How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
73


__ADS_3

"Terbaik?" Tanya Carisa membuat Yura menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum manis.


"Astaga, cantik banget? Gak heran. Apa aku harus bersaing sama Yura? Apalagi dia mantan Jevano satu-satunya," Batin Carisa.


"Gak papa kok, makasih ya? Udah jadi temen baik Jevano. Dan udah ngerawat dia, aku senang jegano di temuin sama orang sebaik kamu. Kamu pasti udah dengar juga kan cerita tentang sama Jevano?" Tanya Yura.


"Soal?" Tanya Carisa.


"Gimana hubungan aku sama Jevano dulunya," Jawab Yura.


Carisa pun menganggukan kepalanya, "Gak banyak sih. Yang aku tahu kamu itu mantan Jevano aja. and hos first love and last ex? Iya kan?" Tanya Carisa sekaligus memastikan.


"Aku gak tau aku first love nya atau bukan, tapi right aku mantan pacarnya. Dan aku ninggalin Jevano dengan sepihak, tanpa ada persetujuan dari Jevano sendiri. Dan dengan bodohnya lagi, aku masih berharap kalau Jevano masih punya rasa ke aku."


"Aku mau Jevano balik lagi ke aku, di saat aku udah merasa pantas dan cukup buat dia" Jelas Yura percaya diri.

__ADS_1


Carisa pun mengernyitkan dahinya, "Huh? Pantas? Jei, kamu itu cocok-cocok aja kok sama Jevano. Kenapa ngerasa kayak gitu?" Tanya Carisa.


Yura pun tersenyum tipis tanpa menatap Carisa, "Aku sama Jevano itu beda dunia. Jevano sama kamu dunianya udah jelas-jelas sama dan lebih muda buat sama-sama. Aku cuma dari keluarga biasa, yang sekolah disana dengan ngandalin prestasi aku aja."


"Aku bisa sekolah di sekolah kalian juga ya karena dapat beasiswa, kalo gak. Ya gak bakal disana dan ketemu sama Jevano," Jelas Yura.


"Ah... maaf aku gak maksud, so kamu?" Tanya Carisa.


Yura yang mengerti maksud Carisa pun langsung menganggukkan kepalanya, "Iya aku dapat pendidikan 1 tahun di Paris, dan juga beasiswa dari sekolah kita" Jelas Yura.


"Wah wait, ini Tante Tiara ketua yayasan di sekolah. Dia juga donatur paling tinggi di sekolah Yura bicara soal seberapa pantas dia untuk Jevano? Dan soal kasta?" Batin Carisa sedang menebak-nebak.


"Ini bukan yang kayak di drama-drama gitu kan?" Tanya Carisa penasaran pada dirinya sendiri.


"Eh aku pamit dulu ya? Nama kamu tadi Carisa kan?" Tanya Yura.

__ADS_1


"Ah iya, tapi kok buru-buru banget?" Tanya Carisa saat melihat Yura yang sudah bangun dari duduknya.


"Pesawat aku lepas landas 5 jam lagi, aku mau pulang ke rumah juga sbeentar. Mau sapa orang tua aku," Jelas Yura.


"Kamu nginap di hotel?" tanya Carisa.


"Engga, aku di apartemen Leon tadi malam. Tapi hari ini aku mau pulang ke rumah dulu sebentar, aku pulang dulu ya? Aku titip Jevano, tolong jaga dia baik-baik ya? Maksih selalu ada sisi Vano," Ucap Yura memegangi kedua tangan Carisa.


Carisa pun menatap Yura tak percaya, Bagaimana ini? Bagaimana kalau Yura tahu kalau Carisa yang beradadi hadapannya ini adalah calon tunangan dari mantan pacar yang di rindukannya itu? Pikir Carisa.


"I...iya," Jawab Carisa singkat.


"Thanks," Ucap Yura lalu langsung berlalu meninggalkan Carisa duduk di kursi taman rumah sakit.


"Leon... Yura dekat sama Leon, kalau engga? Ngapain dia sampai harus nginap di apartemen Leon? Kenapa gak langsung ke rumah orang tuanya? Jevano ngelarang aku dekat sama Leon pastibada hubungannya kan sama Yura?" Batin Carisa.

__ADS_1


__ADS_2