How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
129


__ADS_3

"Hah? Leon? Suka... Carisa? Carisa pacar Jevano kan?" Tanya Yura.


"Iya, dia suka sama Carisa. Aku gak sudi punya kakak ipar kayak kamu," Ucap Aurel membuang wajahnya.


Yura pun tersenyum tipis, "Padahal aku pengen dekat sama kamu. Jangan salah paham soal kedekatan aku sama Leon," Jelas Yura.


"We won't be together," Lanjut Yura. "Jangan mikir aku bakal jadi kakak ipar kamu, itu gak akan pernah terjadi" Tambah Yura.


"Oh ya?" Sahut Aurel. "Ih udah deh Lin, kamu deluan aja. Aku sama Naufal, aku gak mau satu mobil sama penghianat" Ucap Aurel meninggalkan keduanya.


"Naufal pergi sama Rina," Ucap Yura yang mengetahui dial itu dari Lia dan juga Nabila.


"Kamu tahu dari mana?" Tanya Leon heboh.


Aurel pun langsung membalikkan badannya, "Kamu tahu dari mana?" Tanya Aurel.


"Ya tau lah," Jawab Yura.


"Gak percaya? Makanya ayo lihat sekarang, keburu Naufal sama Rina sampai di rumah Jevano. Naufal mau jemput Rina dulu, makanya lama. Pas udah ngantar Rina ke birthday party Jevano, baru dia jemput kamu" Jelas Yura.


Yura sengaja mengatakan itu pada Aurel, karena hendak membantu Rina agar Aurel dan Naufal segera putus. Karena sebenarnya Yura sangat tidak menyukai Aurel, yang gampang sekali salah paham dan berlaku buruk padanya.


Bahkan Yura ingin sekali rasanya untuk mencocoli mata Aurel, kalau saja Aurel ini bukan adik dari sumber hidupnya yang bergelimang harta. Mungkin saja, sudah di lakukannya.

__ADS_1


"Gak, dia pasti bohong. Naufal gak mungkin kayak gitu, maaf udah buat kamu gak nyaman kayak gini. "Ucap Leon tak enak, "Kalo gitu aku pergi deluan ya? Kamu sama Naufal aja," Putus Leon.


"Gak, aku ikut sama kalian" Ucap Aurel langsung berjalan menuju mobil leon dan masuk ke dalamnya.


"Ck! Mulut kamu!" Gertak Leon pada Yura membuat Yura mengindikkan bahunya tak perduli.


Yura pun tersenyum dengan penuh kemenangan, lalu meraih ponselnya untuk segera menghubungi Rina.


...Room Chat ...


...RinašŸ”...


^^^Yura:^^^


^^^Kamu ulur waktu^^^


^^^Supaya kita bisa sampai nya barengan^^^


^^^Kita 15 menit lagi sampai^^^


RinašŸ”:


Thanks

__ADS_1


^^^Yura:^^^


^^^Kalo ini berhasil^^^


^^^Kamu hutang budi ke aku^^^


^^^read^^^


Ini yang sangat tidak Rina sukai dari Yura sedari dulu, apapun yang di lakukan Yura untuknya pasti Yura akan selalu meminta baals Budi atas semuanya. Bahkan tidak hanya atas dirinya, namun kepada semua orang Yura akan berlaku bersikap seperti itu.


Jujur saja, Leon pun juga tidak menyukai sifat Yura yang satu ini.


"Eh kenapa Rin?" Tanya Naufal saat melihat Rina mengaduh kesakitan memegangi perutnya.


"Aduh... Fal, boleh gak kita mampir ke toilet umum sbeentar? Di SPBU juga gapapa deh," Pinta Rina memelas.


"Iya iya bentar ya, kita berhenti di pom bensin yang di depan" Ucap Naufal menambah kecepatan mobilnya.


bohong, Rina sama sekali tidak merasakan sakit pada perutnya. Rina hanya bermain-main saja dengan Naufal, agar Aurel lebih dulu sampai dan dapat melihat dirinya datang bersama dengan Naufal.


Yura melihat Aurel yang hendak mengeluarkan ponselnya dari kaca tengah spion mobil Leon, "Kamu mau hubungin Naufal?" Tanya Yura membuat Aurel melirik tak suka padanya.


"Jangan sekarang, nanti dia buru-buru sampai di rumah Jevano. Takut di lihat sama kamu," Ucap Yura memberi saran membuat Leon memijit kepalanya pusing.

__ADS_1


"Kalian pasti udah rencana in ini kan? Aduh... Naufal polos banget gila" Batin Leon.


__ADS_2