
"Temen harga mati ya!" Peringat Jevano.
"Hehehe bercanda kok bestie," Jawab Haris.
"Emangnya mau ngomongin apa sih? Dari hp gak bisa? Chat kek telepon kek? Kamu udah izin Carisa rupanya?" Tanya Haris banyak tanya.
"Kepo banget deh heran, dah ah. Aku pergi dulu, Carisa tau kok" Ucap Jevano bangkit dari duduknya dan segera meninggalkan rumah Haris.
Iya hari ini adalah hari Minggu, dan Jevano sedang bersama Haris tadi pagi untuk olahraga bersama di dekat rumah Haris.
Jadi stelah Mereka selesai olahraga, Haris pun mengajak Jevano untuk sarapan bersama di rumahnya. Karana Mama nya sudah masak banyak, Karana mengetahui Haris akan berolahraga di dekat rumahnya.
"Tante Jevano balik dulu ya," Pamit Jevano pada Mama Haris.
"Loh kok cepat banget? Biasanya balik sore," Ucap Mama Haris.
"Hehe lagi ada urusan Tante," Jawab Jevano cengengesan.
__ADS_1
"Mau ngedate dia tuh Ma," Ledek Haris.
"Oh iya ya? Sama tunangan kamu yang semalam ya? Siapa sih namanya? Carisa?" Tanya Mama Haris.
"Iya Ma, bener kok" Jawab Jevano.
"Yaudah kalo gitu, hati-hati ya kamu. Dek antar temennya ke depan," Titah Mama Haris dan Jevano pun menyalami Mama Haris.
"Iya Bun...." Jawab Haris.
Jevano pun segera menuju tempat dimana Yura sudah menunggunya sejak tbmenir yang lalu, jarak taman itu pun memang kebetulan tidak jauh dari perumahan Haris. Sekitar 10 menit an mungkin?
Jevano melihat Yura yang sedang duduk di ayunan di taman itu, dulu dirinya dan Yura kalau dipikir-pikir ada berapa kali duduk disini. Sambil menikmati jajanan pinggir jalan, saat sepulang sekolah di taman ini.
Jevano membuang nafasnya kasar, "Gak Jev, itu bukan rasa suka lagi. Kamu udah punya Carisa oke?' Gumam Jevano sebelum keluar dari mobil miliknya.
Jevano pun akhirnya keluar dari mobil dan berjalan menuju pada Yura yang sedang fokus pada bebatuan kerikil di bawah kakinya.
__ADS_1
"Yura," Panggil Jevano membuat gadis itu mendongakkan kepalanya.
"Jevano," Sahutnya.
"Udah lama?" Tanya Jevano langsung berjalan menuju ayunan di sebelah Yura untuk di dudukinya.
"Gak kok, aku juga baru sampai" Ucap Yura.
"Jevano," Panggil Yura.
"Hm?"
"Aku... aku udah ikhlas kamu sama Carisa, aku gak mau bersaing sama Carisa maupun itu cara gak sehat atau pun sehat. Karena kamu udah seutuhnya milik Carisa, kalian juga udah terikat sama yang namanya pertunangan."
Dan kamu juga udah seutuhnya bukan milik aku lagi, aku bakal lepas semua worasaan aku ke kamu. Aku ikhlas Jev... aku sadar, sikap aku sebelumnya ke kamu itu keterlaluan dan egois. Maaf udah tanpa bilang, dan pergi seenaknya gitu aja sampai buat kamu berantakan."
"Aku binggung, aku juga gatau cuma kata maaf aja yang bisa aku bilang ke kamu buat tembus semua kesalahan aku ke kamu yang udah buat kamu berantakan gak karuan dan bukan jadi diri kamu sebelum kamu kenal Carisa," Jelas Yura panjang lebar.
__ADS_1
"Aku senang kamu udah ikhlas sama perasan kamu ke aku, aku juga gitu. Aku gak akan maksa buat kita kembali lagi kayak dulu, kita bisa jadi temen" Sahut Jevano.