
"Heh? Kenapa?" Tanya Reno saat melihat Jevano yang sedang melamun.
"Eh? Ha? Kenapa?" Tanya Jevano.
"Kamu kenapa sih? Akhir-akhir ini udah kayak bapak-bapak yang lagi mikirin usahanya yang bakal rugi aja," Tanya Reno.
"Carisa Ren, gimana kalo Carisa hamil anak aku?" Tanya Jevano.
"Gimana ya Jev, kamu kira-kira mau tanggung jawab gak? Kalo mau ya tinggal nikah, aku tahu kamu itu pasti cowo. bertanggung jawab kok Jev. Kamu gak mungkin kan lepas tanggung jawab gitu aja?" Tanya Reno.
"Tapi Carisa benci sama aku," Sahut Jevano.
"Aku juga binggung deh Jev, mau respon gimana. Soalnya ini kesalahan kalian berdua juga sih yang sama-sama mau," Ucap Reno seadanya.
Jevano pun menghela nafasnya kasar, "Dia sempat ngeberontak gitu sambil nangis. Tapi akunya maksa," Ucap Jevano yang menyalakan dirinya sendiri.
"Ingat Jev, kamu ada riwayat tipes. Awas kambuh gara-gara banyak pikiran," Ucap Reno memperingati temannya itu.
...🐈⬛🐈⬛🐈⬛...
Carisa baru saja pulang dari sekolah, dan diantar pulang oleh Jevano. Tadinya Carisa sempat berdebat sed8kit dengan Jevano, soal Carisa yang mulai besok ingin berangkat sekolah bersama dengan Leon.
Bahkan Carisa menegaskan kalau dia hanya mau berangkat sekolah bersama Leon saja, namun juga pulang sekolah pun harus bersama Leon. Hingga membuat Jevano kesal, dan frustasi bukan main.
Sebenarnya kalau boleh jujur, Jevano sadar diri dan tidak memiliki hak untuk melarang Carisa harus ini dan itu. Namun karena mereka sudah melakukan itu, membuat Jevano merasa kalau Carisa adalah miliknya seutuhnya.
Namun kembali lagi pada kenyataan sebenarnya, nyatanya Carisa sangat membenci Jevano. Bahkan Jevano sudah menghancurkan segalanya dari hidup Carisa, hingga mau tidak mau Jevano pun menuruti kemauan gadis itu.
Carisa juga meminta Jevano untuk tidak berhubungan dengannya lebih dekat, dan meminta Jevano untuk melupakan kejadian malam itu begitu saja.
Carisa masuk ke rumahnya dalam keadaan wajah yang kusut, karena kesal pada Jevano. Carisa masuk dengan membanting pintu kamarnya dengan kuat, Carisa tahu di rumahnya tidak ada siapa-siapa termasuk asisten rumah tangga yang sudah pulang.
Dan kedua orang tuanya, yang akan selalu pulang di saat dirinya sudah tidur.
__ADS_1
"Huek..." Ucap Carisa tiba-tiba mual dan menutup mulutnya.
"Huek..." Ucap Carisa lagi dan langsung berlari ke wastafel dapur.
Carisa pun memuntahkannya, namun hanya air lah yang keluar. "Masuk angin apa?" Guman Carisa.
Carisa pun meminum air hangat, dan langsung bergegas menaiki tangga menuju kamarnya. Namun saat di depan pintu Carisa teringat akan sesuatu, seharusnya dia datang bulan kemarin ataupun kemarin lusanya lagi.
Carisa pun mengehentikan langkah kakinya, dan duduk di depan sofa yang terdapat di depan pintu kamarnya. Carisa membuka ponselnya, dan mencari tanda-tanda kehamilan di google.
Mata gadis itu langsung terbelalak, disaat dirinya melihat beberapa tanda itu adalah beberapa hal yang sedang di alaminya saat ini juga.
Tangan Carisa bergemetaran, Carisa takut kalau hal buruk menurutnya itu akan benar-benar terjadi padanya. Bagaimana nnti kalau ini bear? Carisa merasa dirinya belum siap, Carisa belum siap untuk menjadi seorang ibu.
Bahkan masa depannya yang cerah, akan hancur begitu saja dengan kehadiran satu nyawa yang berada di rahimnya.
Carisa pun berusaha untuk berpikiran positif,"Gak ini gak mungkin. Pasti aku cuma masuk angin aja, tadi siang aku gak makan, iyakan? Pasti ini," Ucap Carisa percaya diri lalu bangkit dari duduknya dan memilih untuk masuk ke dalam kamarnya.
"Jevano pulang..." Ucap Jevano lemas saat masuk ke dalam rumahnya.
Ah iya, usai mengantar Carisa pulang sekolah tadi. Jevano tidak langsung pulang ke rumahnya, melainkan Jevano pergi keluar bersama Naufal untuk menetralkan pikirannya dan bercerita pada temannya itu.
Dan sekarang, sudah menunjukkan pukul 11 malam.
"Astaga Vano! Jam segini baru pulang! Mana masih pakai seragam sekolah lagi!" Omel Tiara melihat anaknya yang kembali pada kebiasaan lamanya sebelum bertemu dengan Carisa.
Dulu saat Jevano masih baik-baik saja bersama Carisa, Jevano tidak pernah pulang dengan wajah lesu, memakai seragam sekolah, dan pulang di bawah jam 11 malam.
But? Sekarang? Jevano sudah kembali pada kebiasaan lamanya, persis saat dirinya belum mengenal Carisa sebelumnya.
Tiara pun menghidupkan lampu, dan berapa terkejutnya Carisa saat melihat Jevano yang pulang dengan wajah pucat keringatan. Tiara yang panik pun, langsung mengecek suhu putra semata wayangnya itu dengan meletakkan tangannya di dahi Jevano.
"Astaga Jevano, sayang... badan kamu panas banget!" Ucap Taira khawatir pada putra semata wayangnya.
__ADS_1
"Ya udah ayo kita ke kamar kamu dulu, biar Mama telepon dokter" Ucap Tiara membantu Jevano berjalan untuk masuk ke dalam kamarnya.
Jevano pun menggelengkan kepalanya, dan menghentikan langkahnya. "Gak Ma... Jevano cuma demam biasa kok, gak usah panggil dokter. Besok pagi juga udah sembuh, trust me mom. Besok kali belum sembuh juga baru deh mama panggil dokter," Tutur Jevano lembut dan pelan karena lemas.
Tiara pun menghela nafasnya kasar, "Tapi Vano nanti kalo kamu kambuh" Ucap Tiara di potong Jevano
"Gak kok Ma Jevano cuma demam aja percaya deh, lagian udah malam. Kasian dokternya, Jevano juga capek Ma. Pengen tidur," Ucap Jevano lembut dan berlalu berjalan menuju kamarnya.
"Vano serius gak papa Nak?" Tanya Tiara lagi.
"Iya Ma.. gak papa kok," Jawab Jevano.
...🐈⬛🐈⬛🐈⬛...
"Tumben Ca belum di jemput sama Jevano? Biasanya udah stand by deluan sebelum kamu siap?" Tanya Ayu.
"Hari ini dan seterusnya Carisa berangkat sekolah sama Leon Ma, Kakak sepupunya Aurel tapi kita seangkatan. Gak papa kan Ma?" Tanya Carisa membuat Ayu menggerutkan keningnya
"Loh kenapa? Berantam lagi? Masih belum baikan kalian?" Tanya Ayu.
"Gak kok Ma, Carisa udah baikan sama Jevano. Tapi Carisa pengen ganti temen aja," Sahut Carisa cengar-cengir.
"Jadi ceritanya Jevano kamu buang nih, gitu?" Tanya Saka yang datang entah dari mana.
"Papa apaan sih, gak gitu tahu!" Seru Carisa.
"Itu Leon udah sampai di depan tuh," Ucap Saja.
"Oke deh, Pa Ma Carisa pamit ya!" Ucap Carisa menyalami kedua orang tuanya.
"Ma tumben Jevano belum turun? udah mau jam 7 loh? Gak berangkat sekolah sama Carisa? Meraka udah baikan kan?" Tanya Deri.
"Jevano demam Pa, tadi Mama udah telepon dokter tapi datangnya jam 8. Katanya sih udah baikan," Jawab Tiara.
__ADS_1