How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
39


__ADS_3

Carisa pun menganggukkan kepalanya pelan dan jujur, "Maaf ya aku lancang. Aku kok yang maksa Jevano buat cerita soal kamu," Ucap Carisa tak enak.


"Gak papa kok Ca, aku senang Jevano ngasih tahu kamu soal itu. Aku gak sanggup ceritanya soalnya ke kamu. Aku gak kuat Ca," Jelas Aurel menatap Carisa dan menghentikan langkahnya.


"Kamu kuat Rel, kamu ada aku, yang lain juga. Kita bakal selalu ada di sisi kamu kok Rel, kamu kalo ada apa-apa bilang aja. Kalo butuh teman cerita ayo aja, mau ketemuan atau teleponan, chat juga boleh terserah kamu."


"Aku disini buat kamu, kita ini temanan. Sahabat," Jdlas Cadusa menarik Aurel untuk lanjut jam menuju kelas mereka.


Dapat Carisa lihat, senyum manis kembali terukir di wajah Aurel yang sudah 1 Minggu lebih lamanya tidak dilihatnya. Karena Aurel izin karena sakit dan tidak masuk ke sekolah, karena masih menjalani pengobatan.


Walaupun, hingga saat ini Aurel juga tetap masih menjalaninya.


"Jev jadi tanding sama anak sebelah gak?" Tanya Haris.


"Jadi, Minggu depan kan? Nanti aku pulang sekolah mau latihan dulu," Jawab Jevano.


"Ikut gak Fal?" Tanya Reno pada Naufal.


"Ikut," Jawab Naufal seadanya.


"Nonton yok Ren? Bosan banget di rumah sendirian aja," Ajak Haris.


"Ayo-ayo aja sih tapi bsntuin aku nyusun proposal ya?" Jawab Reno.


"Siap Pak ketua, tapi by bye way, kenapa kamu yang ngerjain? Bukannya itu tugas sekretaris?" Tanya Haris sewot.


"Iya, udah selesai sih cuma mau revisi aja. Takut ada yang salah, kan gak lucu?" Ucap Reno menatap Haris tajam.


"Iya juga sih, terus itu Jev si Carisa gimana? Kamu kan balik tuh sama dia?" Tanya Haris.


"Lah iya! Aku minta tunggu aja deh nanti," Sahut Jevano dan yang lainnya pun menganggukkan kepalanya.


"Kantin la yok! Kantin belakang!" Ajak Haris.


"Ngajak sesat mulu, yaudah ayo!" Ajak Jevano merangkul tengkuk leher Haris.


"Aku skip," Sahut Reno.


"Kamu Fal?" Tanya Haris.


"Ikut lah!" Jawab Naufal semangat. "Goodbye friend!" Ucap Naufal pada Reno..


Reno pun memutar bola matanya malas, "Hati-hati ya kalian semua! Awas aja sampai kedapatan! Gak bakal aku bantuin deh, serius!" Peringat Reno.


"Iya Pak ketua, siap!" Jawab Naufal hingga membuat Reno mendengus kesal.

__ADS_1


"Ya udah yok lah, ke belakang!" Ajak Jevano.


Ketiganya pun pun langsung menuju ke tembok belakang sekolah, yang terdapat di paling ujung. Yang biasanya mereka gunakan untuk memanjat, apabila mereka datang terlambat ke sekolah.


Dan dimana, tempat itu mereka gunakan untuk tempat kabur dan bolos sekolah, jajan kantin enak, dan tempat duduk mereka jika mereka merasa bosan berada di dalam perkarangan sekolah.


Namun, baru akhir-akhir ini saja Jevano dan teman-temannya mau duduk di kantin yang berada di dalam sekolah. Karena sebelumnya, keempatnys bahkan memilih untuk memanjat tembok. Termasuk Reno juga, untuk makan di kantin yang berada di luar sekolah.


Intinya, smenejak ada Carisa Jevano dan yang lain jadi lebih sering makan di kantin dalam sekolah.


"Naufal! Jevano! Haris!" Panggil Pak Cahyo selaku guru BK di sekolah mereka. "Turun! Turun gak kalian?!" Suruh guru itu.


Ketiganya pun menggerutu kesal, "Kenapa harus ketahuan sih!" Bisik Naufal.


"Turun, turun!" Ajak Jevano.


"Yah nanggung banget Jev!" Sahut Haris.


"Dia udha telenajur lihat kita goblok, ayo turun!" Ajak Naufal yang sudah berada di atas tembok, dan langsung turun ke bawah.


"Kalian ngapain manjat-manjat tembok hah?!" Tanya Pak Cahyo murka.


"Abis Bapak sih gak ngasih kita lewat pintu depan buat ke kantin sebelah" Jelas Jevano.


"Apa kamu bilang?!" Ucap Pak Cahyo berkacak pinggang. "Ikut saya! Kalian bertiga!" Suruh Pak Cahyo membuat Naufal menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Kenapa manjat? Mau bolos lagi? Kalian ini udah kelas 3!" Peringat Pak Cahyo sinis pada ketiganya yang sedang berjalan menuju ruang BK sekolah.


"Jawab!" Bentak Pak Cahyo karena tidak ada yang menajwab pertanyaannya satupun.


Plak!


Plak!


Plak!


"Aduh Pak!" Ringis ketiganya megaduh kesakitan saat Pak Cahyo memukul bokong ketiganya karena tidak ada yang menjawab pertanyaan Pak Cahyo.


"Mulut kalian itu ada 3 ya disini! Kenapa tidak ada yang mau menjawab pertanyaan saya?!" Tanya Pak Cahyo kesal.


"Ck Bapak nyebelin banget soalnya!" Gerutu Jevano dalam hati.


"Pak mau naik jabatan gak?" Tanya Jevano to the point.


Plak!

__ADS_1


"ARGHH..." Ringis Jevano memengangi bokongnya sakit.


"Cukup ya Jevano! Sekarang kalian bertiga berdiri disana!" Tunjuk Pak Cahyo di tempat panas, di lapangan basket sekolah.


"Ih Bapak jangan dong... disitu lagi rame-rame nya Pak, malu dong! Ntar kalo degem-degem saya kabur gimana?" Tanya Haris merengek.


"Gak peduli saya! Udah sana! Cepat!" Usir Pak Cahyo sambil mendorong-dorong ketiganya agar berisru hormat di lapangan basket sekolah.


Kebetulan sekali, hari ini adalah jadwal olahraga kelas 3 IPA 1A. Kelas itu adalah kelas Aurel dan juga Carisa, yang memang memiliki jadwal pelajaran pada hari ini.


"Kok mereka dih hukum?" Tanya Carisa pada Aurel.


"Gak usah heran deh Ca, mereka itu udah langganan BK. Aku udah muak lihat mereka-mereka aja yang di hukum sama Pak Cahyo," Sahut Aurel terkekeh pelan.


"Hah? Mas sih Rel?" Tanya Carisa tak percaya.


Aurel pun menghela nafasnya kasar, "Jevano, Naufal, sama Hadis itu udah langganan hari-harinya Pak Cahyo. Suka buat onar tuh mereka bertiga, palingan itu mereka manjat tembok belakang. Mau bolos," Jelas Aurel membuat Carisa menganggukkan kepalanya mengerti.


"Jevano bandel banget ya Rel?" Tanya Carisa membuat Aurel yang sedang pemanasan pun menghentikan aktivitasnya.


"Bandel sih, tapi masih bisa di kontrol kok itu dianya. Haris sama Naufal juga gitu, bandelnya masih bisa di kontrol kayak Jevano" Jelas Aurel.


"Oh gitu..." Sahut Carisa.


"Kamu suka sama Jevano?" Tanya Aurel bisik-bisik.


"Hah? Engga kok engga!" Sela Carisa cepat hingga membuat Aurel tekekeh geli.


"Kalo suka tuh bilang aja Ca," Goda Aurel.


"Ih apaan sih Rel, gak kok aku gak suka. Suka sebagai teman aja, karena dia baik" Jawab Carisa apa adanya.


"Temen apa temen sih Ca? Temen antar jemput ya maksudnya?" Goda Aurel lagi.


"Ih kamu mah!" Kesal Carisa lalu meninggalkan Aurel yang tertawa kecil.


"Fal, Jev aduh ada Aurel sama Carisa tuh!" Tunjuk Haris menggunakan dagunya.


"Iya tahu," Jawab Hadis melirik Carisa sekilas, dan tak sengaja kebetulan Carisa juga sedang melirik pada Jevano.


Carisa pun menertawai Jevano, yang di hukum oleh Pak Cahyo.


"Cie Vano..." Goda Harus menyenggol bahu Jevano.


"Kiw kiw gebet No gebet aja udah!" Goda Naufal juga.

__ADS_1


"Hei?! Kalian ngapain?! Angkat tangannya!" Suruh Pak Cahyo saat melihat ketiganya sedang becanda ria.


__ADS_2