How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
50


__ADS_3

"Jevano demam Pa, tadi Mama udah telepon dokter tapi datangnya jam 8. Katanya sih udah baikan," Jawab Tiara.


"Loh kok jam 8 Ma? Nanti yang nemenin Jevano di rumah siapa?" Tanya Deri.


"Ya mau gimana... kayak biasa" Jawab Tiara.


"Ya udah kalo gitu, soal ya ini juga rapat penting. Udah di undur dua kali, gak enak juga kan?" Tanya Deri membuat Tiara menganggukkan kepalanya pasrah.


"Itu Jevano gak sarapan dulu?" Tanya Deri lagi.


"Aduh Papa banyak tanya deh, Mama lagi pusing. Mikirin kerjaan, anak juga sakit. Itu Jevano sarapannya nanti pas sekalian mau makan obat aja, udah deh jangan tanya Mama dulu. Mama lagi pusing nih, Mama takut Jevano tipesnya kambuh lagi" Ucap Tiara kesal.


Deri pun hanya dapat mengela nafasnya kasar, "Ya udah Papa mau lihat Vano dulu" Pamit Deri namun Tiara menahannya.


"Vano lagi istirahat nanti aja sekalian sama Mama, pamit berangkat kerja. Sekarang Papa duduk, sarapan!" Suruh Tiara teddngar tidak boleh di tolak, dan Deri pun menuruti kemauan istrinya itu.


Lantas Tiara dan deriboun sarapan dengan tenang, dan setelah sarapan keduanya pun berpamitan kepada Jevano untuk berangkat kerja. Dan tidak lupa untuk memberikan pesan pada anaknya, kalau dokter sebentar lagi akan datang dan jangan untuk sarapan pagi.


"Pagi Ca, gak bareng sama Jevano nih?" Tanya Haris yang kebetulan ketemu dengan Carisa dan juga Leon di parkiran sekolah.


"Ca aku deluan ya," Pamit Leon yang malas berhubungan dengan teman-teman Jevano.


"Masih berantam ya Ca?" Tanya Haris. "Kenapa deh?" Tanya Haris yang pura-pura tidak tahu.


"Hah? Apanya Ris? Siapa yang berantam juga?" Tanya Carisa balik.


"Kamu sama Jevano lah, siapa lagi. Kemarin tuh si Jevano datang ke kita soalnya," Jelas Haris.


"O..oh ya? Wajar dong, kan kalian temennya. Emang bilang apa dia?" Tanya Carisa penasaran.


"Gak ada sih, dia gak ada cerita apa-apa. Tapi kayak orang linglung gitu aja, banyak pikiran" Jelas Haris bohong, nyatanya Haris, Reno, Naufal tahu apa alasan Jevano seperti orang tak tentu arah kemarin malam.


"Kita udah baikan kok," Jawab Carisa.


"Ah masa sih? Aku kira belum, syukur deh" Ucap Haris yang masih bersikap pura-pura tidak tahu masalah antara keduanya.


"Ris aku deluan ya!" Ucap Carisa pamit dan jalan terlebih dahulu saat sudah sampai di ujung lorong menuju kelasnya.


Iya, Carisa sengaja mengabaikan Haris.


"Aku gak lihat Jevano hari ini," Batin Carisa.


"Jevano gak sekolah?" Tanya Rina pada Naufal yang duduk sendirian di bangkunya.

__ADS_1


"Iya, tipesnya kumat. Barusan aja nelepon," Jawab Naufal seadanya sambil mengeluarkan buku dari tasnya.


"Apa?!" Kaget Rina. "Kok bisa sih?"" Tanya Rina terdengar khawatir.


"Gak tahu, tanya Jevano sendiri deh Rin" Jawab Naufal.


"Di rawat di rumah atau di rumah lagi?" Tanya Rina.


"Yakin mau jenguk?" Tanya Naufal membuat Rina terdiam. "Nanti kalo Tante lagi gak di rumah sakit aku chat kamu, kalo kamu emang mau jenguk Vano Rin" Jelas Naufal.


"Janji ya Fal?" Tanya Rina.


Naufal pun terkekeh pelan, "Bukannya kamu kemarin katanya mau move on ya Rin?" Tanya Naufal menggoda Rina.


"Ya... ya iya aku memang mau move on, emangnya salah kalo aku mau jenguk teman sekelas aku yang lagi sakit?" Tanya Rina sewot.


"Kenapa gak datang satu kelas aja? Kan temen sekelas, malah datang sendirian". Ucap Naufal menggoda Rina sekali lagi.


"Kamu ih!" Kesal Rina langsung meninggalkan meja Naufal.


"Eh Bro! Fal!" Sapa Haris menghampiri Naufal.


"Ha?" Sahut Naufal.


"Nanya siapa?" Tanya Naufal.


"Ya kamu lah! Siapa lagi!" Ketus Haris.


"Buka grup chat Ris," Suruh Naufal.


"Udah, nanti pulang sekolah kesana yuk" Ajak Haris.


Terkadang Naufal merasa kesal pada sahabatnya yang satu ini, kalau sudah tahu untuk apa ditanya lagi? Pikirnya.


"Ayuk," Jawab Naufal.


"Eh tadi aku jumpa Carisa berangkat sama Leon," Bisik Haris.


"Serius? Carisa beneran ngelakuin itu?" Tanya Naufal membuat Haris menganggukkan kepalanya cepat.


"Wah... gak nyangka sih, tapi kasian juga" Ucap Jevano terkekeh pelan.


"Eh Fal, nanti mau cabut gak? Nanti biar Reno nyusul siap ngelatih anak story telling aja," Ajak Haris.

__ADS_1


Naufal pun tampak berpikir, " Mau gak?" Tanya Haris lagi.


"Hari ini yang masuk siapa aja?" Tanya Naufal.


"Bu Nara, Pak Jojo, Pak" Ucap Haris di potong oleh Naufal.


"Yok lah cabut, gak kuat aku belajar sejarah peminatan sama Pak Jojo" Ucap Naufal. yang selalu mengantuk saat mendengar Pak Jojo yang selalu bercerita soal masa lalu.


Sebenernya seru sih, tapi emang dasarnya Maufalnya aja yang gampang bosanan. Naufal lebih suka belajar sama guru yang tegang, yang suka banyak nanya ke dia biar Maufalnya gak gampang ngantuk dan semakin merasa tertantang.


Di kelas, Carisa bedusha mati-matian untuk menahan rasa mualnya.


Carisa juga sudah mencari cara untuk menggugurkan kandungannya tanpa melakukan aborsi, dan Carisa menemukan salah satu cara dengan menamakan nanas.


Jadi sepulanh sekolah Carisa nanti akan meminta bantuan Leon, untuk menemaninya mencari buah nanas di supermarket.


"Ca panas ya? Kamu sampai keringatan gitu, padahal AC di kelas kita hidup. Kamu gak papa kan Ca?" Tanya Aurel khawatir.


"Huh? Gak kok Rel, aku gak papa kok" Jawab Carisa bohong yang sedari tadi, setengah mampus menahan rasa mualnya.


"Bu permisi ke kamar mandi!" Pamit Carisa langsung berlari keluar kelas tanpa mendapat izin dari guru yang sedang mengajar di kelasnya.


Carisa pun berlari sekuat tenaga dan mencari tempat yang jauh dari kerumunan siswa sekolah, untuk memuntahkan apa yang ingin di keluarkannya sejak tadi. Namun nihil, tidak ada yang keluar dan hanya cairan putih sajalah yang keluar.


"Loh Carisa? Kamu ngapain disini? Kamu sakit juga?" Tanya Rina menghampiri Rina yang kebetulan lewat didekat sana.


"Ri... Rina?" Kaget Carisa.


"Kamu gak papa kan?" Tanya Rina.


"H... hhuh? Oh... iya aku gak papa," Jawab Carisa.


Rina pun menatap Carisa dengan penuh selidik, "Kenapa? Ada yang aneh ya sama muka aku?" Tanya Carisa pada Rina, untuk mengalihkan perhatian Rina.


"Huh?" Kaget Rina.


Rina pun menggelengkan kepalanya cepat, "Gak kok. Gak ada Ca, deluan ya" Pamit Rina dan Carisa pun hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Tumben gak ngejudge aku soal Jevano," Gumam Carisa pelan.


Namun Rina kembali berbalik dan bertanya pada Carisa, "Em Ca kamu ke rumah sakit gak nanti?" Tanya Rina.


"H... Hah? Ke... rumah sakit? Ngapain?" Tanya Carisa.

__ADS_1


__ADS_2