
"Pa" Panggil Tiara pada suaminya.
"Kenapa Ma? Tumben mukanya serius banget pagi-pagi?" Tanya Deri sambil menyedu teh hangatnya di pagi hari, dan di temani oleh ponselnya yang sedang mihat berita terkini mengenai pasar modal saham.
"Papa ngapain?" Tanya Tiara random.
"Lagi baca berita Ma, kenapa sih?" Tanya Deri penasaran Karana gak biasanya.
Tiara pun menghela nafasnya kasar, dan menarik kursi di sebelah suaminya dan duduk. Hari ini Deri dan Tiara sedang beristirahat dari perkejaan, rencananya lusa kedua baru akan masuk kantor.
"Kenapa Ma?" Tanya Deri lagi saat istrinya sama sekali tidak ada respon.
"Pa Jevano kayaknya mau jujur sama Carisa soal ingatan dia," Ucap Tiara khawatir.
Deri yang sedang menunggu ucapan istrinya itu pun langsung kembali menggenggam ponselnya lagi, dan mengalihkan perhatiannya.
"Bagus dong, berarti anak kita udah mulai berani. Dia juga sudah mulai dewasa, sampai kapan Jevano terus mau membohongi mereka? Toh lama-lama mereka juga akan tahu kan? Lebih baik Carisa dan keluarganya tahu sekarang, dari pada tahu dari mulut ke mulut" Ucap Deri sambil bermain ponsel.
__ADS_1
Tiara pun menghela nafasnya kasar, "Mama khawatir gimana kalau Caid gak mau nerima anak kita Pa... terus Jevano balik lagi kayak dulu, Jevano udah lebih baik semenjak kenal Carisa Papa juga tahu itu."
"Mama takut Jevano balik ke Yura, dan ngulang masa-masa yang gak kita inginkan itu. Yura juga gak segan nampakin muka di di depan kita," Ucap Tiara yang penuh terhadap kekhawatirannya.
"Carisa kan juga udah gak bagus lagi kan? Dan itu ulah anak kita, lagian mana mungkin dia mau Jevano lari dari tanggung jawabnya gitu aja. Carisa mungkin mau, orang tuanya? Kamu kenal Saka Tiara, dia berpikir panjang."
"Apalagi Carisa anak satu-satunya, laki-laki mana yang mau sama Perempuan yang sudah gak virgin lagi?" Ucap deri lantam.
Tiara pun memukul bibir suaminya, "Ih Papa gak boleh ngomong kayak gitu, Papa harusnya sadar juga dong. Carisa kayak gini sekarang juga bukan atas kemauan dia, anak Papa tuh yang nafsuannya tinggi. Sama kayak Bapaknya," Sindir Tiara.
"Gimana sama Ayu Saka?" Tanya Tiara.
...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
"Ca aku kayaknya bosan banget deh makan di kantin, menunya itu-itu terus soalnya" Ucap Aurel saat jam istirahat tersisa 10 menit lagi.
"Ih sama aku juga... pengen makan yang lain gitu, apa ya? Boleh gak sih kita go food aja?" Tanya Carisa.
__ADS_1
"Bolehnya sih boleh aja, tapi malas banget jalan kaki ke gerbang depan. Jauh banget kalo naik kaki, aku gak bisa bawa motor atau mobil. Kamu bisa gak?" Tanya Aurel membuat Carisa menggelengkan kepalanya.
Iya jarak gedung sekolah Carisa dengan gerbang depan sekolah memang jauh, ada sekitar 1 km untuk masuk ke dalam gedung sekolah Carisa. Mdnngfat sekolah Carisa sangatlah besar, dan memiliki 6.0000 siswa di dalamnya.
"Ehhh minta tolong Haris aja apa kali ya?" Tanya Aurel.
"Mana mau dia jalan ke depan," Sahut Carisa.
"Ya naik motor lahh neng, Haris biasanya bawa motor tuh. Eh? Tapi Naufal juga bawa motor! Yaudah Naufal ajaa apa yaa?" Seru Aurel.
"Nah gitu juga boleh tuh, yaudah kamu telepon hihh" Seru Carisa semangat.
"Mau pesan apa dulu?" Tanya Aurel.
"Gampanggg, riangnya dulu yang kesini suruh Jevano sekalian" Ucap Carisa.
"Okee," Jawab Aurel.
__ADS_1