How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
14


__ADS_3

"Eh Rin balik sama siapa nanti?" Tanya Reno.


"Di jemput supir," Jawab Rina.


Mereka pun berbincang-bincang hal random, rasanya Rina cemburu sekali kepada Cairan yang bisa langsung bergaul dan bersendau gurau bersama teman-teman Jevano dan juga termasuk Jevano sendiri. Dan dirinya sejak tadi hanya diam saja, terkadang senyum, tertawa dan hanya itu saja.


Berbeda dengan Carisa, yang sangat moodmarker kelihatannya dan gampang bergaul dengan siapa saja.


See, padahal dari yang Rina tahu kalau Carisa baru saja mengen Haris dan juga Reno saat di rumah Jevano tadi. Namun kini mereka sudah terlihat akrab, dan saling mengenal satu samaain selama 10 tahun lamanya.


"Eh tadi seru ya? Teman-teman kamu asik banget! Baru kali ini aku temenan sama cowok kayak gini," Jelas Carisa semangat.


"Oh ya? Disana kamu temannya cewe semua?" Tanya Jevano.


"Ya gitu deh," Jawab Carisa.


Kini keduanya, sedang perjalanan menuju pulang ke rumah. Tentu saja Jevano mengantar Carisa, dan sekarang dirinya sedang menyetir mobil.


"Makasih ya Jevano!" Ucap Carisa menatap Jevano.


"Iya sama sama Ca," Jawab Jevano tersenyum tipis.


20 menit lamanya selama perjalanan, akhirnya 3kdusnya sampai dengan selamat. "Jevano sekali makasih ya buat hari ini! Hehe," Ucap Carisa.


"Iya iya, makasih terus deh dari tadi heran" Sahut Jevano terkekeh pelan.


"Hehe yaudah kalo gitu aku keluar dulu ya!" Ucap Carisa membuka pintu mobil.


"Eh Carisa," Panggil Jevano.


"Yaa? Kenapa?" Sahut Carisa.


"Besok jangan telat ya, aku jemput" Ucap Jevano.


...🐈‍⬛🐈‍⬛🐈‍⬛...


Sinar matahari mulai memasuki celah-celah kamar Carisa, hingga membuat Cairan mau tidak mau harus bangkit dari tidurnya. Carisa pun langsung terduduk dan melihat jam dindingnya yang berada di kamarnya, lantas dengan segara Carisa pun langsung menuju kamar mandi hendak berisap untuk ke sekolah.


"Duh... hp aku dimana sih? Perasan udah... eh?" Ucap Carisa langsung teringat.


"Astaga... Carisa bodoh banget sih!" Gerutunya sambil memukul kepalanya pelan dengan tangannya sendiri.

__ADS_1


"Bisa-bisanya akuhps ngambil hp aku yang di charger kemarin di rumah Jevano! Duh... Jevano ingat gak ya?" Gumam Carisa.


Karena tidak menemukan ponselnya, Carisa pun langsung keluar dari kamarnya dan hendak untuk pergi sarapan lalu menunggu Jevano. Namun semalam dirinya di ruang makan, Carisa sudah menemukan Jevano yang sudah duduk di meja makan rumahnya.


"Lama banget, aku udah nungguin kamu 15 menit. Ayo cepat makan! Nanti kita telat!" Ucap Jevano.


"Eh? Maaf, iya bentar ya... Bu Carisa di bekallin aja ya, Carisa mau makan di sekolah aja" Ucap Carisa pada asisten rumah tangganya.


"Kenapa sarapan di sekolah?" Tanya Jevano.


"Gak papa udah janji sama Aurel," Bohong Carisa. "Jevano kayaknya hp aku masih tinggal di rumah kamu deh, bisa gak kalo kita" Ucap Carisa di potong Jevano.


"Oke, yaudah ayo cepat nanti kita telat" Ucap Jevano melirik jam tangannya.


"Oke, bentar ya!" Ucap Carisa pamit pada Jevano dan bergerak untuk membantu Bi Sumi mempersiapkan bekal untuknya.


Tak lama dari situ, Carisa pun kembali lengkap dengan tas bekalnya. "Ayo Jev," Ajak Carisa.


"Udah? Ya udah ayo," Ucap Jevano dan memasukkan ponselnya ke dalam saku celana sekolahnya.


Keduanya pun langsung bergegas untuk ke rumah Jevano terlebih dahulu, baru berangkat ke sekolah setelahnya. Untung saja Jevano membawa mobil, jadi Carisa bisa sarapan di dalam mobil.


Jevano juga sudah membuka kaca mobil, supaya mobilnya tidak bau makanan.


"Kenapa bisa lupa sih? Ceroboh banget," Cicit Jevano membuat Carisa mengerucutkan bibirnya kesal.


Akhirnya keduanya sampai di rumah Jevano, setalah Cairan menghabiskan sarapannya. "Tunggu disini aja ya, biar aku yang ambil di dalam" Ucap Jevano langsung keluar dari mobil.


"Eh? Yah..." Ucap Carisa lagi-lagi merasa tak enak pada Jevano yang sudah masuk ke dalam rumah.


"Eh Den Vano? Ada yang ketinggalan?" Tanya satpam.


"Iya Pak, hp saya ketinggalan!" Pekik Jevano yang sudah berlari masuk ke dalam rumahnya.


Tak lama, Jevano pun kembali dan membuka pintu mobilnya. "Nih!" Ucap Jevano memberikan ponsel Carisa yang ketinggalan di rumahnya kemarin, dan Carisa pun mengambil alih ponselnya dari tangan Jevano.


"Makasih Jevano, maaf ngerepotin kamu terus" Ucap Carisa tak enak.


"Hm, santai" Ucap Jevano menjalankan mobilnya. "Ca kayaknya kita gak keburu deh, udah telat nih! Lewat belakang aja ya?" Ajak Jevano.


"Hah?" Tanya Carisa.

__ADS_1


"Lewat belakang tembok sekolah, kamu bisa manjat kan?" Tanya Jevano.


"Bi...bisa kok," Jawab Carisa bohong.


Drtt drtt drtt


'Yura is calling you'


"Yura?" Batin Carisa mengintip. "Benar kata Aurel, kayanya mereka masih sering kontak-kontakan" Ucap Carisa dalam hati.


Jevano pun melirik pada ponselnya yang letakkannya di sebelah kursi mobil, dan meraih ponselnya lalu mengangkat panggilan dari Yura.


"Hm?" Jawab Jevano lembut.


"Jev aku gak jadi pulang, kemarin aku mau ngabarin kamu, tapi aku gak sempat buka hp. Maaf ya?" Ucap Yura di telepon tak enak.


"O..oh gitu? Oke," Jawab Jevano sedikit kecewa.


"Maaf ya? Kamu pasti udah," Ucap Yura terpotong.


"Santai aja kali," Kekeh Jevano. "Aku tutup ya, lagi jalan ke ssmah soalnya" Ucap Jevano ka vsung memutuskan panggilan telepon tersebut.


Sejujurnya Jevano merasa kecewa terhadap ketidak jadian Yura yang akan pulang ke Indonesia, padahal Jevano sudah sengaja membawa mobil untuk menjemput Yura nanti di bandara setalah pulang sekolah. Bahkan jsva k juga sudah membawa baju ganti, dan hendak mengajak Yura jalan-jalan santai.


Tapi itu semua batal.


...🐈‍⬛🐈‍⬛🐈‍⬛...


"Rina,' Panggil Papanya.


"Iya Pa," Sahut arina yang sedang sarapan pagi bersama dengan keluarganya.


"Papa dengar kamu kemarin pergi ke rumah Mefaza? anaknya satu kelas ya sama kamu?" Tanya Papa Rina.


"Iya Pak Rina kerja kelompok kemarin disana," Jawab Rina seadanya.


"Rina coba deh itu kamu dekatin anaknya, lumayan kan itu kalo misalnya kalian pacaran terus nikah," Sahut Mama Rina.


"Apasih Ma? Gak ada apa yang di bicarain selain bisnis di pagi-pagi kayak gini? Ngerusak mood aja," Ucap Rina yang terus terang tak suka dengan pembahasan ini. Rasanya dirinya sudah muak dengan kedua orang tuanya, yang setiap makan bersama pasti yang di bicarakan hanya soal bisnis dan bisnis saja.


"Kamu itu gimana sih? Itu kan bagus untuk kamu dan juga," Ucap Mama Rina terpotong.

__ADS_1


__ADS_2