How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
95


__ADS_3

"Lama banget wehh" Omel Haris.


"Loh Ca, Aurel mana?" Tanya Naufal.


"Aurel gak ada bilang ya sama kamu? Tadi katanya dia ntar nyusul di antar sama Leon, udah deh kamu tenang aja" Jawab Carisa.


"Yah padahal udah ancang-ancang cardate sama Aurel" Ucap Naufal lesu membuat yang lainnya hanya tekekeh pelan.


"Yang sabar ya mas," Ucap Reno menepuk bahu Naufal pelan.


Ya udah deh, yuk lah gerak. Panas banget gila, nanti aku makin hitam Keling. Udah cukup," Omel Haris lagi.


"Ya kan disitu ada tempat dingin lo Haris, ngapain juga kamu disitu berjemur. Ck!" Kesal Reno.


"Ya namanya juga udah terlanjur, malas banget kalo harus cari tempat lain lagi" Jawab Haris asal.


"Udah udah, udah jam berapa juga nih" Ucap Naufal melirik jam tangan miliknya.


"Sama siapa kamu Ca? Aku, Reno, atau Naufal?" Tanya Haris.

__ADS_1


"Aku sama Reno," Jawab Carisa.


"Ya udah ayo, mana mobil kamu Fal?" Tanya Haris.


"Disana," Tunjuk Naufal. "Yaudah aku deluan ya," Ucap Naufal pamit mereka pun mengiyakannya.


di rumah sakit.


Jevano baru saja kembali dari kamar mandi, dengan susah payah dirinya dengan membawa impusnya untuk masuk ke dalam kamar mandi,. hingga keluar dari kamar mandi. "Ck susah banget sih ah!" Protes Jevano.


Tadinya Taira memang di rumah sakit, namun 2 jam yang lalu terpaksa Tiara harus meninggalkan Jevano sendirian karena ada urusan penting yang harus dia lakukan di kantor. Hingga mau tidak mau, Jevano pun yang memang sudah terbiasa sendiri membiarkan Tiara pergi.


"Jevano!" Ucap Carisa berlari kecil, dan langsung memeluk Jevano.


Jevano pun tersenyum tipis, dan membalas pelukan Carisa. "Kamu gak papa kan?" Tanya Carisa melepaskan pelukannya dan menatap Jevano khawatir.


Jevano pun menggelengkan kepalanya, "Gak papa kok. Besok pagi aku udah di bolehin dokter buat pulang" Jawab Jevano.


"Astaga Jev, kamu ya! Buat orang panik satu kampung aja tau gak!" Omel Reno.

__ADS_1


"Masa sih?" Kekeh Jevano.


"Iyalah, mana kamu gak ada kabar. Di telepon juga gak di jawab, kirian kemana gitu gak sekolah. Soalnya kamu tuh ya kalo gak sekolah pasti kabarin aku dulu, atau yang lainnya tau" Omel Carisa.


Jevano pun tekekeh pelan, "Iya deh iya tuan putri" Ucap Jevano mengacak rambut Carisa gemas.


"Aduh jadi nyamuk banget dah buset," Ucap Haris pada teman-temannya.


"Udah ayo sekarang kamu ke brangkar aja, baringan. Gak usah banyak gerak deh," Ucap Carisa menuntun Jevano untuk segera kembali ke tempat tidurnya.


"Aelah kita jadi nyamuk nih?" Ucap Naufal.


"Udah sini ayo duduk aja," Ajak Haris menarik tangan Naufal dan Reno.


"Tante mana Jev?" Tanya Naufal.


"Biasalah, kerjaan. Kayak gak paham aja," Jawab Jevano membuat Reno, Haris, dan Naufal saling bertukar tatap.


Haris pun memicingkan matanya curiga pada Jevano, Karana menurutnya kayak katanya Jevano sedikit berubah. Dan sudah tidak kaku lagi seperti sebelum-sebelumnya, sudah kembali seperti biasa.

__ADS_1


Begitu pun juga dengan Naufal dan juga Reno, "Kenapa?" Tanya Jevano pada Haris karena dari ketiganya, Haris lah yang menatap wajahnya dengan aneh.


__ADS_2