
Sepulang sekolah.
"Carisa!" Panggil jino saat melihat Carisa yang hendak keluar dari kelas.
"Eh itu anak baru katanya satu sekolah kan ya sama Carisa pas di Bandung?"
"Katanya sih gitu mereka juga pasti saling kenal gitu. Makanya saling sapa, iya kan?"
"Hooh, yaudah lah yuk."
Carisa pun menghentikan langkahnya dan menatap Jino yang kini sedang berjalan ke arahnya. "Kenapa?" Tanya Carisa datar.
Tanpa izin, dan babibubebo Juno pun langsung merengkuh tubuh mungil Carisa ke dalam pelukannya membuat Carisa terkejut bukan main. Carisa pun melepaskan pelukan Jino dengan paksa, namun Jino tampaknya tidak membiarkan hal itu terjadi.
"Sebentar aja Ca, 5 menit. Kangen banget," Ucap Jino mempererat pelukannya.
Carisa pun menghela nafasnya kasar, setelah di rasanya Jino sedikit melemas Carisa pun menolak tubuh Jino secara paksa hingga kini pun melepaskan pelukannya. "Ca... Maaf" Ucap Jino menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Carisa pun memutar matanya jengah, "Kenapa kamu pindah kesini?* Tanya Carisa sarkas dan merasa tak senang.
"Papa, Papa yang mau aku pindah ke sini" Jawab Jino asal.
"Bohong," Ucap Carisa.
"Serius Ca, ngapain aku bohong sama kamu. Papa pindahin aku sekolah disini, supaya aku bisa ke luar negeri. Otomatis nanti nilai aku juga pasti naik kayak sebelum-sebelumnya" Jelas Jino.
"Oh ya? Kalau emang di Jakarta, kenapa harus di sekolah ini? Banyak kok di luar sana sekolah bagus berstandar internasional malah" Tanya Carisa menantang.
"Ca.. kamu itu salah paham soal Risa" Ucap Jino.
"Oke fine aku ngerti. Kalo gitu... boleh gak kita jadi temen lagi? Jangan musuhan kayak gini, please? Mau ya?" Tawar Jino membuat Carisa menatapnya malas.
"Ca?" Bujuk Jino.
Karena tidak menerima sahutan apapun dari Carisa, Jino pun mengulurkan tangannya. "Apa?" Tanya Carisa melihat pada tangan Jino.
__ADS_1
"Ayo kita buka lembaran baru kita Ca, us be coming friends. Mau kan?" Tanya Jino menatap Carisa penuh harap.
Carisa pun menghelakan nafasnya kasar, lalu meraih tangan Jino dan membalas ulurannya. "Udah kan? Puas? Aku buru-buru," Ucap Carisa langsung melepaskan tangannya seperkian detik, dan pergi meninggalkan Jino yang sedang menatap kepergiannya.
"Eh Carisa, baru aja mau kita samperin" Sapa Reno saat tidak sengaja bertemu dengan Carisa di koridor.
"Ya udah yuk, Haris sama Naufal kemana?" Tanya Carisa pada Reno.
"Udah di parkiran mereka, yuk lah. Aurel mana?" Tanya Reno sembari berjalan menuju parkiran.
"Aurel kayanya pulang dulu ke rumahnya sama Leon, nanti nyusul katanya" Jawab Carisa.
"Kamu mau naik apa Ca? Mau naik motor apa mobil? Kalo motorr aku bawa motor sama Haris, kalo mobil ya Naufal lah" Jelas Reno.
"Hmm aku sama kamu aja deh Ren, gak usah sama Haris. Banyak bacotnya kalo dia, lagian kalo naik motor bisa nyalib-nyalib. Mobil mana bisa," Ucap Carisa.
"Hahah iya sihh," Ucap Reno tekekeh pelan. "Cie kamu udah gak sabar nih ya mau ketemu sama Jevano hahaha" Goda Reno pada Carisa.
__ADS_1
"Hih! Apaan sih Reno ih!" Kesal Carisa tersipu malu.
Carisa tidak bisa mengelak lagi, karena memang begitulah kenyataannya. Bukannya apa, Carisa hanya takut terjadi hal buruk ataupun hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada Jevano.