How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
97


__ADS_3

"Eh Ris kupasin apel dong," Pinta Jevano.


"Ck kipas sendiri kan bisa Jev," Gerutu Haris namun tangannya mengambil buah apel dan pisau untuk mengupas apel untuk Jevano.


"Kan lagi sakit hehe," Sahut Jevano cengar-cengir.


"Manja!" Seru Haris, Naufal, Reno, dan Carisa serentak.


"Eh kok jadi samaan sih hahaha" Kekeh Carisa begitu pun yang lainnya terkekeh kecil termasuk Jevano.


"Kupas banyak deh Ris, kita-kita juga mau. Bentar aku ambil piringnya oke, jangan marah" Ucap Reno yang mengetahui kalau Haris hendak mengomel padanya.


Karena Reno tahu betul, bukan gasu lagi namanya. Tetapi, menang sudah hapal sekali dengan Haris yang notabenenya gak suka disuruh-suruh.


Walaupun nyatanya, Haris mengomel-ngomel pun pasti akan melakukan apa yang sekiranya jika temannya meminta bantuan darinya.


Seperti mengupas apel, contohnya wkwk.


"Leon ih!" Kesal Aurel menggoyang-goyangkan badan Leon namun tidak ada pergerakan dari pria tersebut.


"Kenapa Rel?" Tanya Mama Aurel.


"Ih Ma... ini Leon tadi udah janji mau ngantar Aurel ke rumah sakit. Tapi malah ngebo! Mana sudah di bangunin lagi hih!" Kesal Aurel menggerutu pada Mama nya.


"Loh siapa yang sakit?" Tanya Mama Aurel.


"Jevano Ma... tadi pagi dia masuk ke rumah sakit, tapi gak papa kok. Besok pagi udah di bolehin pulang, tapi tetap aja kan Aurel mau jenguk sahabat Aurel" Kesal Aurel lagi.


"Cie yang udah anggap sahabat lagi," Goda Mama Aurel.


Mama Aurel salah satu orang yang juga mengetahui, sebab dan akibat apa yang menyebabkan hubungan anaknya dengan Naufal, Haris, dan yang lainnya sedikit meregang.

__ADS_1


"Ya udah ayo Mama aja yang antar, nanti pulangnya di jemput Leon" Jelas Mama Aurel.


"Gak mau Tante, Aurel bandel. Gak mau di bilangin," Kesal Leon.


"Aduh ih, apasihh. Berisik tau gak! Kalo gak mau ya udah!" Kesal Aurel melempar bantal sofa pada Leon.


"Aw!" Ringis Leon. "Duh Tante lihat tuh!" Kesal Aurel.


"Aurel gak boleh gitu sama Abang kamu," Nasihat Mamanya.


"Biarin! Ngeselin banget heran! Ma Aurel pergi sendiri aja deh di antar supir, malas nanti berantam sama dia kalo dia yang ngantar. Nanti Aurel balik sama Naufal aja deh ya Ma," Izin Aurel.


"Ya udah, berani kan?" Tanya Mama Aurel.


"Berani kok Ma," Jawab Aurel.


Ting!


...Room Chat...


Carisa :


Nitip dong


Beliin es kirim hehe, nanti uangnya di ganti Jevano


^^^Aurel:^^^


^^^Jadi kok, ini aku mau gerak nih^^^


^^^Mau es krim apa kalian?^^^

__ADS_1


"Eh mau es krim apa kata Aurel?" Tanya Carisa.


"Bebas deh bebas, gak mau ngerepotin Aurel hehe" Ucap Reno.


...Room chat ...


Carisa :


Bebas Rel


Yang kelihatannya enak dehh pokoknya


^^^Aurel :^^^


^^^Okeyyyy^^^


Carisa :


Makasih Aureeeel


Read


"Eh Ca seingat aku, kamu emang sengaja gak kasih tahu Aurel ya?" Tanya Haris yang mulutnya tidak bisa di kontrol.


"Hah? Kasih tau apa?" Tanya Carisa binggung.


Bukan hanya Carisa saja yang binggung dengan pertanyaan yang di lontarkan Haris barusan, namun juga Reno, Naufal dan bahkan jrhani pun tidak mengerti kemana arah pertanyaan Haris pada Carisa.


"Kasih tau apa dah?" Tanya Naufal.


"Itu lo... tunangan kamu sama Jevano" Heboh Haris.

__ADS_1


Membuat Reno dan Naufal menutup mulut Haris rapat-rapat, sedangkan Jevano pun melototi Haris dengan tatapan mautnya.


"L...loh? Kamu tahu dari siapa? Kamu ya?!" Seru Carisa menunjuk Jevano.


__ADS_2