How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
64


__ADS_3

"Aelah Jev... katanya udah move on, baikan bentar doang aja kenapa sih? Kerja sama ini yang terakhir deh, janji" Bujuk Reno.


"Pikir-pikir dulu dah," Jawab Jevano membuat Reno mendelikkan matanya malas.


"Naufal ikut gak?" Tanya Jevano.


"Ikutlah, dia mau akrab kayanya tuh sama si Leon. Calon abang ipar," Kekeh reno membuat Jevano menggeleng-gelengkan kepalanya tak heran.


"Carisa udah mulai masuk sekolah?" Tanya Reno pelan.


"Hm, dia dingin banget ke aku. Udah gak kayak dulu lagi," Sahut Jevano.


"Sabar aja dulu, mungkin Carisa lagi ngelindungin dirinya dari kamu Jev. Jangan di paksa, biarin aja dulu. Kayak gak paham cewek aja," Ucap Reno membuat Jevano menganggukkan kepalanya sedih.


...πŸˆβ€β¬›πŸˆβ€β¬›πŸˆβ€β¬›...


"Loh Ca? Balik sama siapa kamu?" Tanya Ayu yang kebetulan baru saja pulang dari kantor, dan turun dari mobil.


"Naik taksi Ma," Jawab Cajdaa menyalami Mama nya.


"Loh, Jevano kemana?" Tanya Ayu heran.


"Ma... please... Carisa gak suka kalo yang di bahas itu dia terus" Ucap Carisa dengan raut wajah kesalnya, dan berlalu langsung masuk ke dalam rumah terlebih dahulu.


Ayu pun menghela nafasnya kasar, "Nanti luluh sendiri baru tahu rasa" Gumam Ayu pelan dan juga menyusul untuk masuk ke dalam rumah.


Ceklek


Brakh!


Carisa membanting pintu kamarnya dengan perasaan sedikit kesal, tidak lupa juga Carisa mengunci pintu kamarnya.


"Kenapa sih?! Dikit-dikit Jevano, dikit dikit Jevano! Ngeselin banget tau gak?!" Gerutu Carisa sambil berjalan ke lemari pakaiannya, hendak bergegas mandi.


Ting!


"Ck! Ini siapa lagi!" Kesal Carisa mengambil ponselnya yang di campakkannya di atas kasurnya.


"Oh Aurel?" Gumam Carisa langsung segera bergegas membuka pesan dari temannya.


...Room Chat...


Aurel :


Ca


Lagi sibuk gak?


^^^Carisa:^^^


^^^Engga Rel^^^


^^^Kenapa?^^^


Aurel:


Besok kamu kosong gak??


^^^Carisa:^^^


^^^Kosong kok aku besok^^^


^^^Kamu mau kemana besok?^^^


Aurel:


Temenin aku nonton yuk


Besok Leon tanding basket


Sekalian mau lihat Naufal main juga hehe


^^^Carisa:^^^

__ADS_1


...^^^Ya elah Rel, aku kira mau kemana gitu keluar main-main🀣^^^...


^^^Eh ternyata wkwkwk^^^


^^^Ya udah ayo ayo, jam berapa? Habis pulang sekolah?^^^


Aurel:


Yuppp


Bawa baju ganti dari rumah aja ya


Besok baju seragam kita letakkin di mobil Leon ajaa


Bair tasnya kagak berat


^^^Carisa:^^^


^^^Oke deh^^^


^^^Nanti aku minta izin ke Mama aku^^^


^^^Pasti di kasih izin sih itu^^^


Aurel :


Okeyyy


Ting!


...Room Chat...


Jevano :


Ca?


^^^Carisa:^^^


^^^Ya^^^


Jevano:


^^^Carisa:^^^


^^^Berisik^^^


Jevano:


Aku ganggu kamu ya Ca?


Maaf:(


*read


...Jevano is calling you*...


"Ck! Apaan sih!" Kesal Cadiaa langsung menonaktifkan ponselnya dan bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"Kenapa kamu Jev?" Tanya Naufal melihat raut wajah tak enak sahabatnya itu.


"Kasian banget yak temen kita yang satu ini, di cuekkin terus dia itu sama Carisa" Ledek Reno.


"Eh beneran Jev?" Tanya Haris.


"Hmm," Jawab Jevano berdehem. "Mau balapan gak?" Tanya Jevano.


"Eh udah deh, gak usah macam-macam kamu Jev. Tobat, lagian semalam-semalam udah gak balapan lagi. Kenapa sekarang malah pengen?" Tanya Naufal sambil ngomel-ngomel.


"Buset Naufal, bisa cerewet juga yak Ren" Goda Haris.


"Hooh kaget aing," Kekeh Reno.


"Ck, stres aku lama-lama kalo kayak gini terus. Pengen ada pelampiasan aja," Jelas Jevano yang sudah biasa terus terang pada teman-temannya. "Kalian ada info gak? Info balapan gitu?" Tanya Jevano.

__ADS_1


"Masih ingat Dico kan?" Tanya Haris.


"Heh Haris! Astaga kamu ya!" Peringat Reno.


"Tau, dia ngadain? Kapan?" Tanya Jevano tidak memperdulikan Reno, begitupun juga dengan Haris.


"Besok malam sih," Jawab Haris.


"Ke susul itu pasti, basket kita cuma 2 ronde kan?" Tanya Jevano pada Reno.


"4 Jev," Bohong Reno.


"Ah ngaco kamu Ren, yang bener?" Tanya Naufal tak percaya.


Reno pun menghela nafasnya kasar, Naufal memang tidak bisa di ajak kerja sama pikirnya.


"Kamu nih ya! Gk bisa bohong bentaran apa kali ya? Kamu juga Ris, kok kamu malah dukung kebiasan buruk ni anak lagi sih" Ucap Reno mengomel.


"Aduh temen siapa sih ini perhatian banget ututututuu" Ucap Haris manja gemas mencubit pipi Reno.


Dan itu, berhasil membuat bulu kuduk Jevano dan Naufal berdiri tegak.


"Dih! Apaan dah Ris ah! Geli anjir!" Ucap Reno melepaskan paksa tangan Haris yang mencubit pipinya gemas.


"Makasih banyak Ren, perhatian amat dah. Tapi aku serius lagi butuh itu banget sekarang," Ucap Jevano.


"Ya bagus kali Ren, Jevano ngelampiasinnya ke balapan. Gak main cewe," Sindir Haris pada Naufal.


"Apa? Kenapa kalian jadi ngelirik aku semua dah?" Tanya Naufal sewot.


"Pilih Fal, serius in Aurel apa Rina? Rina ngedekatin kamu ya?" Tanya Jevano.


"Ya gak mungkin lah, Rina kan masih suka sama kamu Jev. gimana sih," Sela Naufal.


"Udah ngaku juga sih," Jawab Jevano spontan.


"Hah?!" Pekik ketiganya kaget.


"Maksud kamu Rina udah confess ke kamu?" Tanya Naufal membuat Jevano menganggukkan kepalanya.


"Wayo lo Fal, pasti itu di tolak sih. Hati-hati jadi pelampiasan balik juga hahaha, lucu gak sih? Naufal ngejadiin Rina pelampiasannya, eh gitu juga sebaliknya kocak geming" Kekeh Haris terbahak-bahak.


...πŸˆβ€β¬›πŸˆβ€β¬›πŸˆβ€β¬›...


Hari ini adalah hari dimana perlombaan basket akan di adakan antar sekolah, Carisa dan Aurel juga sudah bersiap untuk segera duduk di kursi penonton stadion sekolah mereka.


"Aaaaa aku gak sabar banget, katanya Kak Jevano jadi kaptennya yaa?" Tanya salah satu siswa yang kebetulan terdengar oleh Carisa dan juga Aurel.


"Kamu kok gak bilang ada dia?" Tanya Carisa merasa sedikit kesal.


"Hah? Dia siapa dah maksud kamu Ca?" Tanya Aurel.


"Jevano," Jawab Carisa.


"Loh? Aku gak tahu kalo Jevano ikut, serius aku gak tau. Leon gak ada bilang juga," Ucap Aurel jujur dan tak enak hati.


Carisa pun menghela nafasnya kasar, "Maaf Rel udah buruk sangka. Aku kira kamu tahu, ayo kita cari tempat duduk yang enak" Ajak Carisa menarik tangan Aurel, hingga membuat Aurel menyimpan beribu pertanyaan.


"Carisa sama Jevano kenapa sih?" Batin Aurel.


Carisa dan Aurel pun mencari tempat duduk yang sekiranya di bawah, agar dapat melihat dengan lebih dekat. Karana saat ini, Aurel lupa membawa kontak lensanya.


"Eh Ca kamu bawa minum gak?" Tanya Aurel sedikit meninggikan suaranya, karena ramai.


"Bawa kok, nih!" Ucap Carisa mengerti, dan memberikan botol minumnya pada Aurel.


"Makasih, Jawab Aurel.


Pertandingan pun langsung di mulai, hingga terdengar beberapa sorakan dari para penonton. " Wah Ca aku gak nyangka sih, kalo ternyata Jevano mau jadi kapten lagi" Ucap Aurel tanpa sadar.


"Emang kenapa kamu gak nyangka?" Tanya Carisa.


"Kan kemarin dia tiba-tiba keluar dari klub basket, tanpa sebab. Pas ada pertandingan sileksi nasional itu, kan Leon tuh jadinya yang gantiin Jevano jadi kapten basket sekolah kita," Jelas Aurel.

__ADS_1


"O...oh ya?" Tanya Carisa.


__ADS_2