How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
96


__ADS_3

"Kenapa?" Tanya Jevano pada Haris karena dari ketiganya, Haris lah yang menatap wajahnya dengan aneh.


"Gak papa Jev," Jawab Haris namun tetap memperhatikan sikap Jevano.


Tadinya Jevano sangat merasa bersyukur saat Carisa tadi memeluknya dengan sigap, saat gadis itu baru saja tiba. Betapa senangnya Jevano saat Carisa masih berpikir kalau dirinya belum mengingat apapun, hingga semakin membuat Jevano ingin terus berbohong pada Carisa, kalau dirinya belum mengingat apapun.


Karena Jevano yakin sekali, kalau dirinya mengatakan kalau dirinya sudah ingat semuanya. Sudah dipastikan Carisa tidak akan lagi bersikap seperti itu lagi padanya, pikir Jevano.


"Tante Tiara favorit banget dah emang, tahu aja kita mau datang. Kamar inap Jevano langsung di isi makanan enak anjir," Ucap Haris membuka kulkas.


Jevano hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tak heran, "Makan terus Ris! Gak di rumah, gak disini juga gitu ya!" Protes Jevano.


"Lah kan? ini Jevano kok bisa tahu aku sering gitu di rumahnya? Perasan selama dia sakit gak pernah jenguk ke rumah dah," Ucap Haris dalam hati.


Reno dan Naufal pun saling bertukar tatap, "Apa?" tanya Naufal.


Reno pun mengedipkan matanya sebanyak dua kali, "Gak papa," Jawab Reno.


"Eh keknya kita mikirnya samaan deh," Ucap Naufal pelan.


"Oh ya? Apa coba tebak apa yang lagi aku pikirin?" Tanya Reno.

__ADS_1


"Jevano masih amnesia gak sih?" Tanya Naufal mengecilkan suaranya.


"Fix kita kayaknya emang sepemikiran," Jelas Reno lalu menatap Haris yang kebetulan sedang menatap dirinya dan juga Naufal secara bergantian.


Carisa? Dirinya sedang sibuk berbicara dengan Jevano.


"Tadi kamu kecarian aku ya di sekolah?" Tanya Jevano.


"Hah? Gak kok, aku gak nyariin. Malah Tante Tiara,"


"Mama Ca," Potong Jevano.


"Iya iya, namanya aku belum biasa. Gimana sih," Jawab Carisa mengerucutkan bibirnya.


"Jevano ih!" Ucap Carisa kesal allu bangkit dari duduknya dan beralih pada teman-temannya.


"Eh Aurel tadi bilang apa Ca?" Tanya Naufal.


"Bilang apa maksudnya?" Tanya Carisa balik.


"Itu... kenapa dia sama Leon balik dulu, Aurel gak ada bilang apa-apa?" Tanya Naufal hati-hati.

__ADS_1


"Hmm... kasih tahu gak ya?"


"Kasih tahu Ca, kasihan banget itu galau in Aurel gak ketemu Aurel dia tuh seharian" Ejek Reno membuat Jevano menggeleng-gelengkan kepalanya tak heran.


"Aelah Fal, makanya tembak lah. Kasih kepastian sama Aurel," Sahut Haris.


"Ck ada aja halangannya tau gak" Jawab Naufal menyenderkan badannya di kursi sofa rumah sakit.


"Kasian banget temen kita hahaha" Ucap Reno mengasihani Naufal.


"Haha," Tawa Carisa. "Gak ada bilang apa apa kok Fal, cuma tadi Aurel bilang Mama nya nyuruh dia pulang sama Leon. Terus nanti dia nyusul. siap magrib gitu lah," Jelas Carisa.


"Serius itu aja Ca?" Tanya Naufal membuat Carisa menganggukkan kepalanya.


"Oh iya Ca, kamu tahu gak Aurel dekat sama cowo siapa aja?" Tanya Naufal.


"Aelah Fal macam kamu gak tahu Aurel gimana aja, dia tu kan paling anti sama kecuali sama kamu" Goda Haris lagi.


"Ck, udah deh Ris! Diemm, buat orang baper terus heran" Ucap Naufal menggerutu.


"Gak seru kamu," Sahut Haris.

__ADS_1


"Eh Ris kupasin apel dong," Pinta Jevano.


__ADS_2