
"Kamu mau cari apa? Kira-kira sepupu kamu sukanya apa?" Tanya Jevano.
"Hm... kamu sukanya barang apa?" Tanya Rina.
"Loh kok tanya aku? Kan yang mau ulang tahun sepupu kamu. Kamu gak tau dia suka apa? Cewe apa cowo?" Tanya Jevano.
"Cowo, aku gak tahu dia suka apa. Kamu suka apa? Biar aku beli itu aja buat dia," Jawab Rina sembari bertanya.
"Oh yaudah kalo kamu mau gitu, apa ya? Aku kalo di kadoin sepatu, baju, dompet kayak gitu kayaknya gak sih. Kayak udah biasa aja gitu, iya kan? Menurut kamu gimana?" Tanya Jevano.
"Aku juga gitu, kalo farfum kamu suka gak?" Tanya Rina.
Jevano pun terkekeh pelan, "Tau gak sih? Kamu nanya kayak gitu. Seolah-olah kamu jadi ya mau beliin kado ulang tahun buat aku," Ucap Jevano bercanda dan diiringi kekehan pelan.
"Kamu mau juga?" Tanya Rina yang berusaha agar tidak tertangkap basah.
"Gak usah, farfum aja. Atau jam tangan mungkin?" Tanya Jevano.
"Dua-duanya, yuk kita ke toko jam tangan dulu!" Ajak Rina menarik tangan Jevano untuk menuju toko jam tangan yang berada tidak jauh dari mereka.
Jevano pun hanya menurut saja dan mengikuti langkah Rina, kemana Rina membawa dirinya pergi.
...πββ¬πββ¬πββ¬...
"Tante udah kenal lama belum sama Rina?" Tanya Carisa random dan penasaran pada Tiara yang sedang merangkai bunga.
"Udah sih, Tante juga temenan sama orang tua Rina. Tapi Tante kenal dia Karana teman sekolah Jevano dari TK gitu aja sih kenapa sayang?" Tanya Tiara.
"Oh gitu... gak papa kok Tante. Nanya aja hehe," Jawab Carisa membuat Tiara tersenyum.
"Tante suka bunga?" Tanya Carisa.
"Iya, kalo lagi waktu luang Tante pasti ngurus taman bekalang Ca. Terus beli beberapa bunga kayak gini, Tante dengar kamu gak suka bunga ya?" Tanya Tiara.
Carisa pun menganggukkan kepalanya pasti, "Gara-fara Mama kamu ya? Mama kamu kan gan bisa kena serbuk bunga sama bulu-bulu gitu kan?" Tebak Tiara terkekeh pelan.
"Bener banget Tante, tapi Carisa suka lihat bunga aja sih. Kalo emang buat hobi kayak. ngerawat gini Carisa udah pasti gak suka hehehe," Jawab Carisa jujur.
"Kalo Jevano? Kamu suka gak Ca?" Tanya Tiara menggoda Carisa.
"Hah?" Kaget Carisa. "Gimana Tante?" Tanya Carisa lagi membuat Tiara tekekeh geli sendiri.
"Jiwa muda, gak papa kok Ca. Kamu mau mandi dulu gak? Mau Tante pinjemin baju?" Tanya Tiara.
__ADS_1
"Emm.... beh gak Tante? Jujur, Carisa dari tadi badannya. udah lengket banget..." Ucap Carisa malu-malu.
"Ya ampun Ca, kenapa gak bilang dari tadi sih?" Kekeh Tiara.
"Ya udah yuk Tante antarin ke kamar Jevano aja, kamu mandi disana aja ya? Soalnya kamar tamu belum di bersihin banyak debunya, nanti kamu bersin-bersin" Jelas Tiara.
"Gak papa kok Tante, kamar tamu aja. Nanti Jevano marah," Jawab Carisa.
"Gak kok, tadi Jevano udah bilang ke Tante. Kalo kamu mau rebahan atau istirahat di kamarnya aja," Jelas Tiara benar adanya.
βYang bener Tante? Tante lagi gak bohong kan?" Tanya Carisa memastikan.
"Engga sayang, ayo sini" Ajak Tiara menarik tangan Carisa bangkit dari duduknya untuk menuju kamar Jevano.
Lantas keduanya pun langsung berjalan beriringan menuju kamar Jevano, "Ca kamu pake hodie sama celana Jevano aja dulu gak papa kan? Soalnya baju tidur Tante ya gitu... bajunya terbuka semua... aduh Tante jadi malu. Kamu paham kan maksud Tante?" Tanya Tiara
"H..hah? O..ohh itu, iya Tante gak papa kok" Sahut Carisa berusaha untuk berpikir positif dan menghilangkan pikiran negatifnya.
Sesampai keduanya di kamar Jevano, keduanya pun langsung masuk ke dalam kamar Jevano. Tiara pun langsung mencari baju kaos dan celana yang sekiranya muat untuk Carisa, dan di ambilnya sepasang baju kaos dan juga celana untuk Carisa.
"Ca ini bajunya ya? Tante letak disini, kamu mandi aja pakai kamar mandi Jevano. Tante mau ke kantor dulu sebentar, ada urusan dadakan" Jelas Tiara.
"Oke Tante makasih banyak, maaf jadi ngerepotin Tante" Ucap Carisa tak enak hati.
"Di kulkas sama lemari makanan banyak makanan cemilan ringan kok, anggap rumah sendiri ya Ca" Jelas Tiara panjang lebar.
"Siap Tante, makasih banyak Tante" Jawab Carisa.
"Iya sama-sama, ini gak papa kan Tante tinggal?" Tanya Tiara.
"Iya Tante gak papa kok," Jawab Carisa.
...20 menit kemudian....
"Ya ampun ini celananya kebesaran, melorot ke bawah terus hiks...". Rengek Carisa.
"Duh gimana sih ini..." Gerutu Carisa.
Carisa pun langsung berkaca di kaca besar yang terdapat di kamar mandi Jevano. "Ini juga bajunya besar banget muat dua orang ini mah, astaga... sekurus itu ya aku??" Tanyanya pada dirinya sendiri.
"Aku ikat aja apa ya ini celananya? Duh gak banget, aku pake rok aja lagi deh" Ucap Carisa kembali mengambil rok sekolahnya yang tadi di pakainya.
Carisa pun keluar dari kamar Jevano, dan memeprhatikan seluruh isi setiap sudut dari kamar Jevano.
__ADS_1
"Masih rapi aja nih kamar," Batin Carisa kagum kedua kalinya pada kerapian kamar Jevano.
"Eh astaga Csuda tangan sama kakinya di jaga! Ini rumah orang, bukan rumah sepupu kamu!" Peringat Carisa pada dirinya sendiri saat mengitari kamar Jevano.
Carisa pun menghela nafasnya kasar, dan memilih menghabiskan waktunya dengan ponselnya.
...πββ¬πββ¬πββ¬...
"Mau makan malam dulu gak Jev? Aku lapar banget," Ajak Rina.
"Kamu lapar? Ya udah ayo, aku juga agak lapar sih" Sahut Jevano.
"Ya udah yuk, kesitu aja gimana?" Tunjuk Rina pada salah satu restoran yang berada di depan mereka.
"Boleh, yuk" Ajak Jevano.
Lantas keduanya pun langsung menuju ke tempat itu, dengan Jevano yang memegangi barang belanjaan Rina. Dan hal itu, berhasil membuat Rina merasa spesial untuk Jevano.
"Biar aku yang pesan, kamu tunggu disini aja. Mau pesan apa?" Tanya Jevano yang lagi-lagi perlakuannya berhasil membuat Rina spesial bagi Jevano.
"Huh? UM.. aku spicy ayam sama lemon tea aja Jev," Jawab Rina.
"Oke, bentar ya" Pamit Jevano dan meninggalkan ponselnya di atas meja dan juga belanjaan milik Rina.
Ting!
...Mama...
Vano Mama ada urusan di kantor
Carisa di kamar kamu
minjem baju kamu
Gak tau deh itu muat apa gak
kalo masih di mall
beliin Carisa pakaian ya
jangan pulang lama
kalo udah selsai pulang
__ADS_1
Rina menatap layar ponsel Jevano itu tak percaya saat melihat notif masuk dari Tiara, "Sedekat itu? Wah..." Batin Rina tak senang.