
Yura pun menundukkan kepalanya malu, " Tante maaf. Yura gak ada maksud kayak gitu ke Jevano. Yura juga kepaksa Tante," Jelas Yura.
Tiara pun melirik kanan kiri, dan mengecilkan suaranya. "Kamu pikir saya gak tahu? Apa yang sudah kamu lakukan di belakang anak saya?" Tanya Tiara berbisik kecil pada Yura.
"Kamu udah punya anak kan? Leon, saya tahu semua. Soal bagaimana hubungan kamu dengan keluarga Afnan, dan bagaimana kamu bermain belakang dengan anak saya"Jelas Tiara marah pada Yura.
Yura yang terkejut pun, karena tak menduga kalau Tiara mengetahui soal ini sejauh itu. "Tante..." Lirih Yura.
"Kamu gak usah ngelak, sekarang saya minta sama kamu jangan lagi ganggu anak saya. Kamu lihat sendiri kan? Anak saya sudah tunangan dengan gadis pilihannya, Jevano juga udah gak mau balik lagi ke kamu."
"Kamu tahu sendiri kan gimana Jevano ke pacarnya? Dia gak akan beralih," Sindir Tiara menatap sinis pada Yura.
Setelah mengatakan hal demikian, Tiara pun langsung meninggalkan Yura begitu saja. Yura pun mengertakkan giginya setalah di tinggali begitu saja oleh Tiara, Yura meremat ujung baju gaunnya dan menatap kepergian Tiara dengan nanar.
Carisa lihat sendiri, bagaimana Yura yang sedang berbincang dengan Tiara. Dan hal itu, membuat Carisa sangat penasaran.
Hanya saja, Carisa tidak tahu apa yang di bicarakan keduanya. Namun, dari apa yang di perhatikan oleh Carisa tampaknya Tiara sangat tidak menyukai Yura. Dan di luar dugaan Carisa, Tiara meninggalkan Yura begitu saja.
__ADS_1
Dan hal itu, semakin menguatkan asumsinya. Kalau hubungan keduanya, memang lah tidak baik-baik saja.
"Hai?"
Yura pun menoleh dan melihat Carisa dengan tatapan tajamnya, sapaan dari Carisa barusan pun tidak di ubris oleh Yura. Di luar dugaan Carisa lagi, kini malah Yura yang pergi meninggalkannya.
"Gak nyangka aku, sama siapa dah dia datang?" Tanya Haris.
"Leon," Jawab Naufal.
"Lah serius? Gak heran sih," Jawab Reno.
"Ya gak tau Leon gimana aja kamu Ris," Jawab Naufal.
"Yang main di belakang lah palingan nih ya salah satu dari angkatan kita ada yang di palakkin sama si Loen. Nah, undangannya itu tuh pasti di belik sama Leon. Kayak gak paham aja dah kamu Ris," Jelas Reno panjang lebar.
Haris pun menggaruk tengkuk lehernya, "Eh Iya juga ya. Bisa jadi tuh, tapi kesel banget dah. Kira-kira Jevano balik lagi gak ya ke Yura?" Tanya Haris.
__ADS_1
"Jodoh kagak ada yang tahu Ris, minta-minta jangan" Jawab Reno terkekeh pelan.
"kamu kenapa dah sama Aurel, kok jauh-jauhan. Aurel di tanya juga gak nyaut, lagi gelud ya? Gara-gara berangkat sama Rina pasti kan?" Tebak Haris.
Naufal pun mencebik kesal, "Hmmm" Jawabnya.
"Pusing," Lanjut Naufal.
"Salah sendiri sih, mau kita bantuin gak?" Tanya Haris.
"Hah mau bantuin apaan?" Tanya Reno.
"Bantuin mereka putus hehe," Jawab Haris cengar-cengir dan langsung mendapatkan lemparan tisu dari Naufal.
"Canda Fal canda," Jawab Haris. "Nanti biar aku yang ngomong ke Aurel, Rina ngajak kamu pergi lewat apa? Chat? Atau langsung?" Tanya Haris.
"Langsung, makanya aku gak bisa nolaknya. Padahal aku udah kasih seribu alasan," Jelas Naufal.
__ADS_1
"Seribu alasan..." Ucap Reno sambil bernyanyi.