How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
106


__ADS_3

"Ngapain kesini? Cuma mau ngasih ini?" Tanya Carisa pada Jevano.


"Hm biar pacar aku gak berdua sama mantannya disini" Sindir Jevano sambil mengerucutkan bibirnya cemberut.


Carisa yang melihat itu pun menatap Jevano gemas dengan tatapan ledekannya, "Kamu cemburu?" Tanya Carisa lalu tertawa kecil.


"Iyalah," Jawab kegano padahal Jino masih berada di belakang mereka, mustahil rasanya Jino tidak mendengar pembicaraan keduanya.


"Eh Ca, aku keluar dulu ya. Mau nyusul Leon, yok Jevano" Pamit Jino dan keduanya 0un menganggukkan kepalanya.


"Kita cuma temenan kok," Ucap Carisa saat Jino sudah keluar dari kelas.


"kita juga dulu awalnya temenan kan? Baru pacaran," Ucap Jevano.


Carisa pun memggerutkan keningnya, "Jevano udah ingat?" Batin Carisa. "Gak mungkin," Lanjutnya.


"Gak mungkin kan dulunya itu kita pacaran dulu, pasti temenan dulu lah minimal. Baru dekat, terus ya pacaran" Ucap Jevano masuk akal.


"A...ah... i..iya" Jawab Carisa gugup.


"Lapar gak?" Tanya Carisa, "Mau cobak?" Lanjutnya.

__ADS_1


"Aku gak mau coba masakan Mama nya mantan kamu Ca," Jawab Jevano yang masih terbakar api cemburu.


"Apasih Jev, lucu banget kamu tahu gak" Kekeh Carisa kembali menyantap makanan miliknya.


...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...


"Lesu banget Kang mukanya," Ucap Leon saat melihat Jino yang baru saja masuk ke dalam kelas.


"Lagi kesel aja sih," Jawab Nino asal sambil memainkan ponselnya.


"Kesel kenapa?" Tanya Leon penasaran.


"Kesel lihat mantan sama pacar barunya," Jawab Jino.


"Ngaku apaan dah? Tumbenan," Kekeh Jino.


"Honestly, i like her too" Ucap Leon.


"Carisa?" Tanya Jino.


"Iya, maaf. Lagian aku gak nikung kamu kan? Kita rival, tapi kita tetap temenan aja. Tapi sekarang kayaknya udah gak mungkin lagi buat dapatin Carisa, aku udah tahu gimana perasaan dia ke Jevano" Jelas Leon.

__ADS_1


"Aku tahu kamu suka sama Carisa, kelihatan. kebaca banget malah" Jawab Jino.


"Eh?" Kaget Leon. "Sejak kapan?" Tanya Leon.


"Di kantin, ku kira cuma perasaan aku aja. Eh ternyata beneran yak," Ucap Jino tertawa kecil membuat Leon menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal.


"Cara kamu natap Carisa sama Aurel itu beda, aku mikirnya oh mungkin karena Aurel adik kamu gitu kan. Eh ternyata gak, lagian aku gak heran sih Carisa punya pesonanya sendiri. Tingkahnya juga agak langka kan," Jelas Jino.


"Makanya jangan selingkuh, nyesal kan?" Ledek Leon.


Kalo bukan gara-gara Oma, gak bakalan aku dekat-dekat sama Risa. Malas banget tau gak," Sesal Jino.


"Eh kamu ingat Yura kan?" Tanya Leon membuat Jino menggelengkan kepalanya.


"Masa gak ingat? Itu cewe yang yang sempat hampir jadi cewe aku itu lo, kan aku pernah cerita" Jelas Leon.


"Yang mana sih? Cewe kamu banyak ya, yang kamu ceritain aku itu gak satu dua orang. Mana fotonya," Tanya Jino.


Leon pun menujukkan foto Yura, "Oh cewe ini, kenapa?" Tanya Jino. "Masih belum move on sama malam indah kalian ya?" Ledek Jino.


"Ck! Bukan gitu, udah sih" Jawab Leon.

__ADS_1


"Kamu masih berhubungan sama dia rupanya?" Tanya Jino.


"Ya gitu, btw dia mantan Jevano. Mantan Jevano satu-satunya, dan itu Yura."


__ADS_2