
Semakin dekat,
Hingga keduanya pun kini sudah saling berhadap-hadapan.
"Heh toa," Panggil Reno.
Yura pun memutar matanya malas, dirinya akan selalu ribut dengan Reno dan Haris jika bertemu. Dan itu tidak hanya sekarang saja, bahkan saat Yura masih memiliki hubungan dengan Jevano pun.
Ketiganya akan sering cekcok, entah itu masalah sepele sekali pun.
Dan Yura merasa senang karena Jevano pasti akan membela dirinya apapun yang terjadi, walaupun dirinya salah Jevano akan membenarkan dirinya di hadapan teman-teman kekasihnya.
Sebucin itu dulu Jevano pada Yura, beda sekali saat bersama Carisa. Carisa dapat dengan mudah, dan masuk ke dalam lingkaran teman-teman Jevano. Maka dari itu, teman-teman Jevano lebih menyukai pribadi Carisa dari pada Yura, jika di bandingkan.
Yura memutar matanya malas, "Aku punya nama ya!" Kesal Yura.
"Kamu ngapain disini?" Tanya Reno.
"Kepo banget sama urusan orang! Suka-suka aku lah mau kemana," Jawab Yura tak kalah sewot.
"Idih si toa, awas ya dekat-dekat jevano. Gak rela aku," Ucap Reno.
__ADS_1
"Dih siapa rupanya? Suka kamu sama Jevano? Oh belok ya? Iiii takut?" Ucap Yura jijik.
Reno yang malas meladeni Yura pun mencibir, dan berlalu segera untuk masuk ke dalam kelasnya meninggalkan Yura.
"Dih nyesel banget nanya sama tuh ayam!" Gerutu Reno saat berjalan masuk ke dalam kelasnya.
Reno bernafas lega, saat melihat ternyata hurunya belum masuk ke dalam kelasnya. Dengan raut wajah yang sangat kesal, Reno pun langsung duduk di sebelah Haris.
"Ini temen-temen ku pada kenapa yah? Kok mukanya pada badmood semua? Heran, Naufal juga" Batin Haris.
Iya Naufal juga sedang badmood, karena orang tuanya.
"Hai Reno pagi," Sapa Haris.
"Dih jutek banget, kenapa bangg?" Tanya Haris.
"Gapapa," Jawab Reno.
"Kek cewe aja dah heran," Gumam Hadia pelan namun dapat di dengar jelas oleh Reno.
"Kalian kenapa sih? Pagi-pagi gini udah gak mood an aja semuanya," Gumam Haris lagi.
__ADS_1
Reno pun melirik pada Naufal dan Jevano yang juga sepertinya dalam mood yang tidak baik, sama seperti dirinya. Ah iya, Reno jangan di tanya.
Sebenarnya bukan karena Yura, namun karena adik tingkatnya yang tidak becus dalam melaksanakan tugasnya sebagai anggota OSIS.
Dan itu lah, alasan Reno menjadi sangat kesal pagi ini. Karena dirinya lah yang di sembur oleh kepala sekolah, karena tidak becus mengajarkan adik tingkatnya.
"Eh mereka badmood kenapa? Gak lagi berantam kan? Kok diam-diam an gitu?" Tanya Reno saat melihat keduanya dengan wajah yang cemberut, sambil menatap layar ponsel mereka masing-masing.
"Si Naufal biasa, bokap nyokap dia" Jawab Haris.
"Terus itu Jevano? Jangan bilang gara-gara Carisa gak sekolah jadi dia murung? Lebay banget anjir," Umpat Reno.
"Yura tuh," Jawab Haris.
"Hah??? Jevano ketemu sama Yura?" Tanya Reno heboh membuat Haris menganggukkan kepalanya.
"Eh kenapa kenapa? Kok bisa gak mood gitu?" Tanya Reno.
Haris pun mengaruk tengkuk lehernya yang tak gatal, "Gimana ya aku ceritainnya? Pokoknya gitu deh, mereka ketemu di parkiran sekolah. Terus Yura nyamperin Jevano, pengen balik gitu. Pake acara meluk-meluk Jevano," Jelas Haris.
"Hah sumpahh? Tadi aku jumpa dia pas mau ke kelas," Jawab Reno membuat mata Haris melotot tak percaya.
__ADS_1
"Lah emang dia ngapain sih disini??" Heboh Haris.