dingin dan mengambil alih kapas dan juga alkohol dari tangan Jino.
"Pamit Ca," Ucap Jino pergi meninggalkan Carisa.
"Jino makasih ya!" Seru Carisa membuat Jino berbalik dan tersenyum pada Carisa 'Iya' maksud Jino.
Jevano tidak berucap apapun, dan hanya mendiami Carisa. Tidak bertanya apa penyebab wajah Carisa bisa luka, dan kenapa bisa Jino berada dengannya. Jevano juga menatap Carisa dengan dingin, sehingga hal ini membuat Carisa merinding sendiri.
__ADS_1
Jevano sengaja bersikap seperti itu, Jevano tidak ingin dirinya terlihat posesif terhadap Carisa dan hanya akan membuat wanitanya akan merasa tidak nyaman dengan perlakuannya.