How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
150


__ADS_3

10 menit kemudian.


Ceklek


Jino pun masuk ke dalam ruang BK, namun berapa terkejutnya dirinya saat melihat Carisa yang sedang berantakan dan terdapat cakaran luka di wajahnya. Begitu pun juga dengan seorang gadis yang berada di sebelah Carisa, yang memiliki darah di ujung bibirnya dan rambut yang sama berantakannya dengan Carisa.


"Carisa?" Ucap Jino hendak menghampiri Carisa namun tertahan.


"Kamu yang namanya Jino?" Tanya Bu Cika.


Jino pun menoleh, "Iya Bu? Ada apa ya Bu?" Tanya Jino binggung.


"Kamu kenal dengan kedua gadis ini?" Tanya Bu Cika.


"Saya kenal Carisa Bu, tapi ya ini... saya gak kenal sama sekali" Jelas Jino benar adanya.

__ADS_1


"Ck rasain! Mampus! Sakit hati kan kamu gak dikenal sama Jino hahahaha" Tawa Carisa dalam hati sambil menatap remeh pada Tasya.


Cika pun menghela nafasnya kasar, lalu menjelaskan kronologi bagaimana keduanya dapat bertengkar dan berakhir berada di ruang BK seperti ini.


"Kamu bersedia gak ngasih akun Instagram kamu ke dia?" Tanya Cika.


"Gak Bu, akun saya cuma buat orang tertentu aja. Yang folow akun saya cuma orang yang dekat sama saja aja Bu. Mungkin itu alasan Carisa gak kasih perempuan ini Bu," Bela Jino.


"Kamu dengar kan Tasya, Jino tidak ingin memberikan user akun dia sama kamu. Udah jelas kan? Carisa, kamu juga salah disini. Tidak seharusnya kamu menjambak Tasya hanya karena mendengar makian dari dia, kalian berdua ibu skor selama 3 hari. Jino kamu sudah bisa keluar," Ucap Bu Cika.


"Apa mereka ribut cuma gara-gara akun ig aku? Astaga... Carisa aneh aneh aja deh, mukanya sampe di cakar gitu lagi" Batin Jino.


"Puas?" Tanya Jevano mendatangi Jino tiba-tiba, hingga membuat langkah Jino pun terhenti seketika.


"Puas udah buat cewe aku ah ralat, tunangan aku jadi awut-awutan sampe di cakar gara-gara ributin kamu? Dan pasti dia di skor kan itu di dalam?" Tanya Jevano.

__ADS_1


"Ah... maaf ya? Gak penting juga kan?" Ucap Jino malas untuk meladeni Jevano, dan memilih untuk pergi lalu menabrak bahu Jevano secara sengaja.


"Udah-udah gak usah ikut-ikutan ribut juga, nama kamu udah banyak di buku hitam sekolah. Gak usah di tambah lagi deh, kita udah mau tamat" Nasehat Reno dan Jevano pun menurut karena ingin segera menghampiri Carisa dan membawa gadisnya ke ruang UKS untuk diobati.


Carisa yang baru saja keluar dari ruang BK bersamaan dengan Tasya pun menatap Jevano, sedangkan Tasya langsung di sambut oleh antek-anteknya dan segera meninggalkan Carisa dan yang lainnya.


"Ca kamu gak papa? Mau ke UKS? Ayo kira ke UKS dulu, obatin dulu ini pipi kamu" Ucap Jevano khawatir.


"Aku gak papa, tapi yaudah deh yuk. Aku juga takut pipi aku infeksi gara-gara kuku jorok cewe itu," Ucap Carisa yang masih merasa kesal pada Tasya.


"Hishh kamu itu tadi kenapa sih sama diaa" Tanya Aurel penasaran dan heboh.


"Nanti deh aku cerita Rel, aku izin dulu ya! Nanti tolong bilangain ke Bapak aku ke UKS dulu," Pamit Carisa.


"Yaudah buru, itu pipi kamu di obatin dulu sama ayang" Suruh Aurel .

__ADS_1


"Ayo Ca," Ajak Jevano.


__ADS_2