
"Kenapa? Aku betul kan? Ikut aja kenapa sih Rel? Kamu dulu siswa aktif, kenapa jadi lemah gini? Kamu" Ucap Leon di terpotong karena Aurel sudah bangkit dari duduknya dengan raut wajah kesalnya.
"Kamu tahu sendiri kan?! Aku itu udah gak punya sumber suporter yang bisa dukung aku kayak dulu lagi Lin, jangan paksa aku terus gara-gara kemauan Kakek, aku capek!" Ucap Aurel langsung pergi meninggalkan Carisa dan juga Leon.
Carisa pun mengedip-ngedipkan matanya berkali-kali, dan berusaha mencerna dan berusaha untuk mengerti atas apa yang baru saja di ucapkan oleh Aurel tadi.
"Maafin Aurel Ca, akhir-akhir ini Aurel memang agak sensitif. Lagi datang bulan palinggan," Jelas Leon dan Carisa pun menganggukkan kepalanya mengerti.
"Aurel ada cerita ke kamu tentang masalah keluarganya?" Tanya Leon dan Carisa pun menggelengkan kepalanya pasti.
Leon menghela nafasnya kasar, "Jangan singgung Aurel soal keluarganya dulu ya? Tolong banget, Aurel lagi berantakan banget sekarang" Jelas Leon menganggukkan kepalanya mengerti.
Tak sengaja mata haris yang tajam itu menangkap Aurel yang sedang berjalan keluar dari kantin sendirian, tanpa Carisa ataupun Leon.
"Eh Fal! Buru cepat itu Aurel keluar kantin sendirian! Cepat kejar!" Suruh Haris heboh sambil memukul-mukul lengan Naufal yang sedang menyuapi makanannya.
Naufal pun langsung mencari Aurel pada arah tunjuk yang di berikan Haris padanya, setelah menemukannya Naufal pun bangkit dari duduknya meninggalkan bakso yang di pesannya Gadi.
"Thanks!" Ucap Naufal langsung pergi meninggalkan teman-temannya dan juga Rina yang hendak menghampirinya, yang berencana untuk duduk bersama dengan komplotan Jevano.
Naufal langsung berlari untuk mengejar Aurel, hingga berhenti di saat Aurel tiba di ujung koridor sekolah yang sepi dan jarang di datangi oleh anak-anak di sekolahnya.
"Rel," Panggil Naufal membuat Aurel membalikkan badannya dengan air mata yang mengalir.
Aurel pun menghela nafasnya pasrah, "Fal aku capek" Lirih Aurel yang memang sudah tidak tahan lagi dengan hidupnya yang penuh dari penekanan dari sana dan sini.
Naufal pun mengigit bibirnya binggung, karena binggung harus melakukan apa. Hingga Naufal pun memilih langkah, untuk mendekat pada Aurel lalu bertanya.
"Are you okay?" Tanya Naufal membuat Aurel menggelengkan kepalanya.
Tanpa izin dari Naufal, Aurel langsung menyenderkan kepalanya di dada bidang Naufal. Dan menangis disana, Naufal pun menepuk-nepuk pundak Aurel pelan untuk menenangkan gadis itu.
Aurel pun melepaskan pelukan Naufal, "Maaf" Ucap Aurel.
__ADS_1
"Aku yang seharusnya minta maaf ke kamu, karena udah salah paham Rel" Jawab Naufal.
Seharusnya aku gak menjauh atau menghindar dari kamu sama yang lain Fal, tapi aku benar-benar binggung banget. Di satu posisi aku stress, dan hubungan kita... aku gak kamu beratin beban kamu. Aku juga gak bisa ngelepasin kamu gitu aja... maaf aku dulu gak jelasin gimana hubungan aku yang sebenarnya sama Leon," Ucap Aurel terisak.
"Iya gak papa, jangan nangis" Ucap Naufal yang masih menepuk-nepuk pundak Aurel.
"Aku sama Leon memang jarang kelihatan bareng, ya kamu tahu sendiri kan? Gimana pribadi keluarga aku Fal? Aku sering kok main bareng sama Leon, tapi ya gitu. Gak kelihatan, dan gak ada yang tahu kalau aku sama Leon sepupuan. Dan banyak orang salah paham sama itu," Jelas Aurel lagi.
Naufal pun menghembuskan nafasnya kasar, "Iya maaf aku datang terlambat, mau aku udah salah paham dan ninggalin kamu gitu aja di saat kamu lagi sejauh-jatuhnya" Jelas Naufal menghapus air mata Aurel.
"Fal aku capek sama kelakukan Papa yang selalu bawa perempuan ke rumah... aku gak mau pulang... aku muak sama permintaan kakek yang selalu. minta aku ngelakuin ini itu, buat banggain atas nama keluarga..." Isak Aurel lagi.
"Aku muak... Leon selalu jadi andalan Kakek untuk bujuk aku terus, supaya aku mau ngelakuin apa yang Kakek mau dari aku..."
...🐈⬛🐈⬛🐈⬛...
"Pusing..." Ucap Naufal.
Malam ini mereka semua sedang berkumpul di rumah Reno, alasannya ya karena sudah lama tidak main saja.
"Udah ngomong sama Aurel?" Tanya Jevano dan Naufal pun menganggukkan kepalanya.
"Aurel... muak... dia udah muak sama keluarganya, aku takut Aurel jadi ngelakuin hal yang aneh-aneh" Jelas Naufal membuat ketiga teman-temannya menghela nafasnya kasar dan binggung.
"Papa nya masih belum berubah juga?" Tanya Jevano membuat Naufal menggelengkan kepalanya.
"Aku heran deh sama Leon, dia emang beneran nge treat Aurel kayak adeknya sendiri gak sih? Maksud aku kenapa gitu keluarganya itu gak se protektif itu ke Aurel dan malah Leon yang kayak gimana ya, lebih di sayang gitu" Jelas Haris.
"Karena Aurel anak perempuan Ris," Jelas Naufal membuat ketiganya membangunkan kepalanya mengerti.
"Ntar aku kalo punya anak perempuan, gak mau kayak gitu deh. Atau cucu perempuan, kasihan mentalnya di ajak main terus" Ucap Haris.
"Aku dengar Mama Aurel di rumah sakit jiwa kenanga ya? Betul gak sih?" Tanya Jevano.
__ADS_1
"Gak tahu, Aurel gak ada bilang rumah sakit Mama nya dimana. Cuma bilang kalo Mama nya depresi akut, gitu aja sih... Aurel juga katanya selepas udah tamat SMA, Papa nya udah lepas tanggung jawab. Heran deh harta bapaknya buat apa aja sih??" Omel Naufal menggerutu kesal.
"Ya buat ngebiayain selingkuhannya lah, apa lagi?" Sahut Reno.
Drtt drtt drttt
"Eh Aurel nelpon!" Ucap Naufal heboh, dan reflek langsung menelepon panggilan dari Aurel.
"Ha.. halo Rel?" Sapa Naufal gugup di balik telepon.
"Speaker speaker!" Ucap Jevano tanpa Sura dan Naufal pun menurut untuk menambahkan volume dan menghidupkan speaker ponselnya.
Mata keempatnya langsung memba sat mendengar idaman di dari telepon Naufal, "Hiks... Fal.. kamu bisa jemput aku sekarang gak?" Isak Aurel.
"Hei? Kamu kenapa?" Tanya Naufal khawatir begitu juga dengan lainnya.
"Papa... hiks... Papa aku main tangan... Papa tadi hampir bunuh aku..." Isak Aurel.
"Kamu dimana? Share loc Rel, aku jemput kamu sekarang!" Ucap Naufal langsung buru-buru hendak keluar dari kamar Reno, hingga membuat Jevano menahan Naufal untuk tetap tenang.
"Tahan dulu," Bisin Reno pelan tanpa suara dan Naufal pun menghela nafasnya agar tetap tenang.
"Rel dimana?" Tanya Naufal.
"Hiks... aku di depan komplek rumah Fal... Please... kamu jemput aku sekarang Fal..." Isak Aurel.
"Iya ini aku mau jalan, kamu tunggu disitu ya? Aku otw sekarang juga jangan kemana-mana oke huh?" Ucap Naufal langsung mengakhiri panggilan.
"Tunggu dulu Fal nanti kamu mau bawa Aurel kemana? Ini udah malam," Sela Reno yang selalu berpikir panjang.
"Apartemen aku?" Tanya Naufal.
"Jangan, nanti kalo Kakek Aurel tahu gimana?" Tanya Jevano.
__ADS_1