
Jevano sengaja bersikap seperti itu, Jevano tidak ingin dirinya terlihat posesif terhadap Carisa dan hanya akan membuat wanitanya akan merasa tidak nyaman dengan perlakuannya. Karena menurut jeganox kalau dirinya bertingkah posesif, Carisa pasti mau tidak mau akan membohonginya lagi. Seperti beberapa waktu yang lalu, Carisa pergi ke mall tanpa sepengatahuannya.
Jevano akan menunggu, sampai Carisa menjelaskan itu dengan sendirinya. Walaupun ada beribu pertanyaan di kepala Jevano, kalau Carisa tidak menjelaskan apapun. Jevano akan bertekad, kalau dia akan tetap diam saja dan tidak akan bertanya soal apapun sebelum Carisa sendirilah yang menjelaskannya.
Aurel, Reno, dan Naufal baru saja sampai. Namun Reno langsung lagi menarik keduanya untuk mundur, "Eh kenapa sih?!" Tanya Aurel kesal.
"Stttt itu keknya lagi gak enakkan mereka, kita tunggu aja disini," Ucap Reno yang tahu kalau Jevano pasti tadi sempat bertemu dengan Jino di UKS.
"Kenapa emangnya mereka?" Tanya Naufal.
"Itu tadi Jino yang ngobatin Carisa, pasti mereka berdua lagi panas dingin itu. Kita tunggu disitu aja, ayo!" Ajak Reno menarik keduanya untuk duduk di kursi yang tak jauh dari ruang UKS yang berada di dekat kelas X MIPA.
"Jev," Panggil Carisa akhirnya.
"Hm," Jawab Jevano.
__ADS_1
"Pelan-pelan sakit," Ucap Carisa bohong.
"Iya, ini udah pelan-pelan" Jawab Jevano dingin.
Carisa pun memanyunkan bibirnya, "kamu marah sama aku?" tanya Carisa.
"Engga kok, aku gak marah. Aku cuma gak suka aja lihat Jino di dekat kamu, aku juga gak larang. Gak marah pokoknyaa," Jawab Jevano bohong.
"Itu tadi Jino langsung narik aku ke UKS, terus dia maksa buat obatin dia. Seharusnya Reno, tadi Bu Rina suruh Reno antar aku ke UKS. Terus ketemu sama Jino, aku langsung di Tarim gitu aja sama dia. Maaf," Ucap Carisa menundukkan kepalanya.
"Tadi aku ribut di toilet," Jawab Carisa.
"Hah? Kon bisa sih... astaga Ca, sampe luka kayak gini? Kamu di cakar? Sama siapa? Bilang sama aku," Tanya Jevano.
Carisa pun menceritakan kejadian yang dialaminya 30 menit yang lalu pada Jevano, hingga membuat ejagni kesal sendiri saat mendengarnya. Rasanya ingin sekali Jevano mendatangi Naura, dan juga antek-anteknya.
__ADS_1
Namun Carisa tidak memberikan izin, dan memberi alasan kalau Bu tika sudah memberikan hukuman kepada ketiganya.
"Bagus!" Ucap Jevano menepuk-nepuk kepala Carisa bangga, "Aku bangga sama kamu. Kamu ngelawan mereka, gak diam aja di tindas kayak gitu, maaf ya? Gara-gara aku pacar aku ini jadinya di omongin yang enggak-enggak sama siswa/siswi di sekolah ini" Ucap Jevano.
"Ya resiko pacaran sama orang ganteng ya gini!" Omel Carisa.
...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
Malam ini Carisa akan menginap di rumah Jevano. Tiara, Deri, Carisa, Naufal, Reno, dan juga Haris hendak memberikan surprise untuk Jevano. Tentunya, tanpa sepengetahuan pria itu
Awalnya Aurel ingin ikut, namun tidak di beri izin. Apa boleh buat, lagian maklum aja. Tidak mungkin Aurel memberikan Mama nya, untuk tinggal sendirian di rumah walaupun hanya semalam saja.
"Eh Ris? Lilinnya tadi sama kamu kan?" Tanya Carisa.
"Aman Ca tenang, aman. Nih," Ucap Haris memberikan lilin pada Carisa.
__ADS_1