How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
103


__ADS_3

"Ca, ini titipan dari bunda" Ucap Jino memberikan kotak makan di atas meja Carisa, lalu langsung keluar dari kelas Carisa.


Carisa dan Aurel pun menatap lama pada kotak makan itu, lalu saling bertukar tatap. "Kamu dengan sama Mama Jino?" Tanya Aurel dan Carisa pun tersenyum kikuk.


"Bentar ya Rel," Pamitnya hendak menyusul Jino.


"Jino!" Panggil Carisa membuat Jino menghentikan langkahnya dan menoleh.


"Itu beneran bunda yang masak? Bunda juga ikut pindah kesini?" Tanya Carisa.


Jino pun menganggukkan kepalanya, "Iya itu bunda yang buat. Tapi bunda gak pindah kesini, bunda cuma nemenin aku disini satu Minggu. Kamu mau ketemu bhnda gak? Bunda kangen kamu katanya," Ucap Jino benar adanya.


"Tenang aja, aku udah bilang bunda juga kok. Bunda juga tahu, kalo kita sekarang cuma temanan aja. Udah gak pacaran lagi," Jelas Jino.


Carisa pun menggulum bibirnya, merasa tak enak kepada Jino dan bundanya. "Emm bunda disini sampai kapan?" Tanya Carisa


Ah iya, Carisa sudah kebiasan memanggil Mama jino dengan sebutan Bunda. Itu juga bukan kemauan dari Carisa sendiri, melainkan bunda Jino sendirilah yang meminta Carisa untuk memanggilnya seperti itu.


"Lusa udah balik Ca, mau ke apartemen aku?" Tanya Jino.

__ADS_1


"Kamu tinggal di apartemen?" Tanya Carisa membuat Jino menganggukkan kepalanya.


"Besok aku kesana ya, share loc boleh kan?" tanya Carisa.


"Aku jemput aja, sekalian mau ketemu Papa sama Mama kamu. Boleh kan? Ada di rumah besok?" Tanya Jino.


"Gak tau sih, mungkin di rumah" Jawab Carisa.


"Ya udah besok pulang sekolah bareng aja yuk? Biar sekalian aja gitu maksdunya" Ucap Jino takut Carisa salah paham.


"Oke," Jawab Carisa setuju lalu membalikkan badannya untuk kembali ke dalam kelas.


"Naufal," Panggil Rina.


"Oke," Jawab Naufal.


"Kamu sama Aurel" Ucap Rina terpotong.


"Iya Rin kita balikan, kayaknya kita juga harus jaga jarak gitu deh. Aku mau jaga perasaan Aurel soalnya, aku gak mau dia salah paham sama hubungan kita" Jelas Naufal.

__ADS_1


"H... huh? A... iya oke santai," Jawab Rina.


Naufal sebenarnya juga jadi merasa tidak enak pada Rina, karena sudah mengatakan itu pada temannya di saat Rina sedang merasa terpuruk.


"Jadi ngambil kuliah dimana?" Tanya Naufal.


"Bokap nyokap bebasin aku, asal aku bisa cari uang sendiri kalau emang mau kuliah disini" Jelas Rina.


"Kamu serius? Kamu tahan? Gak ada niat mau kuliah ke luar? Biasanya anak-anak sini kan rata-ratanya mau kuliah ke luar negeri, kamu kenapa gak mau?" Tanya Naufal.


"Gak tau, gak pengen aja sih" Jawab Rina seadanya membuat Naufal menganggukkan kepalanya mengerti.


Dug!


"Geser! Ini bukan buat jalan kalian berdua doang!" Ucap Leon memisahkan keduanya dengan berjalan di antara Naufal dan juga Rina.


"Aduh.... apasihhh rusuh banget!" Ucap Rina kesal karena Leon sengaja menabrak mereka.


Naufal pun langsung terdiam takut, karena takut Leon salah paham.

__ADS_1


"Ih Leon gabut banget sih?!" Pekik Rina lagi.


"Eh Rin, aku kesana dulu deh ya! Ada urusan," Pamit Naufal kandung berbelok arah entah kemana, asalkan tidak berjalan bersama dengan Rina pikirnya.


__ADS_2