How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
54


__ADS_3

"Pelan-pelan Jev!" Peringat Reno berteriak di tangga darurat itu.


Setalah berlari menuruni tangga darurat sebanyak 3 lantai akhirnya Jevano sampai di depan pintu ruang dokter kandungan dengan nafas yang masih tersengal-sengal.


"Aduh Jev, kamu sakit-sakit gini ternyata masih sanggup lari ya? Kamu beneran sakit gak sih?" Omel Reno sewor karena kelelahan mengejar Jevano di susul Haris yang gak kalah tergesa-gesa.


Jevano tidak menyahut sama sekali, dan berusaha mengatur nafasnya yang masih tidak beraturan usai berlari melewati 3 lantai, menggunakan tangga darurat pula.


Ceklek


Mata Jevano dan lainnya langsung melebar terkejut, begitupun juga dengan Carisa yang terkejut saat tiba-tiba saja dirinya dipertemukan oleh Jevano dan teman-temannya di depan ruang khusus untuk dokter kandungan.


Dan hal itu, membuat Carisa menjadi keringat dingin.


Carisa juga memperhatikan Jevano yang masih menggunakan pakaian rumah sakit, dengan nafas yang tidak beraturan seperti orang yang sedang di kejar oleh seekor kuda.


Carisa juga dapat melihat betapa pucatnya wajah Jevano, jakun sepertinya jegani dan teman-temannya berlari-lari menuju ruang ini pikir Carisa.


"Ca.. Carisa" Panggil Jevano gugup dan hendak meraih tangan Carisa, namun Carisa menolaknya.


"Ca... Kamu?" Tanya Jevano terhenti.


Carisa pun menatap Haris dan Reno secara bergantian,. hingga membuat ketiga pria itu langsung mengerti. "Ca kita harus bicara, ayo kita ke rumah rooftop rumah sakit dulu" Ajak Jevano lemas.


"Jev?? Heh ngapain? Jangan aneh-aneh deh Jev, di kantin aja atau dimana gitu. Gak harus di rooftop, di kantin kek atau dimana" Saran Reno.


"Iya Jev, bener tuh kata Reno. Jangan macam-macam deh, kamu gak boleh kenak angin dulu" Tambah Harus.


"Cuma sebentar, nanti aku duduk kalian di kamar inap" Jawab Jevano menarik tangan Carisa dan Carisa pun hanya dapat menurut saja tidak ada perlawanan sama sekali.


Padahal di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Carisa ingin sekali rasanya melawan Jevano untuk segera melepaskan tangannya. Namun saat ini, entah kenapa rasanya Carisa senang sekali saat Jevano menarik tangannya.


Di rooftop


"Ca jelasin ke aku," Ucap Jevano yang masih enggan untuk melepaskan tangan Carisa, hingga membuat Carisa sendiri yang melepaskan tangannya secara paksa dari tangan Jevano.


"Ca?" Panggil Jevano lagi.


"Apa sih? Kamu mau bicarin apa sama aku? Aku gak tau, aku harus jelasin apa emang sama kamu?" Tanya Carisa sarkas.


Jevano pun menatap manik Carisa lembut dan satu, namun penuh dengan selidik. "Kamu ngapain ke dokter kandungan?" Tanya Jevano.

__ADS_1


"Aku... aku" Jawab Carisa binggung.


"Kamu... hamil?" Tanya Jevano hati-hati.


Carisa melebarkan matanya terkejut, dan langsung menggeleng-gelengkan kepalanya berbohong.


"Engga, engga kok. Kenapa kamu mikir gitu? Kita cuma ngelakuin itu sekali ya! Kamu pikir ke dokter kandungan itu buat periksa kehamilan? Iya?!" Ucap Carisa tidak terima.


"Maaf Ca, jadi ngapain?" Tanya Jevano lagi.


"Aku jaga-jaga aja, halangan aku lagi kurang lancar" Jawab Carisa bohong.


Jevano pun hanya diam saja, dia tidak menatap Carisa. "Udah kan? Aku pergi," Ucap Carisa meninggalkan Jevano yang sama sekali tidak meresponnya sedikit pun


Carisa pun sebenarnya sedikit merasa janggal, karena Jevano hanya diam saja bahkan tidak mengatakan apapun setelah dirinya menjelaskan kenapa dirinya bisa di rumah sakit.


Namun, Carisa tak ambil pusing pada hal itu. Carisa malah merasa sangat bersyukur karena Jevano tidak mengetahui kenyataanya, kalau dirinya saat ini sedang mengandung anak Jevano.


Brukh!


Carisa pun tersentak terkejut, dan membalikkan badannya. Seketika Carisa langsung berlari menghampiri Jevano, dengan perasaan khawatiernya dan panik bukan main.


"Jev? Jevano?! Vano! Bangun!" Teriak Carisa menggoyangkan badan Jevano, namun tidak ada respon apapun hingga membuat Carisa takut setengah mati.


"Halo? Cari," Ucap Naufal terpotong.


"Naufal?! Naufal cepat! Cepat ke rooftop! Jevano pingsan... hiks... cepat!" Suruh Carisa terisak.


"Hah? Apa?! Oke-oke, kamu tunggu disana ya, jangan kemana-mana!" Suruh Naufal berbalik, dan langsung menutup telepon hendak meninggalkan Rina begitu saja yang masih berada di dalam kamar inap Jevano.


"Kenapa Fal?" Tanya Rina menahan tangan Naufal.


"Kamu tunggu disini aja ya Rin," Ucap Naufal langsung berlari untuk mencari bantuan.


Bingo!


Naufal pun langsung dipertemukan dengan Hadis dan juga Reno, yang sedang berjalan menuju padanya. Spertinya ingin kembali ke kamar inap Jevano, pikir Naufal.


"Eh kenapa lari-lari?" Tanya Reno pada Naufal.


"Jevano! Jevano pingsan di rooftop! Cepat panggil dokter atau perawat deh atau apa!" Suruh Naufal.

__ADS_1


"Hah?! Oke! Kalian berdua susul aja ke atas, biar aku yang panggil dokter sama perawatnya!" Suruh Harus langsung pergi begitu saja untuk mencari bantuan.


"Jevano! hiks... please... ayo dong bangun..." Isak Carisa memangku kepala Jevano di pahanya.


"Bangun... kamu mau ninggalin aku sama anak kamu ini huh?" Tanya Carisa terisak.


"Eh? Bentar," Ucap Reno berbisik menahan Naufal yang hendak menghampiri Cairan yang terduduk membelakangi mereka.


"Beneran hamil?" Tanya Naufal tanpa suara.


"Mungkin," Ucap Reno tanpa suara.


"Kamu harus bangun pokoknya! ] Harus sembuh! Kalo kamu gak bangun... aku bakal beneran mau aborsi anak ini, ayo bangun..." Isak Carisa.


"Vano!" Panggil Haris masuk ke luar rooftop dengan beberapa petugas medis rumah sakit.


Deg!


Reno pun menggaruk tengkuknya, "Aelah si Haris" Omel Reno pelan.


Carisa pun langsung menutup mulutnya rapat-rapat, berharap teman-temannya Jevano tidak mendengar apa yang dikatakannya barusan.


Jevano pun langsung di larikan ke unit darurat, dan berakhir lah kini Carisa, Reno, Naufal, dan juga Haris yang berada di depan ruangan itu.


"Eh Rina mana? Udah balik ya?" Tanya Reno pada Naufal.


""Astaga... aku lupa, tadi aku tinggalin di kamar inap Jevano. Aku jemput dulu," Pamit Naufal langsung bekari menuju kamar inap Jevano.


"Rina disini? Jenguk Jevano?" Tanya Carisa membuat Reno dan Haris saling tatap.


"Iya Ca," Jawab Reno.


Carisa pun mengigit bibirnya, "Kamu... hamil?" Tanya Reno hati-hati dan pelan membuat Carisa tersentak.


"H... huh? Ga.. gak, aku gak hamil. Kenapa kamu bialng gitu?" Tanya Carisa gugup.


"Tapi tadi kamu ngomong gitu Ca, kamu serius hamil? Anaknya siapa? Jevano?" Tanya Reno memelankan suaranya.


"Hah? masa? Serius kamu Ren? Jangan ngaco!" Ucap Haris sengaja agar Carisa tak salah paham pada Jevano nantinya.


"Engga!" Pekik Carisa meninggikan suaranya, membuat berapa perhatian menoleh pada mereka.

__ADS_1


"Terus tadi kamu ngapain ke dokter kandungan?" Tanya Reno.


"Eh iya, ngapain kamu tadi Ca?" Tanya Haris.


__ADS_2