How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
113


__ADS_3

Selepas kepergian Nela ke kamar mandi, keheningan lah yang menyelimuti keduanya. Namun dengan berani Jino pun membuka pembicaraan, "Bunda aku ngerepotin kamu banget ya? Maaf ya jadi ganggu waktu luang sama istirahat kamu," Ucap Jino merasa tak enak sebenarnya.


"Ih apaan sih Jino, gak lah! aku malah senang bisa main keluar lagi bareng bunda tahu!" Seru Carisa senang.


"Oh ya? Bagus deh senang dengarnya" Jawab Jino tersenyum tipis.


"Eh eh itu Carisa bukan?" Tanya Haris sambil memukul-mukul lengan Jevano.


Iya tadi Jevano sebelumnya ke rumah dulu, tapi ternyata Reno masih di sekolah. Dan Jevano pun akhirnya ke rumah Haris, untuk mengajak temannya itu untuk main ke mall sekalian mau cuci mata gitu katanya.


Bukan cuci mata perempuan, tapi barang-barang yah.


Naufal? Oh jangan di tanya, lagi sibuk kencan sama Aurel.


Jevano pun memicingkan matanya dan berjalan mendekat, dan akhirnya Jevano pun yakin kalau gadis itu memang benar Carisa. Dengan seorang pria? Pikir Jevano.


Damn!

__ADS_1


"Bukannya tadi Carisa bilang gak mau kemana-mana? Kenapa malah kemana-mana? Mau istirahat kan tadi katanya? Kenapa malah keluar? Mana sama cowo lagi," Batin Jevano kesal.


"Aku samperin aja kan?" Tanya Jevano.


"Eh itu Jino Jev!" Heboh Haris yang sudah mengetahui soal Jino adalah mantan kekasih Carisa dari cerita Jevano saat menuju perjalanan ke mall tadi.


"Iya aku tau, samperin aja ayo Ris!" Ajak Jevano ankun Haris menahan tangan Jevano.


"Eh tunggu dulu, ngapain?" Tanya Haris. "Carisa gak ada bilang mau keluar sama jino?" Tanya Haris membuat Jevano menggeleng-gelengkan kepalanya.


Haris pun menatap Jevano tak percaya, "Hah serius gak ada sama sekali?" Tanya Haris lagi memastikan.


"Yaudah biar pasti, yuk aku temenin ke situ" Ajak Haris menarik tangan Jevano.


Namun langkah keduanya pun terhenti, saat melihat wanita paruh baya yang baru saja menghampiri keduanya dengan senyum manis yang tercetak di wajah wanita itu.


Jevano dan Haris pun saling bertukar tatap, "Kamu kenal?" Tanya Haris.

__ADS_1


"Kayaknya itu yang aku lihat kemarin di hp, itu Mama Jino mereka sempat video call pas aku datang ke kelas Carisa. Carisa juga kelihatannya dekat banget sama ibu-ibu yang itu," Tunjuk Jevano pada Nela dengan perasaan cemburunya, Jevano pun berlalu begitu saja meninggalkan Haris.


"Lah? Heh! Mau kemana?!" Pekik Haris. "Main ninggalin aja buset!" Kesel Haris sambil menyusul Jevano.


"Udah selesai Ma?" Tanya Jino.


"Udah nih, udah gih kamu pangkas sana" Suruh Nela.


"Ck iya iya Ma, Ca aku tinggal sama bunda gak papa kan?" Tanya Jino.


"Ya gak papa lahhh, Gak usah lebay" Jawab Carisa membuat Nela terkekeh kecil.


Lantas Jino pun langsung pamit dan bangkit dari duduknya, meninggalkan keduanya.


"Ca.." Panggil Nela.


"Iya Bun kenapa?"

__ADS_1


Nela pun memgamb tangan Carisa untuk di genggamnya, "Kenapa Bun?" Tanya Carisa binggung, karena tidak pernah ya bunda Jino bersikap seperti ini padanya.


"Bunda udah dengar gimana hubungan kamu sama Jino, maafin Jino ya? Jino sama Bunda juga sebenarnya gak mau tapi ini paksaan dari Papa Jino. Kamu tahu sendiri kan gimana kerasnya Papa Jino sayang?" Tanya Nela.


__ADS_2