
"Eh itu anak baru ya? Ganteng juga ya, yang satu kelas sama Leon bukan?" Tanya Nabila membuat Lia menganggukkan kepalanya.
"Katanya namanya Jino apa deh gitu lupa terus satu sekolah sama Carisa, jadi aku gak heran sih kalo mereka kelihatan kaya lumayan dekat gitu" Jelas Lia.
"Oalah pantes, aku kira Jino suka sama Carisa" Kekeh Nabila.
"Kenapa? Kamu ngerasa tertarik sama Jino?" Tanya Lia menggoda Nabila.
Tanpa sadar pipi Nabila pun bedemu merah, hingga membuat Lia semakin meledek-ledekkinya. "Ih apaan sih! Gak ya Li!" Jawab Nabila kesal, namun malu-malu tidak jelas.
"Eh tapi di pikir-pikir Carisa cantik sih, banyak juga yang suka sama dia. Iya gak sih?" Tanya Nabila mengalihkan pembicaraan.
"Iya cantik banget si dia, cuma kurang di body aja" Jawab Lia asal membuat Nabila tertawa kecil.
"Tadi aku udah izin sama Aurel kok," Ucap Jino saat dirinya dan Carisa sudah sampai di meja.
"Iya Ca, gak papa kan? Nanti Leon nyusul kemari kok," Jelas Aurel yang sebenarnya tidak enak hati.
"Iya gak papa," Jawab Carisa.
__ADS_1
"Ehmmm.... kita bulan depan udah ujian semester kan ya?" Tanya Aurel.
"Eh serius?" Tanya Carisa membuat Aurel menganggukkan kepalanya.
"Kamu gak lihat kalender tahunan sekolah?" Tanya Aurel. "Kalo di kalender sih gitu," Ucap Aurel.
"Emang ada?" Tanya Carisa dan Jino bersamaan.
Aurel pun tekekeh kecil, "Sampe serentak gitu nanyanya" Kekeh Aurel. "Iya ada, bentar ya aku kirim chat pribadi ya. Eh tapi aku gak ada kontak kamu," Ucap Aurel pada Leon.
"Yaudah kirim ke Leon aja, nanti aku minta ke dia" Jawab Jino.
"Leon tadi emangnya kemana? Kok gak balik-balik," Tanya Jino.
"Tau nih, lama banget. Udah biarin aja, yuk kita makan deluan" Ajak Aurel yang hendak menyentuh makanan miliknya.
"Yaudah yuk lah, lapar juga" Ucap Jino.
Carisa hanya diam saja, Jino sama Aurel tidak bodoh. Mereka tahu, kalau Carisa pasti tidak merasa nyaman kalau ada Jino. Lagipula Carisa juga tidak tahu mau membahas soal apa dengan mereka, Carisa hanya ngerasa malas saja begitu.
__ADS_1
"Di Bandung enak gak?" Tanya Aurel memecahkan keheningan.
"Enak-enak aja sih, adem. Disini panas banget, agak kaget sih badan ku" Jawab Jino.
"Gatal-gatal gitu ya badan kamu?" Tanya Carisa ikut nimbrung.
Jino pun mengulas senyumnya, "Iya gak enak banget" Jawab Jino. "Udah ke dokter kulit juga sih, udah rasa kurang. Tapi masih tetap aja, harus sering ganti baju kalo udah kena keringat. Ini aja aku bawa seragam ada 3 di dalam tas," Jelas Jino membuat Aurel dan Carisa terkejut.
"Eh serius?!" Tanya keduanya tak percaya.
Jino pun menganggukkan 5pasyi, "Wah berat-beratij aja deh" Jawab Carisa.
"Ya mau gimana..."Jelas Jino.
"Kalo kamu Ca? Pas pertama pindah dari Bandung kesini gitu juga gak?" Tanya Aurel.
Carisa pun tampak berpikir," Aku kayaknya gak sih Rel. Buktinya aku fine-fine aja selama pindah kesini, kalo Jino emang anaknya alergi an. Dia kena air kotor aja tangannya bisa bentat-bentat, gak bisa makan udang, kepiting. Gitu deh," Jelas Carisa yang memang masih mengingat soal mantan kekasihnya itu.
"Masih ingat aja Ca," Ucap Juni senang.
__ADS_1