
"Anak SMA seumuran kamu udah berani kayak gitu, harga diri loh... di hotel lagi astaga... bunda bersyukur banget Km meeting di hotel itu, dan melihat gimana kelakuan anak itu. Tapi sekarang Jino udah di kasih kebebasan kok sama Papanya, udah gak keras kaya dulu lagi." Jelas Nela panjang lebar.
"Bunda..." Ucap Carisa.
"Gimana kalo bunda tahu aku juga udah pernah kayak gitu sama orang lain? Bunda pasti kecewa banget," Batin Carisa takut.
"Iya Bunda tahu, ini pasti juga udah terlambat banget kan ya? Bunda juga udah dengar kok dari Mama kamu, kamu kabarnya mau tunangan kan? Jino belum tahu. Gak papa kok, Bunda senang dengarnya."
"Semoga kamu bahagia sama pilihan kamu yang sekrang ya? Bunda titip Jino sebagai teman kamu disini, kalau pun memang kalian berjodoh pasti akan bertemu lagi."
"Bunda minta maaf karena udah bebanin pikiran kamu kayak sekrang ini, jangan sungkan kalo mau cerita apa-apa sama bunda oke? Cerita pacar kamu sekarang juga boleh, walaupun status kamu sama Jino itu temanan, jangan lupa kabarin bunda."
"Bunda dari dulu udah anggap kamu sebagai anak gadis bunda sendiri, dan sekarang adik dari Jino" Ungkap Nela menatap Carisa dalam dan penuh arti.
Carisa sudah tidak dapat lagi membendung air matanya, dan berpindah duduk ke samping Nela. Lalu memeluk wanita paruh baya itu, sungguh Carisa sangat menyayangi Ibu dari mantan kekasihnya itu.
Kali ini Carisa tidak akan peduli pada perhatian beberapa orang yang menoleh padanya karena menangis, Carisa tidak memperdulikan soal itu lagi.
__ADS_1
"Makasih Bun... maafin Carisa" Ucap Carisa.
"Iya sayang... tapi kamu gak ada salah disini, seharusnya bunda yang kasih tahu kamu soal itu" Ucap Nela.
...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
Carisa baru saja pulang dari Mall, diantar oleh Jino. Carisa pun mengerutkan dahinya, saat mendapati mobil Papa Jevano yang terparkir di depan garasi rumahnya.
"Om Deri ke rumah? Tumben? Eh bukannya Papa sama Mama lagi gak di rumah yaa?" Gumam Carisa sambil berjalan cepat untuk masuk ke dalam rumahnya.
Ceklek
Carisa pun berjalan gugup dan memikirkan alasan apa yang tepat untuk menjelaskannya kepada Jevano, tidak lupa Carisa juga sedikit menyembunyikan belanjaannya dari Jevano.
"Habis dari luar ya Ca? Cantik banget," Tanya Jevano menyindir.
"Huh? Ah... iya dari mall..." Jawab Carisa jujur.
__ADS_1
"Carisa gak bohong, dia beneran dari mall. Bagus deh," Batin Jevano bersoram dalam hati.
"Sama siapa Ca?" Tanya Jevano.
"Sendiri, iya tadi aku pergi sendiri. Pulang naik gojek tadi, maaf ya gak kasih tahu kamu" Ucap Carisa duduk di sebelah Jevano.
"Bohong," Jawab Jevano.
"Apasih, siapa juga yang bohong. Orang aku memang pergi sendiri kok tadi," Jawab Carisa sok santai.
"Sendiri apa sama Jino?" Tanya Jevano menatap Carisa dingin.
Carisa pun tercekat saat melihat raut wajah Jevano yang hawanya sudah tidak enak itu, "K...kamu lihat?" Tanya Carisa polos.
"Kenapa kamu bohong sama aku? Kenapa gak bilang? Kamu masih anggap aku pacar kamu kan Ca?" Tanya Jevano dengan tatapan mengintimidasinya.
"Aduh... apasih Jevano kok jadi posesif gini ih," Kesal Carisa dalam hati.
__ADS_1
"Kok diem?" Tanya Jevano.
"Maaf," Sesal Carisa namun tak sepenuhnya menyesali perbuatannya.