How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
126


__ADS_3

"Ini kalian serius an gak ada yang bawa mobil satu pun?" Tanya Jevano pada teman-temannya dengan tatapan tak percaya.


"Carisa kesini bareng sama kalian?" Tanya Jevano membuat Carisa menganggukkan kepalanya sendiri.


Saat ini kelimanya sedang menuju perjalanan menuju ke sekolah, dengan menaiki mobil Jevano. Hari ini adalah hari spesial Jevano, maka untuk hari ini Jevano tidak di perbolehkan oleh teman-temannya untuk menyetir mobil.


"Wah kalian pinter juga ya by the way makasih ya, kaget banget sih" Ucap Jevano tak terduga.


"Carisa tuh yang punya ide," Ucap Haris membuat Jevano mengecup kepala Carisa dan membisikkan 'Terina kasih" pada Carisa.


"Eh nanti dresscode nya emang harus warna putih ya Jev?" Tanya Naufal.


"Hooh kan udah ada kan di undangannya," Jawab Reno.


"Jevano Ren, bukan kamu" Ucap Haris.


"Lagi cosplay jadi Jevano," Jawab Reno asal.


"Kalian nanti pokoknya datangnya cepet, gak mau tahu" Ucap Jevano.

__ADS_1


"Pasti lah, yakali gak. Gila apa," Jawab Haris. "Banyak makanan enak lagi, nanti pinjam Tupperware Tante boleh gak ya Jev? Lumayan kan hehe," Canda Haris.


"Yeu makan Mulu Ris, heran" Cicit Carisa.


"Kenapa Caca? Caca mau juga? Kan Caca sama aa' Jeje yang punya acara," Ucap Haris dengan nada bicara yang manja.


"Jauh-jauh deh Ris!" Ucap Jevano yang merasa geli saat melihat Haris yang duduk di sebelahnya itu bertingkah laku seperti itu.


"Aku turunin juga nih Ris," Ucap Naufal membuat Haris langsung terdiam.


Carisa pun menertawai Haris tak heran, "Lucu ya kamu" Ucap Carisa.


"Siapa yang lucu?!" Tanya Jevano.


Naufal baru saja masuk ke dalam kelasnya, tadinya Jevano dan Haris ke toilet dulu sebelum masuk ke dalam kelas. Sedangkan Reno, hendak ke ruang OSIS untuk membantu adik-adik tingkatnya. Karena Minggu depan, mereka akan merekrut anggota pengurusan OSIS untuk sekolah.


"Naufal," Panggil Rina menghampiri Naufal yang baru saja meletakkan tas punggungnya di gantungan meja belajar miliknya.


"Kenapa Rin?" Tanya Naufal.

__ADS_1


"Nanti kamu pergi kan?" Tanya Rina.


"Pergi ke?" Tanya Naufal.


"Ulang tahun nya Jevano lah, siapa lagi. Kamu pergi kan?" Tanya Rina.


"Iyalah pergi, masa gak datang. Bisa di coret dari KK pertemanan kalo gak pergi," Jawab Naufal bercanda dan tekekeh pelan.


"Apasih Fal, hahaha emang ada ya gitu an?" Tanya Rina terkekeh. "Oh Iya, aku boleh pergi bareng kamu aja gak? Soalnya supir aku lagi cuti, tadi aja aku di antar sama Papa sekalian kerja. Untung gak telat," Ucap Rina bohong.


Nyatanya, Rina hanya ingin membuat hubungan Aurel dan Naufal kembali renggang saja.


"Duh maaf Rin, tapi aku bukannya gak mau pergi bareng. Tapi aku udah janji mau pergi bareng Aurel, aku takut Aurel salah paham lagi. Aku mau naga perasaan pacar aku," Tolak Naufal langsung.


"O..oh gitu, kamu udah buang aku ya sekarang? Ya udah gak papa deh, lagian kan aku gak penting. Bukan prioritas kamu juga,"Ucap Rina hendak berbalik membuat Naufal merasa tak enak hati.


Naufal pun mengaruk tengkuk lehernya yang tak gatal itu, "Eh Rin" Panggil Naufal saat Rina hendak meninggalkan mejanya.


"Ya? Kenapa?" Tanya Rina penuh harap.

__ADS_1


"Ya udah nanti aku jemput ya," Ucap Naufal membuat Rina tersenyum senang.


"Okeyy, thankss" Ucapnya senang, dan merasa dirinya memang dari Aurel.


__ADS_2