How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
133


__ADS_3

Naufal memperhatikan Aurel, yang sepertinya malas sekali berada di sekitarannya. Naufal ingin mendekat dan menjelaskan pada Aurel apa yang sebenarnya terjadi antara dirinya dan juga Rina. Dan mengapa, alasan dirinya bisa berangkat bersama dengan Rina.


Pembawa acara itu pun menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Jevano, di ikuti oleh sorakan meriah dari para tamu undangan.


Selamat ulang tahun


kami ucapkan


Selamat panjang umur


Kita kan doakan


selamat, sejahtera


Sehat sentosa


Selamat panjang umur, dan bahagia


Tiup lilinnya, tiup lilinnya


Tiup lilinnya sekarang juga


Sekarang juga


Sekarang juga...

__ADS_1


Jevano meniup lilin yang berada di hadapannya, membuat semua para tamu undangan pun bertepuk tangan dengan meriah.


"Tante Tiara, Om Deri," Batin Yura melihat Jevano di depan bersama kedua orang tuanya.


Potong kue nya potong kuenya


Potong kuenya sekarang juga


Sekarang juga


Sekarang jugaaaaaa


Horeeee!!!!


"Nah untuk suapan pertama Jevano mau masih ke siapa dulu nih? Pastinya untuk orang sangat spesial di hidup Jevano kan yaa?" Tanya MC itu menggoda Jevano.


Padahal, kemarin malam Jevano juga sudah melakukan ini kepada kedua orang tuanya, Carisa dan juga teman-temannya.


Para tamu undangan pun kembali bertepuk tangan untuk kesekian kalinya, "Nah yang kedua untuk siapa nihh?" Tanya MC itu lagi.


"Papa," Jawab Jevano tersenyum tipis hingga membuat Deri tersenyum bangga saat Jevano anak semata wayangnya itu hendak menyuapi dirinya.


"Nah udah wajar banget kan yah... kalau di hari spesial begini suapan pertama dan kedua itu diberikan kepada orang tua," Ucap MC itu.


"Iya betul!" Seru beberapa tamu undangan yang tahu maksud kemana arah ucapan MC itu.

__ADS_1


"Kalo begitu suapan ketiga, suapan terkahir. Buat siapa dong? Berarti ini spesial banget ini ya! Ada gak kira-kira Jevano?" Tanya MC itu lagi.


"Jangan bilang itu Yura," Batin Carisa. "Lagian Jevano masih belum pulih kan ingatannya? Dia gak mungkin bakal ninggalin aku karena perempuan itu kan?" Batin Carisa gugup karena dirinya saat ini berada di sebelah Yura.


"Carisa, pasti dia. Jevano belum ingat apapun," Batin Yura.


"Carisa," Ucap Jevano membuat para tamu undangan heboh, apalagi teman-teman satu sekolah Jevano.


"Wah aku kira bakal kasih ke Yura, fix Yura udah di gantiin posisinya tuh"


"Iya eh, aku juga kira Yura. Kasian ya dia,"


"Lihat deh mukanya, Yura kesel banget tuh"


"Carisa kalo dandan cantik juga ya, eh baru sadar itu mereka bajunya emang couple gak sih? Mama Jevano sama Carisa bajunya sama, sama ibu-ibu yang itu juga," Tunjuk gadis itu pada Ayu.


"Itu Mama Carisa ya?"


"Lah iya? Wah pasti ada apa-apa nih, mereka saudara an ya?"


"Loh bukannya Jevano sama Carisa lagi pacaran ya?"


"Dulu setiap kamu ulang tahun yang kasih suprise aku Jev, aku juga yang kamu kasih suapan ketiga itu. Sekarang aku udah bukan siapa-siapa kamu lagi," Ucap Yura dalam hati.


Carisa pun tersenyum lebar saat Jevano ternyata menyebut namanya, dan melihat Yura yang sekilas menatapnya dengan tatapan tak sukanya.

__ADS_1


Namun Carisa pun tak ambil pusing pada hal itu, "Ayo Teh Carisa silahkan naik ke sini," Panggil MC itu memanggil Carisa.


__ADS_2