How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
58


__ADS_3

Jevano menghela nafasnya kasar, lalu mematikan mesin mobilnya dan keluar dari mobil. Cairan tahu Jevano akan datang ke rumahnya Karana Carisa tadinya nendgR kalau Papanya sedang berteleponan dengan Jevano tadi.


Carisa juga mengintip dari jendela, saat mobil Jevano yang dulu selalu di naikinya pergi dan pulang ke sekolah itu baru saja masuk ke halaman rumahnya.


Carisa pun langsung berlari untuk lari ke lantai bawah, hendak mendengar apa yang akan di katakan Jevano pada Papanya, dan apa juga yang akan di katakan Papa nya pada Jevano.


"Sore Om," Sapa Jevano sopan.


"Sore Jevano, ayo duduk" Ucap Saka mempersilahkan Jevano untuk duduk di kursi sebelahnya.


Saat Jevano baru saja mengapa saka, Carisa baru saja tiba di lantai bawah. Dan mencari tempat yang sekiranya aman untuk dirinya bersembunyi, dan mendengarkan pembicaraan antara Saka dan Jevano.


Namun betapa terkejutnya Carisa, saat melihat Jevano tidak duduk di kursi. Melainkan Jevano berlutut di hadapan Papa nya, begitupun juga dengan Saka. Ini di luar ekspektasi nya pikirnya, saat melihat Jevano bertekuk lutut di depannya.


"Maaf Om, maaf Jevano udah ngehancurin mimpi-mimpi Carisa" Ucap Jevano menundukkan kepalanya. "Jevano tahu kalau kata maaf ini gak akan cukup, Jevano udah ngerusak masa depan Carisa. Jevano udah ngehancurin semuanya, maaf Om" Ucap Jevano.


"Jevano siap nerima konsekuensi apapun itu Om, Jevano siap bertanggung jawab atas Carisa" Ucap Jevano yakin.


"Jevano siap untuk nikah, dan nata masa depan sama-sama dengan Carisa Om" Tambah Jevano lagi.


Bugh!


Carisa pun menutup mulutnya terkejut, saat saka Papanya tiba-tiba saja meninju Jevano hingga pria itu tersungkur ke lantai.


"Itu tidak setimpal Vano dengan apa yang sudah kamu lakukan pada anak saya," Ucap Saka berbicara formal pada Jevano.


"Konsekuensi? Maaf? Tanggung jawab? Kamu pikir saya mau memberikan putri saya begitu saja setelah apa yang sudah kamu lakukan ke dia? Brengsek!" Ucap Saka kembali memukuli Jevano.


Jevano pun hanya diam saja, dan tidak memberontak sama sekali. Karena menurutnya dirinya pantas untuk mendapatkan pukul dari Saka, bahkan menurut Jevano sendiri dia pantas untuk mati setelah apa yang sudah di lakukannya pada Carisa.


Carisa tidak berani untuk sekedar keluar dari persembunyiannya, dan hanya dapat melihat, mendengar. sambil menangis dalam diam di balik jendela dengan diam.


"Kamu tahu Jevano? Carisa hamil," Ucap Saka yang terdengar putus asa.


"H..huh?" Kaget Jevano menatap Saka yang enggan untuk menatapnya.


"O...om" Panggil Jevano.

__ADS_1


"Kenapa? Kamu mau lari kan?" Tanya Saka.


Saja pun menggelengkan kepalanya cepat, "Engga Om. Jevano siao tanggung jawab, Jevano bakal ngomong ke Mama sama Papa malam ini. Papa sama Mama malam ini sampai di Indonesia," Jelas Jevano.


"Kamu yakin? Bagiamba saya bisa memegang ucapan kamu?" Tanya Deri.


"Besok pagi saya datang kesini sama Papa Mama Om," Jawab Jevano yakin.


"Sekarang kamu pulang, tapi saya minta ke kamu. Kamu kasih tahu Mama sama Papa kamu besok pagi, kamu paham kan maksud saya Jevano? Mama sama Papa kamu baru saja pulang dari perjalanan bisnis di luar negeri," Jelas Saka.


"I... iya Om," Jawab Jevano menurut dan hendak memberi tahu soal Carisa pada orang tuanya besok pagi.


"Sekarang, kamu pulang" Usir Saka lalu masuk ke rumahnya meninggalkan Jevano, dan menuruti pintu rumahnya dapat tidak lupa untuk mengunci pintu rumahnya.


Jevano pun berbalik, dan berjalan dengan tatapan kosong menuju pada mobilnya.


Berapa terkejutnya Saka, saat melihat putrinya yang sedang menahan tangisnya di balik jendela sejak tadi. Lantas Saka langsung memeluk Carisa, dan Carisa pun menangis sejadi-jadinya di pelukan sang Ayah.


...🐈‍⬛🐈‍⬛🐈‍⬛...


"Loh Haris? Naufal?" Ucap Tiara terkejut saat melihat kedua teman Jevano berada di rumahnya tanpa anaknya.


Ceklek


Lantas perhatian Naufal, Haris, Tiara dan Deri pun teralihkan pada pintu rumah mereka yang baru saja terbuka kembali.


"Oh Mama? Papa? Baru sampai?" Tanya Jevano.


"Kamu? Dari mana?" Tanya Deri.


"Jevano dari rumah Carisa," Jawab Jevano benar adanya.


Tiara pun menatap Haris dan juga Nauf yang diam saja sekilas, lalu kembali beralih untuk menatap anaknya. "Itu muka kamu obatin dulu, berantam dimana kamu?" Tanya Tiara.


Naufal dan Haris pun saling tatap, "Kalian tahu?" Tanya Tiara membuat keduanya menggeleng-gelengkan kepalanya cepat takut.


Jevano pun mengisyaratkan kepada teman-temannya untuk bungkam, "Ya udah, ini Hadis sama Naufal itu ada ole-ole dari Tante" Ucap Tiara ramah menunjukkan pada teman-teman Jevano bingkisan yang di bawanya dari Italia.

__ADS_1


"Hehe makasih Tante, Tante Tiara memang yang paling terbaik!" Puji Haris pada Tiara.


"Tinggalin Reno ya Ris!" Peringat Rina pada Haris yang suka lupa kawan.


"Ingat tuh!" Ucap Naufal yang ikut-ikutan memperingati Haris.


"Ck iya iya!" Gerutu Haris.


"Om sama Tante isitrahat dulu ya, kalian makan malam disini aja. Ajak Carisa ya Jev? Mama kangen," Pinta Tiara.


"Carisa lagi gak enak badan Ma, tadi Jevano sebelum berantam sama temen mampir kesana dulu" Jawab Jevano mengada-ada.


"Oh ya?" Tanya Tiara. "Ya udah deh, gak papa. Mama titip selama aja ya! Mama sama Papa mau istirahat dulu capek! Obatin itu luka kamu!" Ajak Tiara yang mengajak Deri untuk masuk ke kamar untuk Istirahat.


"Om masuk dulu ya Ris, Naufal. Nanti kita cerita-cerita lagi, Om capek banget soalnya" Ucap Deri.


"Iya Om aman," Jawab keduanya.


Jevano pun menghela nafasnya kasar, dan duduk di salah satu sofa yang terdapat disana. Jevano tampak murung, dan pusing karena Jevano mengusap rambutnya kasar.


"Kenapa tuh?" Tanya Haris berbjsin pada Naufal, Naufal pun mengindikkan bahunya tidak tahu.


Lantas Naufal pun mendekati Jevano, hendak bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Di susul oleh Haris, "Kenapa?" Tanya Naufal.


"Carisa hamil," Ucap Jevano pelan.


"Apa?! Eh demi apa kamu Jev? Serius? Heboh Haris.


Jevano pun menganggukkan kepalanya frustasi, "Terus gimana? Kamu mau gimana ke depannya? Om sama Tante belum tahu kan?" Tanya Naufal.


"Belum, Mama sama Papa belum tahu dan sekali. Tapi besok lagi bakal tahu, aku mau tanggung jawab apapun ceritanya. Aku mau nikahin Carisa," Jawab Jevano pasrH.


"Bagus, good boy! Yang penting kamu tanggung jawab, udah bener kok itu" Jawab Haris.


"Tapi Carisa, aku pengen lihat keadaan Carisa" Ucap Jevano terdengar putus asa.


"Loh tadi kamu gak ketemu sama Carisa?" Tanya Haris heran.

__ADS_1


"Jangankan untuk ketemu Carisa, masuk ke rumah aja gak boleh" Jawab Jevano benar adanya.


__ADS_2