
Jevano baru saja memakirkan mobilnya dengan rapi di parkiran sekolah, Haris yang kebetulan juga membawa mobil pun terbengong-bengong. Saat melihat Jevano yang sudah di bolehkan oleh orang tuanya, untuk membawa mobil lagi.
"Oi Vano!" Teriaknya memanggil Jevano, "Udah bawa mobil aja! Eh kamu udah ingat semua kan?" Tanya Haris memelankan suaranya.
"Emang kelihatan ya?" tanya Jevano.
Haris pun memukul lengan Jevano, "Eh serius kamu Jev?" tanya Haris lebih membuat Jevano pun mengangukka. kepalanya.
"Wah," Ucap Haris menutup mulutnya tak percaya.
"Eh sejak kapan?" Tanya Haris pelan, sambil mengajak Jevano untuk masuk berjalan menuju pekarangan sekolah.
"Kemarin, pas di rumah sakit" Ucap Jevano menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal. "Eh tapi jangan kasih tahu Carisa sama siapa-siapa dulu ya, kita-kita aja" Peringat Jevano.
"Loh? Oh... yaudah oke aman aman" Jawab Haris nurut saja.
"Ini cuma aku aja yang baru tahu?" Tanya Haris membuat Jevano menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Dari kemarin juga udah feeling gitu sih," Ucap Haris santai.
"Emang kelihatan banget yak?" Tanya Jevano.
"Iyalah, yakali gak. Eh btw tumben nih gak telat?" Goda Haris.
"Permintaan bokap nyokap, dah mau tamat juga kan kita lagian. Gak boleh nongkrong di kantin belakang lagi," Jawab Jevano terkekeh pelan.
Mulai hari ini sampai hari kedepannya, Jevano akan berangkat sekolah lebih awal maupun itu berangkat sendiri atau bersama Carisa.
Karena Jevano akan menempati janjinya pada Deri, Papanya. Jevano juga akan meninggalkan semua kebiasan buruknya, untuk dirinya sendiri dan agar orang tuanya tidak kecewa lagi pada kebiasan buruk yang sering dilakukannya.
Sekarang Jevano ingin fokus untuk ujian akhir sekolahnya, dan persiapan untuk masuk ke universitas yang akan di tujunya sejak awal. Tiara juga sudah mengatur semua rencana Jevano, ah tidak Tiara saja Ayu pun ikut turut serta sekalian untuk persiapan putrinya Carisa.
Tiara dan Ayu sengaja membuat list rencana kedepannya, agar Jevano dan Carisa tetap bersama-sama dan setelah tamat SMA kedua orang tua itu hendak menikahkan kedua anaknya. Hingga tidak akan terjadi lagi, hal-hal yang tidak inginkan sebelum menikah.
"Carisaaaa" Panggil Aurel heboh.
__ADS_1
"Pagi-pagi udah semangat aja nih, lagi berbunga-bunga yaa" Tebak Carisa meledek Aurel.
"Hehehe kamu pasti udah lihat snapgram aku kannn" Ucap Aurel.
"Iya iya aku udah lihat kok, cuma aku gak reply aja hehe. Gimana? Udah balikan dong yaa?" tanya Carisa membuat Aurel mengangukkan kepalanya dengan semangat.
"Gak bareng sama Naufal tadi?" Tanya Carisa.
"Ck, Leon tuh nyebelin banget! Dia gak kasih izin ke aku buat pergi bareng Naufal. Malah Naufal disuruh pulang sama dia," Kesal Aurel.
"Hahaha, berarti itu Leon ngusir Naufal pas dia udah sampai rumah kamu??" Tanya Carisa menertawai Naufal kasihan.
Aurel pun mengerucutkan bibirnya dan mengangukkan kepalanya, "Nyebelin banget kan?! Padahak aku udah bilang ke Leon gak usah jemput, aku mau berangkat bareng sama Naufal. Ck! Tapi tetap ajaaa, ngeselin deh pokoknya" Kesal Aurel.
"Hai pagi," Sapa Jino tiba-tiba pada keduanya.
"Oh hai pagi," Jawab Aurel.
__ADS_1
"Pagi," Jawab Carisa.
"Ca, ini titipan dari bunda" Ucap Jino memberikan kotak makan di atas meja Carisa.