How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
45


__ADS_3

Grep!


Carisa pun terkejut bukan main, dan melebarkan matanya saat Jevano menarik tangannya lalu jatuh di atas dada bidang Jevano.


"Kaget ya?" Tanya Jevano tekekeh lemas.


Carisa mengedip-ngedipkan matanya berkali-kali karena terkejut, dan hendak bangkit namun Jevano menahan Carisa.


Hingga tak sengaja tubuh Carisa dan Jevano saling bersentuhan, hingga membuat Jevano terdiam kaku, begitu pun juga dengan Carisa.


Tapi secepat mungkin Jevano langsung mengalihkan pikiran negatifnya, "Makasih ya Ca" Ucap Jevano.


"I... iya" Jawab Carisa gugup dan tak kunjung bangun dari dada bidang Jevano.


"Ca," Panggil Jevano.


"Hm?" Sahut Carisa gugup.


"Kamu... gak pakai dalaman?" Tanya Jevano frontal.


"H... huh? A.. aah... itu iya tadi basah" Jawab Carisa dengan pipi yang bersemu merah.


Jevano pun terkekeh pelan, "Gemes banget" Ucap Jevano pelan.


"Huh? Apanya?" Tanya Carisa yang hendak bangun namun Jevano menahan Carisa lagi.


Cup!


Carisa pun melebarkan matanya terkejut, Jevano baru saja mencium bibirnya. Awalnya Carisa memberontak saat Jevano menahan leher gadis itu, namun pada akhirnya Carisa pun menikmatinya dan terbawa oleh suasana.


...🐈‍⬛🐈‍⬛🐈‍⬛...


"Ma Jevano belum juga?" Tanya Deri pada istrinya.


"Di teleponin dari tadi tapi ponselnya gak aktif, ini kemana sih anak kamu?!" Gerutu Tiara kesal.


"Udah telepon Carisa?" Tanya Deri


"Udah Pa... gak di angkat juga, Mana udah telepon teman-temannya Jevano juga. Tadi katanya pas lagi latihan basket langsung pergi, katanya ada urusan darurat gitu. Ayu juga aku teleponin katanya anaknya belum pulang," Ucap Tiara khawatir.


"Jevano pulang..." Ucap Jevano yang baru saja setelah mengantar Carisa pulang.


"Astaga Vano! Kamu kemana aja sih?! Kenapa jam segini baru pulang??" Tanya Tiara heboh, sambil melirik jam rumahnya yang sudah menunjukkan jam 3 pagi.


"Ma.. Pa.. tadi Jevano sama Carisa ketiduran di hotel," Jelas Jevano benar adanya.


"Apa?!" Pekik keduanya.


Lantas Jevano pun menjelaskan alasan sebenarnya kepada kedua orang tuanya, kenapa dirinya dan juga Carisa bisa berada disana. Namun, Jevano tidak menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya di dalam sana.


"Astaga... terus Carisa sekarang gimana keadaannya?" Tanya Tiara khawatir.


"Udah Jevano antar pulang kok Ma," Jawab Jevano benar adanya.


"Aduh kenapa gak kamu bawa pulang ke rumah aja! Mama sama Papa Carisa itu lagi di luar kota sampai lusa..." Ucap Deri.


"Yaampun badan kamu panas Jev, ayo ke kamar dulu. Tadi kamu pasti sempat kena hujan kan?" Tebak Tiara dan Jevano pun menganggukkan kepalanya.


Carisa sedang merutuki dirinya sendiri, dan menangis diam di dalam kamarnya di jam 3 pagi ini. Hiks... aku udah gak suci... Carisa... kenapa sih kamu bodoh banget..." Isak Carisa.

__ADS_1


"Gimana nanti kalo Mama sama Papa tahu? Gimana nanti kalo aku hamil? Hiks... aku gak mau, masih mau sekolah.. aku belum mau nikah... gak mau punya anak, aku masih mau berkarir... hiks..." Udah Carisa.


"Aku perempuan yang menjijikkan di dunia ini... hiks..." Isak Carisa.


"Udah mendingan? Mau sekolah atau Mana izinin?" Tanya Tiara.


"Sekolah Ma... udah sembuh kok" Sahut Jevano.


"Kamu kenapa? Diam banget, gak biasanya" Tanya deriboada anaknya.


"Ih Papa anaknya lagi sakit juga, ya wajar lah" Ucap Tiara membela anaknya.


"Kamu gak ngapa-ngapain kan sama Carisa di hotel?" Tanya Deri menatap Jevano dengan tatapan menyelidik.


"Hih Papa anak kita gak mungkin kayak gitu," Sela Tiara yang percaya pada anaknya.


"Pa Ma Jevano berangkat sekolah," Ucap Jevano langsung bangkit dari duduknya dan menyalami kedua orang tuanya.


Sesampai di mobil, Jevano pun langsung merenungkan kembali apa yang terjadi tadi malam antara dirinya dan juga Carisa. Sungguh hal itu terjadi di luar kendali Jevano, bahkan Jevano pun tidak dapat berpikir jernih saat itu.


Jevano sebenarnya sangat menghawatirkan kondisi Carisa, yang sejak sejak setelah kejadian itu. Carisa tidak mengatakan apapun dan hanya menangis saja.


Carisa juga tidak ada menghubunginya untuk meminta pertanggungjawaban, begitupun sebaliknya Jevano juga terlalu malu untuk menghubungi Carisa.


Apa guna menyesal setelah kejadian? Tiada gunanya.


Dengan perasaan yang gundah, Jevano pun memberanikan dirinya untuk menghubungi Carisa terlebih dahulu. Karena Jevano adalah tipikal anak yang tidak suka berbasa-basi, Jevano pun langsung memencet tombol telepon untuk menelepon Carisa.


Namun sayang, Carisa menolak panggilan tersebut.


...Room chat...


Ca?


Kamu ke sekolah?


Maaf soal tadi malam


^^^Carisa :^^^


^^^Lupain aja, anggap angin lewat^^^


^^^Jangan bilang siapa-siapa, kalo kamu masih ngehargai aku sebagai perempuan^^^


^^^Jangan di bahas lagi ya?^^^


^^^Aku gak sekolah^^^


^^^Mungkin lusa^^^


Jevano:


Kamu gak papa?


Mau aku temenin?


Maaf Ca


^^^Carisa:^^^

__ADS_1


^^^Gak usah^^^


^^^Aku lagi pengen sendirian^^^


^^^Jangan ganggu aku dulu ya?^^^


^^^Aku udah maafin^^^


Jevano:


Hm oke kalo kamu maunya gitu


Kalo ada perlu apa-apa hubungin aku ya?


Tok tok tok


"Non Carisa? Non gak sekolah?" Tanya bibi yang bekerja di rumah Carisa.


"Engga Bi! Sarapan Carisa letakkan di depan pintu kamar aja!" Sahut Carisa.


"O...oh... iya non," Jawab Bibi itu langsung pamit untuk mengambil sarapan untuk Carisa.


"Jevano!" Panggil Aurel berlari kecil pada Jevano.


"Kenapa Rel?" Tanya Jevano.


"Carisa mana?" Tanya Aurel.


"Carisa gak sekolah, lagi gak enak badan" Jawab Jevano.


"Oh ya? Oh ya udah deh, aku deluan ya!" Ucap Aurel hendak pergi meninggalkan Jevano.


"Aurel!" Panggil Jevano membuat langkah Aurel terhenti.


"Kenapa?" Tanya Aurel.


"Nanti... sepulang sekolah bisa gak kamu temanin Carisa di rumahnya? Masih ingat rumahnya kan? Nanti Naufal yang antar, mau gak?" Tanya Jevano.


"Hmm boleh deh, aku juga mau jenguk Carisa. Tapi kan Naufal latihan basket sama kamu?" Tanya Aurel membuat Jevano menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal.


"Udah nanti aku sama Leon aja kesana,"Lanjut Aurel.


"Jangan! Haris! Iya Haris aja, gak papa kan?" Tanya Jevano.


"Oh yaudah Haris aja, Leon juga mungkin gak bisa ngantar aku hari ini?" Jelas Aurel setuju.


"Oke makasih ya Rel," Ucap Jevano langsung pergi meninggalkan Aurel.


"Rin kesempatan kamu nih! Mumpung si Carisa gak sekolah," Ucap Lia.


"Kemarin Jevano gak makan makanan bekal yang aku buat," Ucap Rina melihat kotak bekal nasinya yang sudah basi.


"Hah?" Kaget Lia. "Serius kamu?" Tanya Lia.


"Kayaknya aku memang gak bisa dapatin cowok kayak Jevano gak sih?" Tanya Rina.


"Kok kamu ngomong gitu?" Tanya Lia.


"Carisa aja gak bisa dapatin hari Jevano right? Hubungan mereka gak jelas, kamu kepikiran gak sih? Kalo di hari Jevano itu cuma ada Yura?" Tanya Rina.

__ADS_1


"Kenapa kamu malah mikir gitu sih? Yura kan udah lama pergi dari kehidupan Jevano, ini kesempatan kamu tau gak" Ucap Lia berusaha meyakinkan temannya.


__ADS_2