
Di kantin.
"Hari ini aku gak da lihat Jevano, dia kemana ya? Apa dia marah gara-gara aku gak berangkat sama dia?" Tanya Carisa pada Aurel.
"Ciee udah beneran suka sama Jevano nih? Sampennyariin gitu Mbak," Goda Aurel.
"Apasih Rel,"
"Eh tau gak sih Ca, aku kaget banget pas kamu bilang kamu sama dia pacaran. Ternyata bohongan aja, ck! Eh tapi sekarang jadi beneran juga sih. Kasian banget Leon yang gak tahu, kalo kamu sama Jevano tuh pacaran" Ucap Aurel terkekeh pelan.
"Ya aku juga gak nyangka gitu tahu gak Rel, bohongnya aku jadi keterusan deh. Agak gak nyaman sihh, tapi udah terlanjur hehe" Cengir Carisa.
"Iya sih," Jawab Aurel.
"Eh kamu mau pesen apa? Hari ini giliran aku kan?" Tanya Carisa.
"Hm aku mau batagor deh Ca, kamu apaan?" Tanya Aurel.
"Ya udah aku juga batagor aja deh, bentar ya. Kamu minumnya teh mandi kan?" Tanya Carisa membuat Aurel menganggukkan kepalanya setuju.
__ADS_1
Carisa pun pergi untuk memesan makanan mereka, dan meninggalkan Aurel yang h3ndak mencari kursi meja untuk mereka tempati nanti.
"Aurel!" Panggil Leon.
Aurel pun langsung menoleh, dan mengnoiru meja Leon yang sedang bergabung bersama dengan beberapa teman-teman sekelasnya. "Sini aja, meja lain penuh kan? Mana Carisa?" Tanya Leon.
"Biasa, lagi pesen makanan. Giliran dia hari ini, eh ini serius gak Lala aku gabung disini?" Tanya Aurel pad teman-teman Leon.
"Gak papa Rel, duduk aja."
"Entah nih, santai aja woy. Kayak gak pernah nongkrong duduk bareng sama kita aja,"
"Sini aja udah Rel, lagian udah gak ada meja kosong kan?"
"Eh lihat tuh Fal, si Aurel malah duduk bareng Leon sama teman-temannya. Kamu gak takut nanti Aurel malah dekat sama salah satu temen Leon? Leon langsung lampu hijau sih itu, pasti" Ucap Haris memanas-manasi Naufal dengan sengaja.
"Abis sih ini si Naufal pasti, bakal galau 7 turunan dia Ris" Kekeh Reno. "Kamu juga sih Fal, bukannya tadi gerak cepet buat manggil Aurel. Malah diam aja lihat dia celingak-celinguk cari meja," Omel Reno.
"Ck! Jangan ngeselin deh! Mending kalian makan aja," Kesal Naufal yang sudah kepanasan membuat Haris dan Reno terkekeh geli melihat wajah Naufal cemberut.
__ADS_1
"Eh emang kemarin gak jadi nembak Aurel ya?" tanya Reno.
Naufal pun menggelengkan kepalanya, "Gak jadi. Malah kemarin bodohnya aku malah ngajak kado buat ulang tahun Jevano nanti, ngeselin banget kan?" Tanya Naufal.
"Iya sih, salah sendiri kamu juga kan lagian" Jawab Haris.
"Iya sih," Batin Naufal.
"Yah eh Ris kita belum cari kado buat Jevano" Ucap Reno.
"Yaudah si Ren, nanti kita cari. Gampang itu," Jawab Haris.
"Kemarin Rina datang ke rumah ku," Ucap Naufal. "Nangis," Lanjutnya.
"Loh ngapain?" Tanya Reno.
"Tukan, baru aja kamu omongin. Panjang umur dia, sttr jangan ngomongin Rina dulu. Dia jalan kesni," Ucap Haris yang kebetulan melihat rina dan juga teman-temannya yang hendak menghampiri meja makan mereka.
"Hah?" Tanya Naufal menoleh ke belakang begitu pun juga dengan Reno.
__ADS_1
"Aduh ngapain noleh sih anjir," Bisik Haris.
"Kita boleh duduk disini gak? Meja yang lain penuh, tumben banget hari ini kantin agak padat" Tanya Lia.