How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
13


__ADS_3

"Ck, malas banget turun lagi ke bawah. Mau makan dimana? Tanya Jevano.


"Cafe biasa aja sih," Jawab Harus dan Jevano pun langsung menutup panggilan itu setalah mendapat jawaban dari Haris, hingga membuat Haris kesal bukan main.


"Katanya sih ke Cafe, atau kamu mau pakai hodie aku aja? Terus pakai rok itu," Tunjuk Jevano pada rok sekolah di atas lutut kaki Carisa.


"Boleh deh," Ucap Carisa.


"Mau mandi dulu?" Tanya Jevano.


"Nanti aja deh, pas pulang ke rumah. Oh iya cafe nya panas gak?" Tanya Carisa.


"Engga kok, pakai AC" Jawab jevano sambil membukakan lemari bajunya. Namun sedetik kemudian setelahnya Jevano membalikkan badannya, "Kamu malas mandi ya?" Tanya Jevano membuat Carisa malu bukan main.


"Apa sih! Gak kok, aku suka mandi. Cuma sekalian aja, nanti pas pulang pasti mandi lagi, jadi ya sekalian mandi aja gituu" Cicit Carisa membuat Jevano menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Nih!" Ucap Jevano memberikan Carisa hodie bewarna abu-abu pada Carisa.


"Aku tunggu di bawah ya, kalo mau ganti baju pintunya di kunci. Takut ada yang masuk," Ucap Jevano dan Carisa pun menganggukkan kepalanya mengerti. "Ya udah aku keluar," Lanjut Jevano.


"Makasih ya Vano!" Ucap Carisa dan Jevano pun hanya berdehen saja dan keluar dari kamar lalu menutup pintu kamarnya rapat.


"Wah kamarnya Jevano rapi banget deh," Puji Carisa menelisik setiap sudut kamar Jevano dengan perasaan kagum.


"Banyak mendali juga," Ucapnya. "Eh? Astaga! Carisa gak sopan!" Ucap Carisa langsung beres-beres dan keluar dari kamar Jevano setelah mamakai hodie Jevano.


"Udah Ca?" Tanya Haris dan Carisa pun menganggukkan kepalanya. "Lia udah pulang ya?" Tanya Carisa dan mereka pun mengiyakannya.


"Ini yang bawa mobil masing-masing gitu?" Tanya Reno.


"Ya terus? Aku mah malas kalo balik lagi kemari," Ucap Naufal.

__ADS_1


"Rame banget anjir," Sahut Reno.


"Rin, kamu mau gabung sama siapa? Aku? Reno? Apa Haris? Kalo Jevano kayaknya naik motor," Ucap Naufal.


"Engga, aku naik mobil sama Carisa" Jawab Jevano yang saja kembali entah dari mana, dan di tangannya sudah ada kunci mobil.


"Oh.. Ya udah mau sama siapa Rin? Sama aku aja mau gak?" Tanya Haris.


"Hm... boleh deh, aku sama Haris aja" Jawab Rina tak enak menolak Haris. Padahal sebenarnya dari lubuk hatinya yang paling dalam, dirinya ingin berada di mobil yang sama dengan Jevano.


"Ya udah ayo gerak, nanti keburu malam" Saran Nauf dan mereka pun langsung segera bergegas untuk segera menuju cafe yang akan mereka tuju.


Carisa awalnya agak binggung, soalanya Jevano membawa sebuah selimut dari dalam rumah. Saat. seru masuk mobil, Jevano bahkan alngsung memberikan selimut itu pada Carisa.


"Nih ambil," Ucap Jevano.


"Hah?" Tanya Carisa binggung.


"Aku tahu kamu pasti gak nyaman kalo pake rok sekolah itu, kependekan kan? Beda sama sekolah disana, yang roknya panjang sampai mata kaki" Jelas Jevano.


Jevano pun menyalakan mesin mobil, dan berjalan beriringan dengan mobil teman-temannya. Tidak ada pembicaraan sama sekali, keduanya sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Carisa dan Jevano, sama-sama menatap lurus ke depan.


"Kapan mau confess Rin?" Tanya Haris tiba-tiba hingga membuat Rina tersentak.


"Hah? Maksud kamu?" Tanya Rina.


"Kamu suka kan sama Vano? Kapan mau confess ke dia?" Tanya Haris menatap lurus ke depan.


"Kamu bicara apa sih Ris? Siapa juga yang suka sama Jevano? Aku sama dia temanan aja kok, lagian juga" Ucap Rina di potong Haris.


"Gak usah bohong, kita semua juga tahu. Kamu beda aja gitu kalo udah ke Jevano, kentara banget! Kamu apati gak enak sama Yura karena dia teman dekat kamu kan?" Tebak Haris.

__ADS_1


Rina pun menghela nafasnya kasar, "Kelihatan banget ya kalo aku suka sama Jevano?" Tanya Rina menundukkan kepalanya.


"Ya gitu deh," Jawab Haris.


"Jevano tahu gak Ris?" Tanya Rina.


"Em... gak tahu juga sih, Jevano gak pernah bahas juga. Yang lain juga gitu, kita gak ada bahas kamu nya juga sih. Jadi aku gak tahu," Ucap Haris bohong karena ingin menjaga perasaan gadis itu.


Dan Rina pun menganggukkan kepalanya mengerti, dan percaya-percaya saja dengan ucapan Haris.


"Kayaknya aku sama Jevano itu emang gak mungkin banget deh Ris, kamu lihat sendiri kan? Kalo Jevano itu sukanya sama cewe yang gimana? Dia suka sama kayak modelan Yura, sedangkan aku sama Yura itu berbanding terbalik banget" Jelas Rina curhat.


"Iya sih, kamu beda sama Yura yang dikit-dikit langsung rengek gak jelas ke Jevano" Ucap Haris sambil mengikuti gaya bicara Yura yang suka menye-menye ke Jevano dan itu membuat Rina tertawa pelan.


"Nah kan, kamu ketawa nya aja anggun. Lah si Yura? Aduh udah deh, gak ngerti lagi" Jelas Haris terkekeh geli.


"Kamu ya! Gak bagus melebih-lebihkan kayak gitu... Yura itu baik kok cuma caranya aja yang beda," Jelas Rina.


"Iya sih, cara orang baik ke orang lain itu beda-beda. Cuma cara dia ngomongnya aja yang manja, gak tau deh itu Jevano kenapa bisa suka cewe yang modelan kayak gitu. Di pelet apa ya sama si Yura?" Ucap Haris asal dan bercanda.


"Menurut kamu Yura sama Carisa sama juga gak si kepribadiannya?" Tanya Rina tiba-tiba.


"Kayaknya gak deh, aku lebih suka ngobrol ke Carisa daripada Yura. Kenapa? Kamu cemburu ya Jevano kayak gitu ke Caca?" Tanya Haris.


"Hah? Caca?" Tanya Rina.


"Iya Caca! Itu tu panggilan sayang aku ke Carisa hehe," Jawab Harus cengar-cengir membuat Rina mendelikkan matanya malas.


"Eh tapi nih ya! Menurut aku Carisa itu gak se menye-menye Yura sih, tapi agak clingy dikit aja gitu. Terus juga lebih banyak ngomong yang lebih bermanfaat, kalo kamu mah bicara nya cuma bicara seperlunya aja, mana si Jevano juga gitu lagi"Jelas Haris.


"Itu yang aku maksud, kepribadian aku sama Jevano itu sama cuma beda dikit aja. Makanya kita gak bakal cocok, bagusnya cuma sebatas temanan aja" Ujar Rina sadar diri.

__ADS_1


Sesampai mereka di cafe, mereka pun memesan makanan sesuai apa yang mereka inginkan. Carisa duduk di sebelah Rina, dan di sebelah Carisa ada Jevano. Sedangkan di kursi depan ada Naufal, Haris dan juga Reno.


"Eh Rin balik sama siapa nanti?" Tanya Reno.


__ADS_2