
"Happy birthday to you"
Jevano pun menoleh ke belakang dan menemukan Carisa, dan juga teman-temannya serta Papanya yang keluar dari pintu luar taman. Sehingga, membuat Jevano mengangga tak percaya.
"Happy birthday, happy birthday, happy birthday Jevanoooo!" Nyanyi semuanya serentak sambil bertepuk tangan dari belakang.
Duar!
Reno dan Naufal pun menarik confetti yang sejak tadi di genggamnya, dan mengeluarkan suara dengan beberapa kertas kecil yang keluar dari benda itu.
"Selamat ulang tahun anak Papa," Ucap Deri memakaikan topi ulang tahun di kepala Jevano.
"Wah... ini kalian?" Tanya Jevano tak percaya.
"Eh ini tiup dulu lilinya, udah mau meleleh" Suruh Carisa.
"Eh iya Jev, nanti kena kue nya kan sayang" Ucap Haris yang selalu sayang pada makanan.
__ADS_1
Jevano pun menghembus lilin tersebut, hingga membuat semuanya bertepuk tangan meriah. "Potong kue nya, potong kue nya" Ucap Reno dan Naufal bernyanyi, lalu dokutui oleh Haris, Deri, dan juga Tiara.
"Pisaunya?" Tanya Jevano.
"Ini," Tunjuk Carisa pada piring.
Lantas Jevano pun memotong kue itu dengan rapi, dan memberikan suapan pertama kepada Tiara.
"Semoga dengan bertambah usia kamu hari ini, umur kamu semakin berkah. Pesan dari Mama, kamu harus bisa untuk menjadi yang lebih baik. Jangan macam-macam lagi, fokus untuk kedepannya."
"Iya Ma, maaf Jevano suka bikin Mama sama Papa kesel terus hehe" Ucap Jevano cengar-cengir pada Tiara.
Potongan kedua, Jevano pun memberikannya pada Deri.
"Selamat ulang tahun ya Nak," Ucap Deri mengecup pipi kanan dan kiri Jevano. "Jev wish papa masih sama ya kayak semalam. Jadi yang lebih baik oke? kamu udah dewasa sekarang, harus bisa belajar memimpin. Dan jagain Carisa untuk kedepannya, Papa bangga dan percaya sama kamu" Ucap Deri memegangi bahu Jevano.
"Iya Pak siap. Makasih my Hero," Jawab Jevano membuat Deri tersenyum bangga, begitupun juga dengan Carisa.
__ADS_1
Jevano pun kembali memotong kue, dan memberikan potongan ketiga untuk Carisa.
"Harapan aku ke kamu udah di sebutin sama Mama Lala Jev, tapi tambahan satu lagi. Jangan pernah main perempuan di belakang aku yaa!" Ucap Carisa mencubit pipi Jevano gemas.
"Ah sakit Ca," Ringis Jevano membuat Deri dan Taira senang melihat interaksi keduanya seperti itu, akur pikir mereka.
Dengan melihat Jevano sekarang pun, Tiara menjadi mengerti mengapa alasan Jevano tidak ingin memberi tahu Carisa. Soal dirinya, yang sudah mengingat semuanya.
Carisa, Reno, Naufal, dan Haris memang sudsh berencana untuk menginap di rumah Jevano. Hanya saja Reno, Naufal dan Haris tanpa sepengatahuan Jevano sendiri.
Sangking niatnya, mereka juga sampai membawa untuk keperluan mereka besok sekolah. Seperti sepatu, baju sekolah, buku-buku, dan yang lainnya.
Setelah memberikan surprise kepada Jevano, Tiara dan Deri pun langsung menyuruh anak-anak itu untuk segera tidur. Mengingat pagi nanti mereka akan sekolah, dan juga akan acara ulang tahun Jevano sekaligus pertunangan Jevano dan Carisa di malam hari.
...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
"Ini kalian serius an gak ada yang bawa mobil satu pun?" Tanya Jevano pada teman-temannya dengan tatapan tak percaya.
__ADS_1