
"Hai?" Sapa Rina gugup membuat keempat anak laki-laki itu binggung, karena tidak biasanya gadis yang menyapa mereka ini bersikap seperti itu.
"Eh Rina? Kenapa tuh?" Tanya Haris.
Naufal pun hanya menaikan alisnya, menunggu apa maksud Rina menyapa mereka.
"Hai juga Rina," Sahut Jevano.
"Kenapa tuh Rin?" Tanya Reno.
"Emm... maaf ganggu," Ucap Rina menatap keempat anak laki-laki itu bergantian hingga kembali membuat anak laki-laki itu binggung dan bertukar tatap satu sama lain.
Namun Haris, Naufal, dan Reno mengerti. Pasti kedatangan Rina hubungannya dengan Jevano, karena ketiganya mengetahui bagaimana perasaan Rina pada Jevano yang bahkan sangat kentara sekali.
Dan Terlihat sangat jelas kalau gadis cantik, nan pintar itu sangat menyukai dan mendambakan Jevano walupun dalam diam.
Dan sekarang? Sepertinya Rina sedang proses untuk mencuri hati Jevano dan juga menarik perhatian Jevano. Rina saat ini sedang berusaha, untuk membuat Jevano suka padanya dan mengungkapkan perasaannya.
Jevano tidak jodoh, dia tahu bagaimana perasaan Rina pada dirinya. Tapi apa boleh buat? Jevano tidak bisa memaksakan perasaannya untuk membalas cinta Rina, Karana dirinya hanya menganggap Rina sebagai teman sekelasnya saja tidak lebih dari itu.
Rina pun melirik Jevano, "Jev ini masakan pertama aku, mau coba gak? Di coba ya nanti? Bilang apa yang kurang," Ucap Rina terdengar seperti pemaksaan.
"Huh? Ah... i..iya, kamu belajar masak?" Tanya Jevano sambil mengambil kotak bekal yang di berikan Rina padanya.
Rina pun menganggukkan kepalanya, "I... iya maaf kalau gak sesuai sama lidah kamu. Nanti di coba ya? Aku masak ini khusus buat kamu," Ucap Rina menatap yang lainnya, dan juga teman-teman Jevano pun menganggukkan kepalanya mengerti.
Artinya, Rina tidak mengizinkan siapapun untuk makan masakannya kecuali Jevano, bahkan Naufal, Reno dan Haris sekali pun tidak di izinkannya.
"Oh oke, makasih ya" Ucap Jevano pada Rina.
Setelah Jevano mengucapkan rasa terima kasihnya, Jevano pun lekas pergi meninggalkan Jevano dan juga yang lainnya.
"Rina ngeri ya kalo udah conffess gitu," Ucap Haris.
__ADS_1
"Suka sama Rina? Kalau engga suruh dia berhenti bilang ke Rina gimana perasaan kamu sebenarnya ke dia itu gimana, Ucap Naufal pada Jevano, dan berlalu meninggalkan teman-temannya begitu saja.
"Eh apanih?" Tanya Reno heboh, namun mengecilkan suaranya.
"Susul gih sana," Suruh Jevano pada Haris dan hadis pun menganggukkan kepalanya mengerti dan menyusul Naufal yang sudah keluar dari kelas mereka.
Jevano memasukkan bekal yang di berikan Rina tadi ke dalam tas ranselnya, dan pergi keluar bersama Reno, karena ada perekrutan anggota baru di English club. DNA satu bulan lagi, akan diadakan kompetesi English debate, dan story telling tingkat SMA.
Jevano dan Reno, bertanggung jawab atas hal tersebut. keduanya bertugas untuk mencari, dan sekaligus melatih serta menguji pada serta yang ingin ikut serta pada kegiatan tersebut.
"Eh? Carisa ikut No?" Tanya Reno sat melihat Carisa yang turut serta duduk di Aula.
"Loh? Mana? Gak ada bilang dia," Jawab Jevano mencari keberadaan Carisa.
"Noh!" Tunjuk Reno dengan dagunya.
Jevano pun menghela nafasnya kasar dan menatap tajam pada gadis itu, Carisa pun mengigit bibirnya. "Jevano kenapa natap aku gitu sih?" Batin Carisa.
"Siang semuanya," Sapa Jevano selaku ketua klub bahasa Inggris di sekolah.
"Siang."
"Jadi kalian udah tahu kan apa maksud berkumpulnya kita hari ini?" Tanya Jevano.
"Tau Kak,"
"Tau."
"Nah jadi berhubung bulan depan ada kompetisi untuk perlombaan debat bahasa Inggris dan story telling, dan kebetulan ini juga banyak yang daftar di luar ekspektasi kita."
"Jadi aku sama Reno rencananya mau sileksi dulu perserta yang kiranya mampu dan pantas, untuk ikut kompetisi ini nanti. Untuk peserta debat bahasa Inggris 3 orang dan 1 orang cadangan, jadi jumlahnya ada 4 orang."
"Sedangkan untuk story telling, 1 putra dan satu putri. Lalu cadangan 1 putra, 1 juga putri jadi jumlahnya ada 4 orang. Ada pertanyaan?" Tanya Jevano setelah menjelaskan kompetisinya.
__ADS_1
"Kak!" Panggil salah satu siswa mengangkat tangannya ke atas.
"Silahkan," Ucap Jevano.
"Sistem sileksinya itu gimana ya Kak? Yang di tes itu apa-apa aja? Terus kapan? Biar kita-kita yang disini juga ada persiapan gitu Kak," Tanya siswa perempuan itu.
"Untuk debat bahasa Inggris yang di tes itu, pronouncation, intonasi suara, grammar, dan juga keep your attitude. Sedangkan untuk story telling silahkan Ren," Ucap Jevano mempersilahkan Reno selaku penanggung jawab story telling.
"Kalo tes sileksi story telling, tes speaking, intonasi suara, pronouncation, grammar, dan poin yang paling penting sopan santun. Ah iya untuk pelaksanaan sileksinya akan di lakukan setelah perlombaan bakset di sekolah kita. Minggu depan hari Sabtu, di aula sepulang sekolah,"Jelas Reno.
"Untuk kandidat debat bahasa Inggris tahun ini Jevano, dan 3 orang lagi di antara kalian. Sedangkan story telling, akan di ambil dari kalian dan saya pengecualian. Pengecualian disini maksudnya, saya gak ikut serta tapi cuma ngebimbing teman-teman dan Adik-adik sekalian aja," Tambah Reno.
"Nah untuk peserta yang mau ikut debat bahasa Inggris silahkan duduk di sisi sebelah kanan, dan beri batas jarak 1 meter. Sedangkan peserta story telling silahkan untuk duduk di sebelah kanan," Ucap Jevano dan mereka pun menurut.
"Perlu di ingat, perlombaan ini di prioritaskan untuk kelas 3. Dan kemungkinan besar untuk peserta cadangan dari kelas 1 atau 2, Nah kalian jangan sampai berkecil hati karena menjadi cadangan. Siapa tahu... nanti tahun depan, kalian yang bakal jadi kandidat tetap sama pihak sekolah, kayak Jevano dan saya" Jelas Reno.
"Hanya saja saya tidak bisa ikut serta, karena ada urusan pribadi" Lanjut Reno.
"Silahkan tulis nama kalian," Ucap Jevano memberikan selembar kertas untuk peserta debat bahasa Inggris dan selembar kertas untuk peserta story telling.
Setelah para peserta menuliskan nama-nama mereka, Jevano dan Reno pun mengakhiri pertemuan di aula dan membubarkan siswa-siswi. Namun Jevano menahan Carisa, untuk tetap berada di aula.
"Ca!" Panggil Jevano hingga membuat pemilik nama itu menoleh ke belakang, dan tak jarang juga beberapa siswa yang menoleh dan berbisik-bisik ria membicarakan Carisa.
"Kak Jevano sekarang sama anak baru itu ya?"
"Awas aja kalo dia masuk tim, pasti pake koneksinya Jevano!"
"Jevano gak cocok sama dia! Cocoknya sama aku,"
"Carisa cantik ya, cocok sama Vano. Tapi masih cantikkan Yura gak?"
"Mendingan Carisa gak sih gak banyak bacot, Yura menang body aja. Tapi mulut gak bisa di kontrol,"
__ADS_1
Carisa pun menatap sekelilingnya, lalu berjalan mendekat pada Jevano.
"Kenapa gak bilang mau ikutan?" Tanya Jevano.