
"Kamu ke sekolah hari ini?" Tanya Leon pada Yura yang sedang bersiap-siap.
"Hm, ada surat yang mau aku urus. Kamu juga tahu kan? Aku udah kasih tahu kamu dari jauh hari," Tanya Yura.
"Tau lah, gak usah gatal. Biarin Jevano, dia udah bahagia sama yang lain sekarang. Kasihan hubungan mereka kalo kamu rusak, mereka udah tunangan"" Peringat Leon.
Yura pun menatap Leon yang sedang menatapnya, sejujurnya Yura merasa teriris hatinya saat Leon menggatai dirinya jangan gatal.
"Kamu kasihan sama Carisa karena kamu suka dia? Atau kamu memang beneran kasihan sama Jevano?" Tanya Yura.
"Engga, aku gak suka" Jawab Leon mengalihkan pandangannya dan memilih untuk memakai seragam sekolahnya.
"Bohong," Ucap Yura bangkit dari meja riasnya dan berjalan mendekat pada Leon. "Kamu kelihatan suka sama Carisa, cara kamu natap Carisa beda. Aku udah kenal kamu dari lama ya Leon, aku tahu."
__ADS_1
"Kamu cuma gak enak aja kan sama Jevano? Makanya gak perjuangin perempuan itu?" Tanya Yura menarik wajah leon, agar Leon kembali menatapnya.
"Gila, awas! Aku mau siap-siap!" Ucap Leon menghempas tangan Yura dan mengambil pakaiannya dan segera meninggalkan Yura.
"Leon!" Teriak Yura.
"Apasih?" Jawab Leon.
"Kenapa?" Tanya Leon melunak.
"Kamu bodoh, kamu gak punya otak karena kamu lebih mentingin ego kamu Yura. Pikirin dulu dan kan jalani yang ada sekarang, kalo kamu memang segila itu pengen Jevano jadi milik kamu aku anggap kamu gak waras."
"Udah berapa luka yang udah kamu kasih ke Jevano? Kamu juga perempuan Ra, kamu tahu pasti gimana perasaan Carisa gimana kalo kamu orang lama buat Jevano satu-satunya, hadir dan ngerusak hubungan mereka sekarang."
__ADS_1
"Dengan kamu balik kayak gini aja, Carisa udah goyah. Takut Jevano beralih ke kamu lagi, karena dia tahu gimana dan sebesar apa cinta Jevano ke kamu. Bahagia itu gak harus saling memiliki Ra, ngelihat dia udah bahgaia sama pilihannya aja kita udah senang."
"Itu udah lebih dari kata cukup oke? Jangan egois lagi, udah cukup. Sekarang kamu jalani yang sekarang aja, dan pikirin gimana kedepannya. Aku juga gak bisa maksa kalo kamu gak mau tetap stay sama aku, soal anak? kita bisa bicarain baik-baik soal itu."
"Soal orang tua kamu? Kita masih bisa kasih tahu mereka pelan-pelan, ada banyak cara" Ucap Leon panjang lebar dan berlalu meninggalkan Gura yang tak bisa berkata-kata lagi dan tak berkutik dengan ucapan Leon barusan padanya.
"Apa aku harus jujur sama Jevano? Semuanya?" Gumam Yura kembali meneteskan air matanya.
"Jino... tawaran Jino... tapi? Leon bener, aku gak boleh egois terus-terusan kayak gini... hiks..." Isak Yura menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan menangis sejadi-jadinya.
...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
"Aaaaaaaaa bosan bangett" Gerutu Carisa.
__ADS_1
Padahal hari ini adalah hari pertamanya libur karena di skor, tapi ini masih pukul 10 pagi. Dan dirinya sudah merasakan bosan yang sangat teramat bosan, Carisa hanya bermain hp saja dan tidak melakukan apapun.
"Ngapain ya ini enaknya?" Tanya Carisa pada dirinya sendiri.