
"L...loh? Kamu tahu dari siapa? Kamu ya?!" Seru Carisa menunjuk Jevano.
"H... huh? O.. itu anu Ca," Ucap Jevano gugup binggung sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal.
"Kemarin itu Ca kita tahu gara-gara Jevano lagi telponan sama Mama nya, yang lagi ngomongin soal rencana acara tunangan kamu sama Jevano. Kita kok yang maksa Jevano buat cerita ke kita hehe, maaf ya Ca" Jelas Reno.
Carisa pun menghela nafasnya kasar, dan memutar bola matanya malas. "Kamu ih gak asik banget. Gak bisa jaga rahasia!" Omel Carisa.
Ceklek
"Haii anak-anak," Sapa Tiara yang baru saja tiba.
Carisa pun berjalan menuju Tiara, dan menyalami Tiara serta mengambil kantong plastik yang di genggam oleh Tiara. "Makasih ya sayang," Ucap Tiara ramah saat Carisa mengambil alih kantong plastik yang di bawanya.
"Gimana Jev? Udah mendingan kepalanya?" Tanya Tiara.
"Udah kok Ma," Jawab Jevano.
__ADS_1
"Wah Tante tahu aja kita disini lagi kelaparan," Ucap Haris tak tahu diri saat Carisa mengeluarkan rantang makanan dan juga beberapa camilan dari rumah.
"Gak tahu malu banget dah Haris, malu juga punya temen kayak kamu" Canda Naufal tekekeh pelan.
"Tante udah hapal banget, kalian pasti kesini tadi Tante udah pesan ke Carisa pas di telepon suruh kalian kesini temenin Jevano. Apalagi Haris tuh," Jelas Tiara tekekeh kecil dan sudah hapal dengan kebiasaan teman-teman dekat anaknya.
"Tante emang yang paling terbaik dan pengertian deh!" Ucap Haris memberikan jempol dua pada Tiara.
Tiara pun menggeleng-gelengkan kepalanya tak heran, sudah biasa rasanya baginya melihat Haris yang selalu bersikap seperti itu padanya.
"Kamu udah ngomong sama Carisa?" Tanya Tiara berbisik kecil pada Jevano.
"Temen-temen kamu?" Tanya Tiara membuat Jevano menggeleng-gelengkan kepalanya membuat Taira kembali menghelakan nafasnya kasar.
"Ya udah deh, kamu istirahat aja dulu. Mama mau balik ke kantor dulu. Bentar lagi Papa kamu kesini sama Om Saka," Jakes Tiara membuat Jevano menganggukkan kepalanya pelan.
"Mama pamit dulu ya?" Pamit Tiara mengelus pipi putra semata wayangnya itu, tidak lupa untuk mengecup kening Jevano.
__ADS_1
"Makasih Ma," Ucap jevano dan Tiara pun hanya menganggukkan kepalanya serta senyuman khas miliknya.
"Anak-anak Tante balik dulu ya, Ca Mama pulang dulu ya? Masih ada kerjaan di kantor, gak papa kan Mama tinggal?" Tanya Tiara.
"Iya Ma gak papa kok," Jawab Carisa.
"Tante titip Vano ya, jagain dia baik-baik!" Pinta Tiara.
"Siap Tante!" Seru semuanya.
...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
Siang ini Jevano sudah di bolehkan untuk pulang ke rumah oleh dokter, dan sudah melepas perban jahitan di kepalanya tadi pagi pukul 10.00 WIB.
Pulang kali ini, Jevano tidak di temani oleh Tiara, melainkan Papanya Deri. Karena Tiara hari ini ada rapat penting, dan Deri lah yang memiliki waktu luang bersama putra semata wayangnya.
Oh iya, ingatan Jevano juga sudah pulih seutuhnya. Jevano sudah dapat mengingat semuanya, hingga Carisa yang hadir sampai saat ini di sisinya.
__ADS_1
Jevano masih belum siap untuk memberitahu Carisa soal itu, takut kalau Carisa akan kembali bersikap acuh tak acuh padanya.