
"Dar!" Kejut Haris.
"Aaaa!" Kaget Carisa. "Ih Haris!" Gerutu gadis itu sambil memukul lengan Haris.
"Hehe maaf Ca," Cengir Haris. "Bicara apa kalian tadi?" Tanya Haris penasaran.
"Jevano siapa yang jagain?" Tanya Carisa mengalihkan pembicaraan.
"Naufal sama Aurel," Jawab Haris.
"Terus Reno kemana?" Tanya Carisa.
"Nyusul Yura tadi," Sahut Haris lalu menyandarkan punggungnya di kursi taman rumah sakit.
"Reno... nyamperin Yura?" Tanya Carisa terlihat terkejut.
__ADS_1
"Iya Ca, Reno ada urusan sama Yura. Bukan soal Jevano kok, tenang aja. Ini soal Rina," Jelas Haris dan Carisa pun hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Yura cantik banget ya Ris?" Ucap Carisa menundukkan kepalanya dan menatap pada kakinya yang sedang bergoyang di bawah sana.
"Iya dia makin cantik sih menurut ku, tapi ya gimana ya percuma aja sih itu. Kek berbanding terbalik aja sama sifatnya," Ucap Haris asal.
"Percuma gimana maksud kamu?" Tanya Carisa.
"Ya percuma aja Ca, Yura itu depan bisa jadi baik banget. Di belakang bisa jadi busuk banget juga, apalagi kalo udah di dekat Jevano. Pasti dikit-dikit 'Jevano' malasin banget," Ucap Haris samb meniru gaya bicara Yura yang selalu merengek pada Jevano.
Dan hal itu, berhasil membuat Carisa terkekeh kecil.
"Ck, biar aku kasih tahu nih ya Ca, Tante Tiara aja itu sampe kesel banget tahu sama si Yura ini. Yura ini suka hatinya banget perlakuin Jevano, mentang-mentang Jevano cinta mati banget sama nih cewe!"
"Yura selalu suka minta ini itu ke Jevano, yang minta anterin kesini lah kesitu lah. Sampe Jevano bahkan rela-rela in terbang dari Bandung ke Jakarta, gara-gara Yura ngerengek kalo dia habis kena pisau."
__ADS_1
"Jevano pikir lukanya sampe kepotong gitu jarinya sampe di bawah ke rumah sakit, apalagi dia rengek-rengek mampus gak jelas gitu. Jadi Jevano panik lah, eh sampe rumah sakit cuma seiris doang anjir," Kesal Haris.
"Eh sumpa? Ngaco kamu ah," Ucap Carisa tak percaya.
"Ck dia itu emang selebay itu sumpah, hati-hati deh Ca kalo mau dekat-dekat sama dia. Jangan deket-deket kalo bisa, omongannya emang manis banget tuh cewe. Dia lain di depan, lain di belakang juga nantinya."
"Bisa-bisa kamu di omongin di belakang, tapi kayaknya pasti ini bukan saran dari aku aja sih. Yang lain pasti sama kayak aku, termasuk Aurel. Yura juga suka marah tuh kalo Jevano kayak Quality time bareng kita, ayurs tuh maunya dia terus yang di urusin sama Jevano kayak bayi."
"Gak tau dah dulu Jevano di kasih pelet apa sama si Yura, untung bisa lepas. Pusing deh," Jelas Haris panjang lebar.
Drtt drtt drtt
Perhatian keduanya pun langsung teralihkan, pada ponsel Haris yang bergetar dan menampilkan nama 'Reno' di balik layar itu.
"Ini Reno ngapain ya nelepon aku?" Tanya Haris, lalu mengeser tombol hijau di ponselnya.
__ADS_1
"Hah? apa tuh beb?" Tanya Haris bercanda.
"Bab beb bab beb, eh ini kita-kita makan malam di rumah sakit aja gak? Mau ayam penyet? Mumpung lagi di depan nih," Tanya Reno pada Haris.