
"Rin aku agak kaget tadi," Ucap Lia berbisik kecil yang memang duduk sebangku dengan Rina.
Saat ini jam pelajaran sedang berlangsung, dan tiba-tiba saja Lia melontarkan kata seperti itu di saat guru sedang menjelaskan mata pelajaran. Dan Rina pun sedang asik mencatat ucapan penting, yang di jelaskan oleh gurunya.
Karina pun menghentikan aktifitasnya, "Kaget? Kaget kenapa?" Tanya Rina.
"Kamu jadi kayak ramah gitu ke Jevano, gimana ya? Kayak bukan kamu aja deh gitu pokoknya," Jeals Lia.
"Loh? Bukannya kalian yang nekan-nekan aku buat kayak gitu ke Jevano? Lagian kalian tau sendiri kan aku itu mau confess ke Jevano, udah cuma itu aja" Jelas Rina kembali melanjutkan tulis-menulisnya sambil setia menyimak guru yang sedang menjelaskan.
"Semangat!" Ucap Lia pelan menyemangati Rina temannya.
Plak!
"Argh...." Ringis Lia memegangi kepalanya yang terkena lemparan spidol dari ibu guru yang sedang megajar di kelasnya.
"Kamu dari tadi ribut sekali ya!" Omel Ibu guru itu.
"Rina kamu juga, akhir-akhir ini nilai kamu turun terus ya! Orang tua kamu nekan ke saya, kalian berdua sekarang berdiri satu kaki di depan kelas. Sekarang!" Omel guru itu tegas dan tidak menerima penawaran atau pun penolakan apapun hanya karena Rina adalah siswa istimewa di sekolah.
Istimewa dalam artian anak orang penting di sekolah, dan juga anak konglomerat selaku donatur sekolah.
"Sorry Rin," Ucap Lia merasa tak enak.
Rina dan Lia pun terpaksa bangun dari duduknya dan bergegas menuju depan kelas dan mengangkat kakinya sebelah dengan raut wajah malu dan kesalnya.
Naufal melirik pada Rina sekilas dan Lia bergantian, "Kamu suka ya sama Rina?" Tanya Jevano berbisik.
"Gak," Jawab Naufal cepat dan Jevano pun hanya merespon dengan mengindikkan bahunya saja.
...🐈⬛🐈⬛🐈⬛...
"Siang Rel, hai Carisa" Sapa Leon. "Masih ingat aku?" Tanya Leon menyapa Aurel dan Carisa yang sedang duduk di kantin di jam istirahat, sambil menikmati makanan dan juga minumannya.
__ADS_1
"Siang Leon, ingat kok" Jawab Carisa seadanya.
"Ngapain disini?" Tanya Aurel.
"Aku gak suka kalo adek aku di dekatin sama Naufal lagi, dua udah buang kamu Rel. Jadi aku mau jaga kamu dari dua," Ucap Leon spontan dan mengis kalau Aurel sudah menceritakan pada Carisa bagaimana hubungannya dengan Naufal.
Aurel pun menatap Carisa jengah, namun Carisa tak menatap Aurel kembali dan memilih untuk mendengarkannya saja. Dan menyantap makanannya enak, tanpa perlu menatap Aurel maupun Leon.
Aurel pun menggeleng-gelengkan kepalanya pada Leon memberi isyarat pada Leon kalau Carisa tidak mengetahui soal dirinya adalah mantan kekasih Naufal.
Untung saja Leon mengerti dengan cepat, hingga Leon pun tidak perlu melanjutkan pembicaraannya lagi tentang Naufal.
"Eh Ca kamu udah pernah keliling Jakarta belum? Ntar kita main bertiga bareng mau gak?" Ajak Leon.
"Hah? Main bareng?" Tanya Carisa membuat Leon menganggukkan kepalanya mantan.
"Engga kita berdua aja, Aurel juga ikut kok. Iya kan Rel?" Tanya Leon menaik-turunkan alisnya.
"Iya Ca ayo! Mau kan?!" Tanya Aurel semangat.
"Oke, di tunggu ya kabar baiknya cantik!" Ucap Leon tersenyum ramah hingga dengum ramahnya itu seketika luntur saat melihat Jevano yang menatapnya tajam di depan pintu masuk kantin.
Aurel dan Carisa pun saling tatap saat melihat mata Leon yang berubah menjadi datar terkesan tidak suka,embuat Aurel dan Carisa melihat kemana Leon melihat.
Aurel pun mengulum bibirnya gugup, sedangkan Carisa binggung. Menurut Carisa dari apa yang dari di lihatnya, beberapa hari yang lalu dan juga hari ini, Carisa dapat menyimpukjan kalau hubungan Leon dan Jevano memanglah kurang baik.
Dan, apa itu karena seorang gadis? Pikir Carisa.
Hingga membuat Carisa semakin penasaran bagaimana sosok dari Yura ini, yang di perebutkan oleh pria-pria tampan di sekolahnya.
Ya Carisa akui kalau Leon dan Jevano memang cukup tampan untuk di lihat Leon dengan wajah blasteran bulenya dan juga rambut coklat khas bulenya yang terlihat original dan tidak di warnai sama sekali.
Dan Jevano yang memiliki mata, hidung, dan senyum yang indah lalu rahanya yang tajam. Hingga membuat kedua pria itu, sangat tampan dan tak ada saingannya.
__ADS_1
Tidak heran, kalau seantero sekolah pasti banyak yang menyukai kedua pria itu.
"Vano ayo! Gak usah cari ribut dah," Ajak Haris langsung menarik Jevano untuk menjauh dari pandangan Leon.
"Risa... tunggu dulu, kamu tahu kan disana ada Aurel?d Tanya Haris berbisik pelan pada Jevano dan melirik pada Naufal dan Reno bergantian yang sedang sibuk dengan perbincangan mereka.
"Ya terus?" Tanya Jevano sewot.
Haris pun menggaruk lehernya tidak gatal, "Gak papa sih. Pokoknya jangan aja, ntar kalian main Bogeman disana. Aku yakin kamu masih simpan dendam sama Leon, iya kan? Udah ayo kita isi perut aja," Ajak Haris menarik Jevano paksa dan akhirnya pun Jevano hanya dapat pasrah saja dan menuruti Haris temannya.
"Belum baikan ya? Aku kira udah baikan," Sindir Reno.
"Apasih?" Kesal Naufal.
"Kamu sama Aurel, kayaknya harus face to face gitu gak sih bertiga sama Leon? Supaya gak ada salah paham gini? Kasihan lihat kamu galau terus," Kekeh Reno.
Naufal mendelikkan matanya malas, dan memilih jalan terlebih dahulu meninggalkan Reno. "Udah mulai suka sama orang lain ya? Rina?" Tanya Reno menyusul Naufal.
"Gak, aku gak suka cewek kayak Rina. Kepribadiannya banyak," Ucap Naufal jujur yang memang masih binggung bagaimana kepribadian gadis itu sebenarnya.
Reno yang mendengar itu pun langsung melongo, "Wah emang benar-benar gak jelas nih anak" Cicit Reno.
"Rel Minggu depan ada sileksi buat peserta debat bahasa Inggris, gak mau ikutan?" Tanya Leon sambil melihat poselnya.
"Aku udah keluar," Jawab Aurel jujur.
"Eh anak baru boleh gak ikut?" Tanya Carisa hingga membuat Aurel dan Leon bertukar tatap lalu menatap Carisa.
"Mau ikut Ca?" Tanya Aurel membuat Carisa menganggukkan kepalanya pasti. "Daftarnya sama Jevano, dia ketua klub bahasa Inggris di sekolah Ca" Jelas Aurel.
"Eh? Masa sih? Serius?" Tanya Carisa tak percaya.
"Iya Jevano Ca, dulu biasa nya yang pergi Jevano sama Aurel kalau ada event-event kayak gitu. Ya tapi lihat aja deh Aurel sekarang jadi malas ikut apa-apa," Jelas Leon membuat Aurel menatapnya tajam.
__ADS_1
"Kenapa? Aku betul kan? Ikut aja kenapa sih Rel? Kamu dulu siswa aktif, kenapa jadi lemah gini? Kamu" Ucap Leon di terpotong karena Aurel sudah bangkit dari duduknya dengan raut wajah kesalnya.