How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
19


__ADS_3

"Fal tidur dimana tadi malam? Nyokap kamu nelepon aku," Tanya Haris.


"Di apartemen," Jawab Naufal.


"Untung aja aku pintar jawabnya," Jawab Haris.


"Emang kamu jawab apa Ris?" Tanya Reno.


"Ya aku bilang Naufal tidur di rumah ku sama nyokapnya, terus emaknya nanya lagi Naufal udah tidur atau belum? gitu. Terus ku jawab udah Tante, udah ngorok banget dia kayaknya kecapekkan deh Tante, soalnya tadi kita main futsal sampai malam."


"Terus aku bilang lagi, rencananya kamu mau pulang gitu tapi kamu ketiduran pas nungguin aku mandi. Gitu aja sih aku jawabnya, terus Mama mu percaya-percaya aja" Jelas Haris.


"Bagus, nanti pulang sekolah traktir" Seru Naufal.


"Mantap!" Sahut Haris semnagat.


"Tumben gak telat bro!" Sapa Reno pada Jevano yang masuk kelas tepat waktu hari ini.


"Yakali telat, kan berangkatnya bareng neng Carisa. Ya gak No?" Goda Haris pada Jevano sambil menaik-naikkan alisnya.


"Hmm, aku udah gak bisa bangun telat. Mama kejam banget... horor banget setiap pagi di rumah ku," Jelas kebako membayangkan Mama nya yang selalu membangunkannya setiap pagi secara brutal dan paksa.


"Hahaha kasihan banget teman ku!" Kekeh Haris menertawai Jevano begitu pun dengan Naufal dan Reno yang ikut menertawai kesengsaraan baru Jevano di setiap pagi.


"Vano," Panggil Rina tiba-tiba hingga membuat mereka semua terkejut bukan main, yang tadinya sedang tertaw langsung diam seketika.


"Ya? Kenapa Rin?" Tanya Jevano.


"Hmm, boleh bicara sebentar gak? Cuma berdua," Ajak Rina.


Jevano pun menatap teman-temannya secara bergantian, "Oh yaudah ayo" Jawab Jevano bangkit dari duduknya. Padahal Jevano pun baru saja mendaratkan bokongnya di kursinya, namun Rina sudah memanggilnya dan ingin bicara padanya.


Jevano pun menuruti permintaan Rina, dan mengikuti kemana gadis itu ingin membawanya. Tidak jauh teryata, hanya di pojok kelas yang sepi di lewati oleh teman kelasnya.


"Menurut kalian apa?" Tanya Haris bisik-bisik.


^^^"Mau confess mungkin?" Tebak Reno.^^^


"Gak mungkin," Sela Naufal.

__ADS_1


"Gak mungkin apanya?" Tanya Haris dan Naufal pun mengangkay bahunya tidak tahu, hingga membuat Haris dan Reno menatapnya dengan tatapan penuh selidik.


"Apa?" Tanya Naufal saat kedua temannya menatapnya aneh seperti itu.


"Kamu suka ya sama Rina?" Tanya Haris memicingkan matanya.


"Eyy ayolah, Naufal masih belum move on dari Aurel iya kan Fal?" Tanya Reno.


"Tapi Aurel sama Naufal putusnya juga ada sangkut pautnya sama Rina juga kan?" Tanya Haris pada Reno.


Reno pun menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal "Iya juga sih..." Jawab Reno.


"Gak lah, aku sama Rina cuma teman curhat gitu aja gak lebih kok. Soal Aurel... aku gak tau, aku juga binggung" Jawab Naufal.


"Binggung kenapa?" Tanya Reno.


"Kenapa Rin?" Tanya Jevano.


"No aku mau minta bantuan kamu," Ucap Rina membuat Jevano menaikkan alisnya sebelah.


"Bantuan? Bantuan apa?" Tanya Jevano.


"Hmm... kamu hari ini sibuk gak No?" Tanya Rina.


"Hmm... sepupu aku lusa mau ulang tahun, dan selearanya itu sama kayak kamu. Hm... mau gak kamu temenin aku buat cari kado dia sepulang sekolah nanti?" Tanya Rina membuat Jevano berpikir sejenak.


"Gimana ya? Kayaknya kalau pulang sekolah gak bisa deh Rin, soalnya aku harus ngantar Carisa pulang dulu. Kalo aku bawa mobil bisa-bisa aja sih, aku bawanya motor. Nanti slrgi ya pas aku balik ke rumah dulu bisa gak?" Tanya Jevano.


"Hmm boleh deh, aku tunggu di rumah kamu aja ya?" Tanya Rina.


"Gapapa?" Tanya Jevano.


"Iya gapapa kamu juga gak papa kan temenin aku sebentar?" Tanya Rina.


"Gak papa sih, santai aja. Yaudah anti kalo kamu udah sampai rumah aku kabarin aja ya, ntar aku kabarin orang rumah ku kalo kamu mau datang" Jelas Jevano dan Rina pun menganggukkan kepalanya.


"Makasih ya No, maaf ngerepotin kamu" Ucap Rina.


"Santai, aku kesana dulu ya" Pamit Jevano dan Rina pun menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Rina menghela nafasnya kasar dengan perasaan lega, "Astaga.... sepupu apaan, ayah ibu ku anak tunggal" Batin Rina.


"Kenapa No?" Tanya Haris yang memang penasaran dengan semua apa yang terjadi di sekitarnya.


Tapi tenang saja, kalau Haris pasti tidak akan megumbar-umbar cerita apapun itu tentang teman-temannya.


"Rina minta tolong temenin beli kado buat sepupunya," Jawab Jevano seadanya.


Naufal mengerutkan keningnya binggung, "Sepupu?" Tanya Naufal dan Jevano pun menganggukkan kepalanya pasti.


"Kenapa? Tadi dia bilang ke aku gitu sih Fal, kenapa gak kamu aja ya? Kan secara dia lebih dekat sama kamu atau sama si Lia atau gak Nabila gitu," Ucap Jevano.


"Setahu aku Rina gak punya sepupu No, nyokap bokapnya anak tunggal" Ucap Naufal.


...🐈‍⬛🐈‍⬛🐈‍⬛...


Di toilet.


"Heh anak baru, kamu gak takut ya sama Aurel?" Tanya salah satu siswi.


"Kenapa aku harus takut sama Aurel?" Tanya Carisa.


"Ayo Ca, kita keluar aja. Gak usah di ladenin," Ajak Aurel menarik tangan Carisa.


"Bentar dulu Rel, kenapa? Jawab!" Ucap Carisa meninggikan suaranya pada siswa tersebut.


"Mama Aurel kan bunuh orang, Mama nya itu psikopat. Kamu gak takut sifat psikopat Mama nah itu turun ke anaknya? Huh..." Hal siswa itu mendrama pura-pura merinding dan memegangi bahunya takut.


"Menggerikan, hati-hari deh" Ucap siswi itu lalu meninggalkan Aurel dan Carisa begitu saja setelah di tatap sinis oleh Carisa.


Aurel hendak menyusul orang itu, namun tangannya di tahan eh Carisa. "Jangan di balas Rel, kalo kamu balas ucapan diam Berarti kita sama aja kayak dia" Ucap Carisa mengehentikan Aurel.


"Maaf ya Ca, gak seharusnya kamu dengar itu. Maaf aku belum siap cerita, Maaf juga kayaknya aku lagi butuh waktu sendiri dulu. Kamu ke kantin sendiri dulu gak papa kan?" Tanya Aurel.


"Iya gak papa kok, nanti aku sama Jevano aja" Ucap Carisa dan Aurel pun menganggukkan kepalanya lalu meninggalkan Carisa sendiri di toilet anak perempuan.


Setelah kepergian Aurel, Carisa pun langsung menuju kantin. Namun saat Carisa hendak masuk ke dalam kantin, Jevano pun memanggil Carisa. Hingga membuat gadis itu menoleh, pada suara yang sedang memanggil namanya itu.


Saat Carisa berbalik tampak lah disana Jevano bersama dengan teman-temannya, yaitu Naufal, Harus Rina, Lia dan juga Nabila. Rina, Lia, Nabila juga berada di belakang Jevano dan teman-temannya yang kebetulan hendak menuju ke kantin yang sama.

__ADS_1


"Sendiri?" Tanya Jevano.


"Iya sendiri, aku boleh gak gabung meja makan sama kalian?" Tanya Carisa pada Jevano.


__ADS_2