How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
109


__ADS_3

"Kenapa kamu senyum senyum hey?" Tanya bunda Jino tertawa.


"Gak papa Bun, Carisa lucu deh hehe" Cengirnya.


"Gak da niatan mau balikan sama Carisa?" Tanya Bunda Jino.


"Carisa udah punya pacar baru Ma, Mama tau sendiri Papa gimana. Masih maksa juga jodohin aku sama anak rekan dia itu, malas banget!" Ucap Jino.


"Mama juga gak bisa larang Papa kamu, soalnya batu banget. Mama sukanya sama Carisa, nanti Mama bantu jelasin ke Carisa deh ya. Makanya kamu gak usah ikut," Jelas Bunda Jino.


"Bun ikut deh ya ya? Penasaran," Bujuk Jino.


"Iya deh iya, tapi nanti pas kami ngobrol kami pergi aja ya. Nanti bunda kasih kamu kode deh."


"Yah bunnn, nanti Jino mau kasih alasan apa coba."


"Ya apa kek, ke salon kek atau kemana. Ya bunda gak mau tahu, kamu pangkas aja itu rambut kamu udah panjang" Titah Bunda Jino.


"Iya deh bunnn iyaa" Jawab Jino menurut tetapi tidak ikhlas.


"Ma nanti Jino kesini ya? Mau jemput, Papa mana?" Tanya Carisa.

__ADS_1


"Papa di depan tuh lagi baca koran, jadi makan malam sama Nela? Jino ikut juga?" Tanya Ayu yang memang cukup mengenal bunda Jino dengan baik karena satu sekolah saat SMA dulu.


"Jadi Ma, boleh kan? Jino ikut kayaknya," Jawab Carisa.


"Iya boleh kok, tapi ingat! Jangan over. Kamu ngerti kan?" Ucap Ayu memperingati Carisa.


"Siap Ma, Carisa ngerti kok. Carisa sama Jino udah temenan sekarang hehe" Cengir Carisa.


"Bagus deh, Mama seneng dengarnya. Mantan itu gak boleh musuhan," Ledek Ayu tekekeh kecil.


"Iya Maaaaa."


"Kenapa Ma?" Tanya Saka saat melihat istrinya yang melirik-lirik ke arah pintu pagar.


"Kenapa sih Ma?" Tanya Saka lagi karena tak digubris oleh sang istri.


"Nah itu dia!" Ucap Ayu saat melihat pintu pagar rumahnya yang baru saja terbuka.


"Siapa tuh?" Tanya Saka saat melihat sebuah mobil mewah memasuki pekarangan rumahnya, namun atensi Saka teralihkan pada Carisa yang sudah rapi dan sepertinya hendak pergi keluar.


"Mau kemana kamu Ca?" Tanya Saka.

__ADS_1


"Mau ketemu bunda Paa," Jawab Carisa.


"Hah? Bunda?" Tanya Saka berpikir sejenak. "Ohhh bundanya Jino? Nela?" Tanya Saka saat melihat Jino yang baru saja keluar dari mobilnya, sambil menebar senyuman manisnya kepada kedua orang tua Carisa.


Tidak lupa, Jino juga menenteng oleh-oleh makanan kesukaan Saka dan Ayu dari Bandung. "Sore Om, sore Tante" Sapa Jino menyalami keduanya.


"Sore ganteng," Sapa Ayu.


"Sore Jino, lagi liburan ke Jakarta ya?" Tanya Saka.


"Engga Om, Jino pindah sekolah disini. Di. sekolah Carisa juga," Jawabnya.


"Aduh kayaknya kamu makin ganteng aja nih dama makin tinggi ya" Puji Ayu.


"Aduh ini Mah Mama yang over bangetttt!" Batin Carisa menggerutu dalam hati.


"Hehe iya Tante, Tante sama Om apa kabar?" Tanya Jino basa-basi.


"Om sama Tante kabarnya baik, pindah kesini kenapa?" Tanya Saka. "Di bandung sekolahnya gak enak ya," Canda Saka.


"Hahaha ya gitulah Om, biar enak ambil beasiswa ke luar negeri nanti" Jelas Jino membuat Saka menganggukkan kepalanya mengerti.

__ADS_1


__ADS_2